Skip to main content

Posts

Jendela kamar

Seharian ini aku belajar tips menghadapi IELTS karena memang bulan Juni akhir ini aku akan tes final akhir untuk kursus Pre Master di Univ. of Sussex UK. Aku berharap bisa mendapat nilai setidaknya 6 untuk semua band nya. Amin. Agak lelah juga sih belajar sendiri apalagi saat perasaaan tertekan dan masih belum pulih dari sakit batuk, flu dan demam ini. Tadi sempat tidur sebentar terus maen ke facebook dan sekarang nulis blog sambil dengarin Sidney Mohede. Oh ya ada cerita lucu nih. Jumat lalu aku mutarin Sidney dimac book sambil ngabisin lunch. Nah seorang bule Chili bertanya itu lagu Indonesiakah ? Aku katakan iyah. Dia terlihat menikmati lagunya terus mungkin karena penasaran dia datang ke mejaku dan ingin melihat langsung aksi Sidney Mohede dan benaran dia menikmatinya. Katanya bagus. Padahal dia kagak tahu Sidney itu lagi nyanyiin lagu rohani "Tiada SepertiMU," dan puji Tuhan, sejak itu kami jadi teman hehe :) Rencananya hari ini aku mau selesaikan menyimak semua tips IE...

Aku katakan kamu sayang

Selamat hari minggu sayang... Aku ingin sekali menyapa seseorang dengan sebutan ini. Aku ingin tahu kabarnya, isi hatinya dan menggemgam tangannya untuk berjalan dengan penuh kasih mesra. Aku selalu berharap di luar sana ada seseorang yang juga ingin melakukan hal yang sama buatku. Semoga aku bertemu dengannya dalam keadaan yang tepat. Aku punya impian tentang pasangan yang ingin kunikahi. Aku hanya ingin menikah dengan pria sederhana yang membuatku selalu merasa dicintai. Pria yang bersedia melepaskan impiannya untuk menggemgam tanganku dan tidak malu memelukku saat aku membutuhkannya. Pria yang ketika berbicara, matanya berbinar penuh kasih, memancarkan gelombang yang sarat dengan rindu dan cinta. Pria yang berhasil membuat 2+2 tidak hanya 4 tapi 11, dan 88. Aku mengerti apa itu cinta karena aku juga pernah jatuh cinta. Aku katakan cintaku, kucurahkan perasaanku dan aku ingin merawatnya dengan segala kemampuan dan segenap cinta yang kumiliki. Namun pria ini memandang cintaku murah, ...

Mak, aku sakit

Hampir jam 2 malam waktu Inggris hari ini. Bapak dan mama pasti sudah bangun. Aku membayangkan mamaku sedang masak nasi goreng untuk bapak plus ikan asin dan secangkir teh. Sedangkan bapak lagi nonton kartun di televisi dengan kaki menjulur didepannya dari arah kursi panjang rotan-kursi kerajaan bapak. Aku kangen pada bapak dan mama hari ini. Kangen sekali, sampai-sampai aku bisa merasakan uap ikan asin yang menyeruak masuk ke kamar tidur kalau mama lagi sibuk-sibuk masak di dapur. Ikan asin memang menjadi ciri mama yang tidak akan pernah kulupakan. Saat ini demamku memang menurun tapi batuk menyerang hebat. Begitu hebatnya sampai tubuh ini terguncang-guncang. Biasanya mama akan datang ke kamar sambil mengomel tentunya tapi ditangannya telah ada obat batuk vick 44 dan secangkir air panas dan kalau masih diperlukan dia akan mengambil kaus kaki panjang milik bapak, memakaikannya, mengambil sapu tangan kuning gede miliknya yang sudah sangat tua dan melilitnya ke leherku dan tentunya masi...

6 bulan di LBI UI

Tadi usai nulis blog aku terkapar lagi. Demamnya kembali hikss..Sedih juga sih sakit di negeri yang jauh. Oh ya aku ingin cerita juga kelanjutan setelah kelulusanku itu. Setelah lulus aku berangkat ke Jakarta untuk mengikuti pembekalan bahasa Inggris selama 6 bulan. Di LBI UI bersama 49 peserta lainnya kami kembali ke layaknya anak sekolah masuk jam 9 dan pulang jam 3 sore. Memang sangat melelahkan tapi juga juga menyenangkan. Disana pula aku bertemu dengan beberapa orang yang istimewa yakni Mijon dan Budi yang kemudian menjadi mentor grammar, Indah yang selalu ada untuk memeriksa academic writingku dan mencari data baru tentang kampus yang kutuju, serta Dolphin- seorang sahabat yang membuatku selalu bersyukur dengan apa yang kumiliki. Aku memang dekat dengan hampir seluruhnya tapi mereka yang kusebutkan tadi punya andil besar hingga aku sampai sekolah ke Inggris ini. Mereka membuktikan dirinya selalu ada saat aku memerlukan mereka. Aku masih saja bepikir mereka dipilih karna Tuhan ta...

Tahap 4 Ford Foundation

Aku lagi demam dan flu berat saat menuliskan ini, tapi aku memang berutang 3 tulisan. Jadi ini masih dalam upaya pelunasan hahaha... Aku suka kau membaca blog ini karena aku berharap bisa menjadi buku yang terbuka bagi orang lain. Yah setidaknya kau bisa mengambil suatu faedah.Halah! Tua kali hihihi.. Aku secara menakjubkan masuk ke tahapan paling beasiswa paling bergengsi dan yang paling tajir diantara beasiswa lainnya yang ada didunia ini. DAN INI BENAR! Usai aku tahu kalau aku lulus tes bahasa Inggris (bagiku sesi wawancara adalah sesi yang mudah karena aku telah sangat terbiasa melakukannya. Aku kan jurnalis radio hehe) aku dengan sok pedenya yakin pula akan lulus tahap wawancara. Jadi aku putuskan untuk bicara dengan bapak soal kemungkinan aku sekolah lagi. Waktu itu bapak marah besar. Dia menolak memberi restu bagiku. Kata-kata bapak sangat kasar dan sangat tidak patut untuk dikatakan. Aku kemudian tidur dalam keadaan begitu kacau. Besoknya aku menemui kak Deti dan seperti biasa...

Tahap 3 Ford Foundation

Maafkan aku karena tidak teratur memposting..Ini dia terusan ceritanya Aku kemudian menerima amplop putih dari Ford Foundation yang mengatakan aku lulus tahapan berikutnya yakni tahapan tes TOEFL. Aku langsung lemas. Oh tidak, pikirku. Aku sama sekali buruk dalam perkara itu. Inilah yang kemudian kulakukan. Sebagai jurnalis dan juga memiliki aktifitas di gereja, aku memang harus pandai-pandai membagi waktu untuk persiapan TOEFL. Jadi, aku membeli buku TOEFL Cliff (yang warna kuning itu), mempelajarinya dan setiap sore usai bekerja jam 5 sore, aku latihan menjawab soal-soal yang ada di Cliff plus soal-soal yang aku dapat dari searching di internet (keyword: soal-soal TOEFL). Puji Tuhan pada masa itu ada kak deti yang bantuin untuk menjelaskan grammar. Namun kuakui itu memang bukan soal yang mudah antara bagi waktu untuk belajar. Jadi ketika tiba harinya untuk tes itu, aku sama sekali tidak yakin aku bisa melakukannya dengan baik karena memang sebelumnya aku tidak pernah ikut persiapan u...

Tahap 1 dan 2 Ford Foundation

Amplop yang kuterima malam itu berwarna coklat. Aku membukanya sangat hati-hati sembari terus mengucap sykur kepada DIA pemilik kehidupanku atas kesempatan ini. Dalam amplop coklat itu aku menerima dua formulir tebal sekira 11 halaman dalam versi Indonesia dan Inggris. Bingung ? Ya iyahlah..Aku tidak terbiasa mengisi formulir resmi apalagi harus pakai bahasa Inggris. jadi kuputuskan untuk meminta bantuan Kak Deti Indarsari. Aku masih ingat betul kami berdua sama-sama melongo nggak tahu apa yang harus diisi di dua formulir itu. Pertanyaannya bagiku rumit seperti bidang studi apa yang kuinginkan (dipilih dari puluhan bidang studi yang telah ditentukan mereka), di kampus mana, termasuk bidang penelitian apa yang ingin kugeluti kemudian. Aha! Ini dia yang paling rumit karena aku bukan manusia teoritis tapi praktis. Maka dengan atas berkat rahmat Allah yang pengasih dan penyayanga (Halah! lebay), kami berdua mengisi semampunya. Cilakanya (atau sekarang beruntungnya hahaha), formulir itu seb...

Semua dimulai dengan mimpi

Mimpi menjadi hal yang penting dalam hidupku. Peristiwa-peristiwa penting dalam hidupku semuanya dimulai dengan mimpi. Sebagai anak Ayah (red: Tuhan Yesus Kristus), aku percaya tidak ada yang terjadi secara kebetulan. Semuanya telah ditetapkan sejak dunia belum dijadikan (Ini yang kitab perjanjian lama katakan lho). Sejak aku mengalami masa traumatis karena ditinggalkan tunanganku tahun 2007, aku mengalami masa yang sukar. Aku jatuh bangun untuk kembali tegak dan menjadi Novita sebelum kejadian itu. Dan itu tidak mudah. Perlu waktu bertahun-tahun bahkan hingga sekarang untuk terus disadarkan betapa kejadian itu hanyalah bagian yang seharusnya membuatku tersenyum karena justru dalam keadaan sukar itu aku bisa melihat kemurahan dan kesetianNya mengalir. Suatu hari seperti biasa aku membaca koran kompas di ruang tamu tempat aku bekerja sebagai wartawan radio. Disitu ada iklan beasiswa tentang FORD FOUNDATION. Iklan itu menarik dan aku beberapa kali telah pernah dikirimi website oleh teman...

my life goes

Aku berada di kamarku saat ini; di sebuah kamar yang sangat nyaman di kota tua Lewes, East Sussex England. Aku telah menempati kamar ini sejak tanggal 26 April lalu. Aku berutang banyak pada kamu karena telah sangat lama berhenti menulis tentang hidupku dan apa yang ada dibenakku. Tadi pagi dalam perjalanan pulang dari gereja, aku memutuskan untuk kembali menulis sehari satu tulisan. Ini penting agar hidupku menjadi buku yang terbuka bagi orang lain. Jika kamu mengizinkan aku akan mulai menceritakan kenapa aku sekarang ada di Inggris; dikampung halamannya Pangeran William. Inilah ceritaku : Ikuti dalam blog berikutnya

Satu permintaan sederhana

Dear Ayah,... Aku tahu kalau aku sudah ribuan kali membicarakan hal ini padaMu. Tapi izinkan malam ini aku membicarakannya lagi. Ayah, aku tetap ingin sekali bertemu dengan seorang pria yang suka menggandeng tanganku saat kami berjalan. Aku menginginkannya sangat. Namun mengapa setelah bertahun tahun mengharapkannya,aku tidak juga menemukannya. Ayah, jika Kau bertemu dengan pria yang bakalan suka menggandeng tanganku, maukah Engkau membawanya padaku. Aku ingin sekali pria seperti itu yang menghabiskan hidupnya bersamaku. Jika pria itu tidak ada, tolonglah aku untuk bisa puas dengan apa yang kumiliki sekarang ini Ayah, aku hanyalah perempuan sederhana yang juga menginginkan hal sederhana.

belajar yang terbaik untuknya

Temanku siang ini menelepon dan entah mengapa; bukannya menanyakan kabar dulu, dia langsung mengajukan pertanyaan, "apa sih yang paling kau inginkan dalam masa pacaran?" Tidak butuh semenit bagiku untuk menjawab pertanyaan itu. Aku tahu betul apa yang paling kuinginkan dalam masa pacaran karena itu yang menjadi doaku selama bertahun tahun. Keinginanku sangat sederhana bahkan mungkin menggelikan. Aku hanya ingin dua hal. Pertama, dia tidak malu mengakui aku pacarnya dan dia ingin selalu menggandeng tanganku kalau kami sedang berjalan. Sederhana kan ? Tapi temanku itu ngamuk nggak setuju. Menurutnya aku sangat keterlaluan karena hanya menginginkan hal itu. Tapi apa yang salah dengan kedua permintaan itu, pikirku. Tahun 2006 setelah melewati masa pendekatan yang panjang, aku akhirnya bersedia berpacaran dengan Mr. A (sebut saja begitu). Hm, aku tidak mencintainya tapi sikapnya yang teguh dan permintaan mamaku untuk mempertimbangkan dia, membuatku luluh. Kami jadian tepat di saat...

belajar mencintai ala Ayah

Ayah, aku mengerti sekali seperti apa hati ayah ketika aku dengan cara sembrono, tak peduli dan sepihak tidak membalas cinta Ayah. Rasanya sangat menyakitkan yah. Dan betapa herannya aku, Kau masih saja mau mencintaiku. Ayah, kemarin malam maagku sakit sekali dan aku mengirim sms kepada orang yang kukasihi tapi tidak ada balasan dan respon sama sekali. Pagi ini sakit maagnya sudah pergi tapi hatiku yang justru sakit. Ayah, mengapa Kau terus saja mencintaiku padahal aku jarang sekali membalas cintaMu. Kadang aku datang bilang cinta padaMu tapi sebegitu cepat aku mengatakan cinta, secepat itu pula aku mencintai dunia ini dengan segala dosa didalamnya. Aku tidak mengerti kenapa Kau tidak meninggalkanku seperti saat ini aku ingin meninggalkannya? Apakah karena memang Kau sangat mencintaiku atau karena Kau terlalu baik untuk mengabaikanku ? Aku tidak mengerti cara berpikir Ayah. Aku tidak pernah bisa mengerti kenapa Kau sangat mencintaiku yang sangat tidak sempurna ini. Ayah, aku ingin bela...

balik kanan

Ayah, aku jarang sekali membuatmu bangga. Bahkan saat ini sesungguhnya aku malu mendatangiMu setelah kelakukanku yang buruk sebulan terakhir ini. AKu mengerti sekali ini hanyalah sesuatu yang harus aku menangkan sebelum masuk tahapan berikutnya. Tapi hati licik ini selalu menuduhku. Aih bencinya aku. Yeah setidaknya hari ini aku telah menjaga sikapku. Rasanya tidak adil berkelakuan buruk setelah semua hal yang KAU lakukan dalam hidupku. Ayah, aku sangat sayang Ayah. Aku ingin ayah senang dengan hidupku. Tolong aku Ayah untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi esok hari. Hm, oh yah aku lupa bilang kalau hari ini untuk pertama kalinya aku berbincang dengan Avin salah satu FE cohort 9. Ternyata anaknya asik dan dia menolongku untuk semakin berpikir positif tentang rencana kuliah S2 ku. Makasih ayah buat perbincangan tadi.

cara mudah menakar cinta

Kata orang, cinta membuat seseorang menjadi sangat kreatif. Dan aku percaya perkataan itu. Menurutku, cinta itu menghasilkan energi yang membuat kita mampu mengeluarkan potensi-potensi terdalam kita sehingga terasa wajar memang jika kemudian orang yang mengaku nggak mahir menulis sekalipun, bisa mendadak jadi cerpenis atau penulis puisi akibat sedang jatuh cinta hehe... Aku masih ingat pria pertama yang benaran jatuh cinta padaku. Di tengah kesibukannya yang padat, dia meluangkan waktu untuk menulis surat berlembar-lembar untuk kemudian dikirim kepadaku. Isinya luar biasa. Aku masih ingat salah satu potongan kalimatnya di surat itu. "Sayang, hari ini aku bertemu dengan perempuan cantik dan seksi dalam lift. Aku langsung teringat kamu. Tapi kan kamu jauh lebih seksi dari dia. Kekasih siapa dulu." Terdengar lebay kan kalimatnya ? Tapi kalimat itu menjadi kalimat yang akan selalu kuingat. Pria yang sama ini juga yang secara mengejutkan mengirim CD Phil Collins di hari Valentine...

berharap cincin baru

Cincinku rusak. Cincin yang dibelikan mama pengganti cincin yang hilang tahun lalu, kini rusak. Matanya lepas. Aku membawanya tadi untuk diperbaiki, tapi harganya terlalu mahal bagiku saat ini. Rp 200 ribu hanya untuk memasangkannya. Jadi aku mengurungkan niatku. Aku selalu merasa tidak lengkap kalau tidak memakai cincin. Sejak SD, mama telah membiasakan diriku memakai cincin di jari manis kiri. Aku masih ingat dengan jelas momen aku menerima cincin pertamaku. Mamaku adalah guru di sebuah sekolah dasar negeri di kota Binjai. Gajinya kecil untuk ukuran hidup di kota Medan (kami tinggal di Medan). Mama juga harus pintar-pintar membagi gajinya untuk menyicil biaya pembangunan rumah kami di kabupaten Deli Serdang (Deli Serdang berbatasan langsung dengan Medan dan Binjai). Berhubung bapak kerjanya serabutan, alhasil mama yang nyaris menanggung semua biaya rumah tangga. Nah, suatu kali ketika mama mengajak belanja ke pasar. Mama membawaku ke sebuah toko emas. Aku sangat senang sekali dan ta...

Jakob dan taman

Di dunia ini, tidak ada orang yang sangat menikmati taman selain Jakob. Tidak seharipun yang akan dilewatkannya tanpa ke taman. Dia menikmatinya dengan hanya duduk atau berbaring, dengan setangkup roti di tangannya dan matanya - jendela kanak-kanak matanya selalu saja seakan-akan melihat taman - seakan selalu untuk pertama kalinya. Karena itu aku menemukan diriku dalamnya. Aku pun tergila-gila dengan taman. Berdua dengan Jakob (kalau dia tidak sibuk dengan eksprimen nyamuk dan mengikuti orang utan di TNGL), kami nggak pernah bosan mendatangi taman-taman di Medan.Duduk atau sekedar berbaring adalah hal biasa yang kami lakukan. Kadang jika sempat, Jakob dan aku akan menikmati sup ayam buatanku di taman. Dia menyukaiku eh menyukai sup buatanku. Dia bilang seperti merasakan masakan ibunya di Jerman. Halah! gombal, pikirku. Suatu kali di hari terakhirku di Medan sebelum berangkat untuk pelatihan bahasa Inggris di Jakarta, kami memilih pergi ke taman Ahmad Yani. Taman terbesar di kota Medan...

Hanya Perempuan Biasa

Malam ini aku teringat khotbahnya Tommy Tenny, salah satu penulis rohani yang kukagumi. Dia pernah cerita soal kucingnya yang takut bermain ke ruang dapur karena sebelumnya kucing itu pernah tersiram air panas. Semenjak itu kucingnya hanya berani diambang pintu dapur. Padahal kejadian itu kan sudah lama berlalu. Tenny bilang begitu juga manusia. Terkadang orang nggak bisa maju dan mendapatkan berkat yang baru karena mereka takut masuk ke situasi yang dulu pernah melukai mereka. Kenangan menyakitkan itu seperti alarm yang berbunyi kencang saat mereka akan kembali berhadapan dengan situasi yang sama. Padahal situasi itu bisa saja sudah berubah. Tapi karena kenangan itu menghantui, kita nggak pernah tahu situasinya sudah berubah menjadi menyenangkan. Kita justru hingga akhir hayat menyimpan kenangan itu dan bukannya mengambil kesempatan untuk mendapatkan pengalaman baru yang menyenangkan. Dan malam ini, aku adalah kucing ketakutan itu. Aku memilih mundur daripada memperjuangkan apa yang k...

Cara melupakan Kenangan Pahit

Kenangan pahit tidak perlu dipaksa dilupakan. Biarkan saja dia mengendap dengan sendirinya. Aku yakin waktu bisa membuat kenangan itu terlupakan. Dan inilah yang kualami. Aku perlu waktu yang lama untuk bisa melupakan kenangan itu. Awalnya pengen buru-buru menghapusnya dan menguburnya namun aku memilih proses waktu yang melakukannya. Malam ini aku menguji coba lagi apakah kenangan itu masih terasa pahit dan sakit saat aku melihat wajah itu. Puji Tuhan ternyata tidak. Aku melihatnya sama seperti jika aku melihat wajah orang lain. Memang kenangan itu masih ada tapi tidak lagi menimbulkan rasa nyeri seperti yang kurasakan untuk pertama kali pada 4 tahun silam. Kenangan yang pahit hanya bisa merubah ketika kita secara berani membiarkan hati kita melakukan recovery secara berlahan dan tidak dipaksakan. Artinya memberikan kesempatan kepada diri sendiri untuk menyembuhkan lukanya sendiri. Aku pun melakukannnya dengan sangat berlahan. Pertama memberikan diriku kesempatan untuk menangis. Kedua ...

meninggalkan Medan

Ini malam terakhir aku tidur di kamarku sendiri di Medan. Sungguh menyesakkan dada momen ini. Aku hanya bisa melihat dan mendesah, ini pilihan yang tidak mudah tapi aku harus melakukannya. Bapak dan mama memberiku uang meski sejak awal aku menolak habis-habisan. Mereka memaksa dengan alasan yang biasa dilontarkan para orang tua di belahan dunia manapun. Aih, semakin sesak dada ini. Malam ini aku juga menemani bapak sebentar menonton pertandingan sepak bola. Meski tidak mengerti, tak apalah asal bisa dekat bapak sebelum aku berangkat. Sedangkan mama, dia ada tepat di depan pintu kamarku melipat pakaian yang aku yakin sudah terlipat. Aku tidak sanggup bicara apapun. Terlalu banyak perpisahan hari ini. Sore tadi pun, aku mengucapkan kata perpisahan pada Kak Deti dan Jakob. Aku memegang jaket kak Deti kuat-kuat. Tak sanggup aku bicara. Kak Deti terus saja bicara. Semakin lama semakin cepat dan tak beraturan. Dia cerita soal De Gaulle - bandara Paris, Narita-bandara Jepang dan musim yang ak...