Skip to main content

Posts

Mengapa Telur di Jakarta Harus ditimbang

Guys, izinkan aku menuliskan hal tolol ini karena memang akan menjadi sangat tolol jika tidak dibagikan haha. Seperti biasa, anak muda Medan ini pergi ibadah di GBI Menteng di daerah Cikini. Kira-kira sepeminuman teh lah bisa nyampe disana. Itu kalau air tehnya dari dispenser, kalo airnya memang direbus betul, bisa mencapai 15 menit. Jadi sudah bisa kan kalian bayangkan dekatnya... Nah, pulang ibadah aku belanja ke hero supermaket. Aku beli Rapika, melon berikut sambalnya, roti untuk sarapan (rencananya...===dan rencana ini selalu saja gagal karena tengah malam, aku terbangun dan tiba-tiba mendapati diriku sedang makan roti) dan beberapa bumbu untuk masak nasi goreng. Aku sudah membeli semua barang yang kubutuhkan sampai kemudian, aku teringat, hingga detik ini kiriman mama Tasya (ikan, daging segar dairi Manado) belum datang. Setelah merenung sambil mutar-mutar di Hero, aku mulai berhitung pengeluaran untuk bulan ini. Pilihanku jatuh dengan membeli supermi dan telur. Agak sungkan sih...

Rindu Pulang

Sebentar lagi bulan Desember. Aih senangnya, bisa pulang dan tidur di kamar sendiri lagi- di rumah kampungku. Aku kangen semuanya. Kangen mama, bapak, dapur, kamar, dan tentu saja bunga-bunga tanaman bapak. Apakah tanaman pagar hijau lebat yang ada di depan rumah masih seindah dulu ? Aku jatuh cinta padanya. Teman-temanku sudah tak sabar ingin bertemu denganku, tapi sebaliknya aku tdk. Aku benar-benar ingin menghabiskannya dengan keluargaku, dan rumahku yang indah. Akan kupamerkan kepada mama dan bapakku tercinta kalau aku bisa masak berbagai jenis makanan yang dulu nggak pernah terlintas untuk dimakan, bisa mengatur kamarku sendiri, bisa menyuci, menyetrika dan tentu saja berat badanku yang terus berkurang(meski untuk yang terakhir ini, mamaku akan prihatin haha) Begitu nyampai di rumah, akan kupeluk bapakku kuat-kuat karena dia telah begitu luar biasa melewati masa-masa genting merawat mama. Akan kukatakan terima kasihku karena kesabarannya yang mulai tumbuh tak terbatas untuk menci...

Mijon...makasih ya

Wah, kacau sekali suasana hatiku. Seharian ini marah terus saja menetap dalam dadaku. Ingin kulampiaskan tapi aku kuatir malah makin panjang. Aih.... Aku nggak mengerti kenapa hubungan yang kubangun dengan susah payah berakhir dengan mudahnya. Aku juga nggak mengerti, kenapa untuk kasus yang ini aku sukar memaafkannya. Aku hanya merasakan amarah yang terus saja menggelegak di dadaku. Sialan kau! Aku berusaha mengkaji, menganalisis tapi hingga menuliskan hal ini, aku tak juga bisa menarik kesimpulan kenapa. Jujur, untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku begitu sangat dupermalukan. Dibawah ini , adalah respon seorang sahabat baikku...MIJON! tidak perlu malu cerita yang lalu, tidak usah peduli apa kata orang, tampar mereka dengan prestasimu, buat mereka malu karena mereka salah menilai dirimu, semua pemenang ditentukan saat menit terakhir kan, kita akan buktikan itu. i percaya kau bisa, tinggal semuanya tergantung padamu apakah kau cukup percaya diri untuk menentukan target, membuat pere...

Menikah jilid 1

Kau masih belon tidur juga ? Masih menunggu cerita yang baru di up load? Aih...maaf membuatmu lama menunggu. Aku ingin cerita padamu soal pertemuanku dengan salah satu teman lamaku. Aku bertemu dengannya di UI Salemba jam 7 malam tadi. Aku bela belain datang meski peer menumpuk. Sebenarnya aku sudah tau kalau dia akan cerita soal rencana pernikahannya, tapi kupikir ga rugi untuk mendengarnya meski bagiku basi banget menasehatinya karena dia adalah perempuan pintar yang tau betul yang dia tuju. Kenapa yah menikah itu menjadi keputusan yang sulit ketika ada yang benar2 mengajak kita menikah ? Seperti aku dulu waktu dia-tunanganku-mengajak segera menikah tahun 2006 lalu. Tiba2 aku disergap rasa takut berlebihan. Takut semua mimpi2 besarku tercabut tak tersisa, takut kalau kemudian aku menguap, hilang dan muncul hanya sebagai nyonya Siahaan..bah! dan ketika aku mendengar ceritanya malam ini, aku seperti melihat diriku 4 tahun silam. Jelas, aku tidak ingin dia mengulangi kesalahanku yang...

Mom..I love U

Akh kangen lagi sama mama. Kangen sekali dimarahinya. Aneh memang menyadari betapa suaranya yang melengking itu bisa membuatku kangen. Tapi aku benaran kangen. Kemarin Tasya, teman FE Cohort 9 mengejarku dan memaksaku minum air putih yang tersisa (dia ingin mencuci gelas itu). Aku menolaknya tentu saja. Tapi dia bersikeras memaksa. Bahkan gelas itu disosorkanya langsung ke bibirku tanpa bisa ditolak lagi. Aku jadi teringat mama. Setua ini , mama masih saja memperlakukanku kayak anak kecil. Setiap pagi dipaksa sarapan plus minum susu atau teh manis. TIdak ada alasan untuk tidak sarapan. Bahkan jika aku bilang ga sempat, dia langsung datang dengan nasi sepiring penuh dan menyuapiku. Begitu juga kalau aku pura-pura lupa meminum susu buatannya - kalaupun aku sudah ada di depan rumah siap pergi dengan sepeda motorku, mama akan datang mengejar dengan segelas susu ditangannya. Serius aku malu dilihatin tetangga apalagi dilihatin ama anak-anak tetangga. Tapi seperti biasa mama selalu saja mena...

Be Still My Soul

Aku menyebut diriku beruntung. Dengan segala masalah yang datang, aku jauh sangat beruntung masih bisa hidup dan tentu saja tetap waras. Aku menghabiskan hariku dengan tertawa dan jikapun airmata telah mengintip mengancam akan turun menetes, aku cukup beruntung untuk bisa membendungnya dengan menutup kedua kelopaknya. Aku menyebut diriku beruntung. Dengan segala pilihan yang sebenarnya tidak layak untuk dipilih, aku masih punya pilihan. Pilihanlah yang kemudian menyadarkanku bahwa aku orang merdeka. Aku menyebut diriku beruntung untuk sekian banyak alasan yang nggak muat untuk kutulis satu persatu. "Aku mencintai semua hal yang terjadi dalam hidupku,"

Si Obama Lewat

Obama katanya mau datang. Pikiranku cuman satu, jalan-jalan di Jakarta pasti makin macet. Walah! Obama memang sangat terkenal di Indonesia dibandingkan presiden Amerika Serikat lainnya. Maklum garis kekeluargaan Obama masih bersinggungan dengan Indonesia. Meski jauh menurutku, tapi yah bolehlah. Televisi sibuk nian menceritakan daftar kerabat Obama di Indonesia termasuk cerita panjang dia sekolah dimana, siapa saja yang kenal dia atau kalau bisa para jurnalis ini ngoprek siapa nama penjual roti yang saban pagi lewat di rumah Obama di Menteng- itu pun aku yakin akan dilakukan. Walah! Aku nggak pengen menulis banyak soal Obama. Untuk apa ? Semua tentang Obama pasti pernah ditulis. Aku hanya mau nitip satu pertanyaan, "Sejak dipimpin OBama, AS terus menerus mengalami penurunan bidang ekonomi,politik dan tentu saja moral. Pertanyaannya, haruskah kita (Indonesia) mendengarkan dia kali ini ? "

DIA tetap peduli kawan

Ini memang sudah sangat malam. Sudah hampir pagi malah, tapi mata ini justru terbuka lebar. Jadi kuputuskan untuk menulis note lagi. Siang hari tadi aku berbincang dengan Agus- FE IFP Cohort IX. Suatu perbincangan tidak biasa karena memang bukan direncanakan. Sejauh ini aku menganggapnya "mungkin sudah waktunya," Kami berbincang soal kemana tujuan studi sampai buntutnya adalah apakah Tuhan cukup peduli dan punya waktu mengurusi soal kemanakah kami akan melanjutkan studi. Agus bilang, "Oh DIA (Tuhan) terlalu sibuk mengurusi hal lain yang lebih besar. Soal kemana negara studiku, aku bisa mengurusnya sendiri," Aku terbelalak kaget karena menurutku Tuhan sangat peduli dengan segala sesuatu tentang manusia. "Bukankah DIA berkata, satu helai rambut di kepalamu yang jatuh, Aku tahu." Aku memang mencoba menjelaskan kepada Agus pandangan Alkitab mengenai hal itu. Tapi tampaknya hingga sesi akhir perbincangan dia tidak setuju dengan tersebut. ----------------------...

selamat datang november

Selamat datang November, betapa aku mencntaimu. Aku bangun dengan perasaan takjub karena nggak terasa telah masuk bulan NOvember. Suatu perasaan bahagia yang kurasakan tiap kali masuk bulan ini. Betapa beruntungnya aku. Harapanku, biarlah bulan ini menjadi bulan yang kuingat dengan amat sangat bahagia.amin

Kemurahan Tuhan (RAKSA) untuk mendapatkan pasangan Ilahi

Kalau ingat kejadian Minggu siang ini, masih saja aku tertawa. Aku sangat bahagia. Kebetulan aku memang baru saja mengakhiri dua kisah romantis yang sempat membuatku mabuk kepayang huahahaha dan kini aku masuk judul baru. Aku akan ceritakan alasannya. Seperti biasa aku ibadah. Hari ini Rev. DR. Tan Khien Seng asal Singapore khotbah di GBI Menteng Cikini Jakarta Pusat. Topik khotbahnya hari ini adalah RAKSA. Diambil dari bahasa Ibarani yang artinya kemurahan Tuhan. Dari 15 jenis RAKSA, dia hanya membagikan 3 jenis raksa, nah salah satunya adalah mendapatkan pasangan hidup ilahi Dia mengatakan, Raksa/kemurahan Tuhanlah yang membuat kita bertemu dengan pasangan ilahi kita. Tidak peduli usia,jabatan, ras ataupun perbedaan tempat-raksa akan melakukan bagianNya. Dia bercerita mengenai seorang pemuda tampan, lulusan universitas terkemuka bernama George yang jatuh cinta dengan Annie, seorang perempuan India. Yeah, mungkin ini adalah kisah biasa kalau saja Annie adalah perempuan cantik tapi ...

seberapa penting penilaian orang lain

Seberapa penting penilaian orang lain atas kita ? Pertanyaan ini kembali berkecamuk dalam otakku yang sederhana setelah sebelumnya seorang teman bertanya, mengapa aku memasang foto profile bersama bayi.Bagaimana kalau kemudian orang-orang mengira aku sudah berkeluarga dan punya seorang bayi. "Penting yah mikirkan apa yang dipikirkan orang lain?" Begitu pertanyaanku. "Kalau ada yang suka padamu, dia akan menghilangkan perasaannya karena dia mengira kamu sudah punya anak, " lanjut teman tadi. "Yah nggak masalah to,"balasku. Itu berarti dia tidak mengenal aku atau setidaknya dia tidak berusaha mengenal aku sebenarnya. Teoriku kalau seorang pria suka padamu,dia akan cari tahu semua hal detail tentang kamu. Kalau nggak, yah berarti hanya sekedar saja kadar sukanya. Baguslah kalau begitu, sehingga aku tidak perlu menginvestasikan waktu untuk laki-laki yang nggak penting itu." Teman itu tertawa. Jelas atau tidak perkataanku, tetap juga bukan hal penting yan...

Homoseksual

Berita Yahoo menyatakan kalau milter Amerika Serikat tidak mengizinkan kaum homo menjadi anggota militer. Keputusan ini seakan membuka tabir ketidaksetaran kesempatan di negara adidaya yang mengklaim semua orang adalah sama dan sederajat. Perlukah mempertanyakan pilihan seksual seseorang ? Sama seperti pekerjaan lainnya, kemiliteran juga memliki sejumlah syarat yang harus dilalui sebelum seseorang terikat dalam kelembagaan tersebut. Salah satunya adalah yang berkaitan dengan fiisik. Lari yang cepat, memanjat dinding dengan hanya menggunakan dua tangan, hingga sit up memang menjadi bagian tidak terelakkan yang harus mampu ditaklukan sebelum bergabung. Namun tentu saja seorang homoseksual tetap bisa memenuhi syarat itu. Kemampuan seseorang tidak ditentukan oleh jenis kelamin terlebih oleh pilihan seksualnya. Jika persyaratan homo atau tidak diberlakukan, sebenarnya telah terjadi bias gender. Sama seperti jenis pekerjaan lainnya, kemiliteran seharusnya menilai seseorang dari kemamp...

Hunting Gereja di Jakarta

Pertama kali di Jakarta, aku gagal untuk pergi ke gereja. Jadi minggu berikutnya aku memaksakan diriku untuk mencari gereja yang tepat. Dua gereja yang pertama kali kucoret justru berada dekat kosku. Alasannya sederhana, aku tidak mengerti tata cara ibadah mereka dan rasanya ga punya tenaga ekstra memulai dari awal lagi tata ibadah yang berbeda dari yang selama ini kujalani. So, secara tidak sengaja aku melihat sebuah gereja di mall mangga dua. Sebuah gereja besar yang pernah membuatku penasaran dengan pola pelayanannya yang sangat "anak muda banget". Jadi dengan ketetapan hati,aku ibadah kesana sendiri. Sialnya aku nggak begitu menikmatinya. Sungguh berbeda dengan gereja yang selama ini kukenal. Gereja itu menurutku sangat dinamis, tapi bukan itu yang kucari. Sejak di Jakarta, bebanku banyak banget dan rasanya pengen tersungkur dalam pujian dan penyembahan padaNya. Dan gereja yang di mangga dua itu tidak memenuhi kebutuhanku. Asli aku bingung mau gereja dimana lagi minggu de...

mulai hari ini

Memang sudah terlalu malam untuk menulis di blog ini. Tapi aku memutuskan untuk melakukannya daripada akan tertunda semakin lama. Aku sekarang berada di Jakarta. Untuk pertama kalinya dalam hidupku yang sempurna aku meninggalkan Medan yah setidaknya hingga 6 bulan ke depan dan setelah itu pulang sebentar dan pergi kembali untuk jangka waktu yang lebih lama. Puji Tuhan aku mendapatkan beasiswa S2 bidang jurnalistik. AKu bisa sekolah dimanapun yang aku mau dengan biaya pertanggungan penuh. Itulah sebabnya aku meninggalkan kesempurnaan kotaku menuju Jakarta yang tidak manusiawi ini hikss... Dari awal aku berjanji banyak hal untuk menulis lebih banyak dan lebih detil tentang apa saja yang telah terjadi dalam hidupku. Kali ini aku akan menepatinya. So, nantikan aku besok malam yah hihii

kutukan sepak bola

Pukul 22.00 Wib Entah apa yang ada dibenak dua cowok (eh maksudku bapak dan kawannya itu) yang berseru seru gila waktu bola mengarah ke arah gawang yang ada kipernya (Halah! Tentu aja ada kipernya. Emang bowling!) Aku janji kalau sampai jam 11 malam ini mereka ga juga kelar nonton, aku akan beli teve baru besok dan meletakkannya tepat di samping televisi yang sekarang sudah hampir sebulan penuh dengan adegan cowok-cowok mengejar bola. Beuh!!! Palaknya aku. Gimana nggak marah ? Pikiranku makin rumit karna hampir seminggu pula, bolak balik baca analisis gender – masih juga nggak bisa nanggap bedanya teori yang diungkapkan Si Merton atau Engels #$^%&% Pukul 23.25 Wib Kurang ajar. Netbookku ini pun ikut-ikutan buat aku marah. Barusan dia mati dan untuk menunggunya loading, aku terpaksa membaca terus teori Merton, Marxis dan yang terakhir si Eisenstein. (Awalnya bingung kenapa ahli Físika juga mengeluarkan teori sosial; Teori Kapitalis Patriarki tepatnya. Setelah bolak-balik halaman d...

Malaikat ada yang pake behel ga?

Dia selalu saja mengajarku melihat dari sisi yang positif. Kalau saja aku tidak punya imaginasi malaikat itu cantiknya minta ampun, aku sudah yakin dia itu malaikat. Tapi begitulah, kurasa aku harus cukup puas dengan penyamarannya selama ini hihihi... Siang tadi aku makan berdua dengannya di SUN Plaza. Sejak pagi sih sebenarnya dia sudah ingin menculikku untuk mengantarnya ke SUN memperbaiki laptop bosnya yang bermasalah. Aku tentu saja nggak bisa. Bunuh diri rasanya pergi di tengah liputan dan melewatkan kampanye akbar ST 10 siang harinya. Namun justru itulah cilakanya, tanpa memperdulikan perasaanku, aku disabotase oleh mereka yang tak bisa kusebut namanya. Kayak dilempar tahi di wajah tapi nggak bisa balas lempar. Kalau ikut lempar tahi juga, aku bukan anak Tuhan dong *beuh* Halah! Cape deh. Intinya aku nggak jadi liputan kampanye itu. Alih-alih ngamuk, aku malah nelpon dia. Untungnya dia masih di SUN di J.Co lagi. Asli aku lompat-lompat kayak kuda lumping. Girang banget kan; dilemp...

Laaman; Israel Palestinaku

Israel...bagaimana aku bisa menyebutmu di negaraku Indonesia. Tidak mengerti apa yang sesungguhnya yang terjadi. Aku hanya bisa terpaku, benarkah itu kamu atau hanya bela diri. Laaman, bagaimana kabarmu disana ? Masihkah perbatasan menjadi tempat Kau dan aku berdiam; habis pembahasan mengenai kisah sesungguhnya. Kau masih ingat kalung bermata rubi yang diberikan Dajani; pria Arab yang kita temui di perbatasan..Kalung itu kukenakan setiap harinya dan kalung itu entah kenapa terasa berat di leherku hari ini. Dajani memelukku begitu eratnya saat menyerahkan kalung itu, "You are my sister. I love Indonesian people," Itu yang Dajani katakan. Kau hanya mengangguk. Kau bilang itulah arti Indonesia sesungguhnya bagi bangsamu Palestina. Aku juga mengangguk waktu itu. Tentu saja aku tahu betapa pentingnya Palestina bagi bangsaku. Tapi kau dan aku sama-sama tahu yang kita butuhkan bukan arti penting parsial Israel atau Palestina tapi ini soal berdiri di tanah yang sama yang tak lagi dis...

Ada yang tahu alasannya?

Berputar-putar dan terus berputar kayak gasing. Kayak belum puas saja, masih juga ditambah jalan mondar mandir dengan jari telunjuk digerakkan melingkar. Aih, inikah yang disebut cinta. Pusing aku! Kak Henny ketawa ngakak mendengar suaraku yang putus asa di ujung telpon. "Kak, plis deh yah. Serius ini. Ni cinta atau hanya perasaan nggak mau kehilangan," Perempuan muda itu malah tertawa dengan desibel suara yang dinaikkan makin kencang. Aku memaki dalam hati. Sialan!! Kenapa sih hati ini nggak bisa diajak berlogika. Cinta ? Apa sih yang aku tahu tentang lima huruf itu ? Melambung, ditipu, ciuman, dimaki dan kemudian ditinggalkan tanpa alasan. Beuh! Sial benar. Kenapa harus sekarang ? "Nov, kamu tuh yah nggak berubah juga. Udah setua ini belum juga tahu sedang jatuh cinta atau hanya sekedar nyaman. Keterlaluan. Pinomat kau harus tahulah kangen itu bagian cinta. Jadi kalau kau kangen berarti kau cinta." jelas kak Henny. Bola mataku berputar ke atas. Berpikir, merenung ...

Belajar Dari 8 Potong Pisang Goreng

Aku seharian ini menemukan begitu banyak keajaiban. Salah satu yang terbesar justru keajaiban menemukan pisang goreng di pagi hari. Bangun jam 6 pagi tadi aku harus sudah berkutat lagi dengan tulisan yang belum kelar; mengenai gender. Baca dikit, tulis banyak, nguap, nulis lagi, ketiduran 5 menitan, bangun dan mencoba konsentrasi nulis lagi hahaha...ajaib. Jam 7 mandi dan bergegas ke rumah narasumber yang letakya di ujung bumi. Jauhhh banget dah. Persoalan dimulai dengan permintaan simpel yang kuiyakan tanpa mikir dari si narasumber. "Ntar aku buatin kopi yah. Kamu bawa pisang goreng biar klop." Lantas mulutku langsung aja mengiyakan. Mulailah problem itu. Persoalannya sodara-sodara, sulit menemukan pisang goreng di pagi hari. Nggak tahu kenapa. Yang ada hanya lontong, mie balap, bakwan dan perkedel. Sepanjang jalan celangak celengok nyariin namun ga dapet juga. Tapi hatiku ini lho...kok rasanya mantap aja tetap melaju dengan kecepatan tinggi ke rumah narasumber dengan satu k...

Steven Jhonson Sindrom (SJS)

bapatua (suaminya kakak mama) divonis SJS (Steven Jhonson Sindrom), suatu jenis penyakit kulit mematikan yang langka. awalnya hanya ada beberapa bintik merah yang kemudian menyebar keseluruh tubuhnya yang menimbulkan rasa gatal sekaligus terbakar yang hebat. Sekarang semuanya makin parah. seluruh tubuhnya telah terkelupas parah, kulit kepalanya putih berborok dan matanya (Tuhan, tolong kami). Aku ga sanggup dengan apa yang kulihat. Bapatuaku yang tampan itu kini menjadi mahkluk hidup yang mengerikan. Aku telah searching di internet tentang SJS tapi aku ga menemukan cara perawatan pengobatannya. Dan karna ketidaktahuan kami, bapatua dbawa berobat kampung dan kini makin parah. Setelah searching, aku baru berani bilang dan meminta pengobatan itu dihentikan. Tapi terlambat, kondisi bapatuaku makin parah. Obat kampung sialan itu telah memperparah kondisi tubuhnya. Bapatua ga bisa jalan lagi. Aku hanya punya satu pertanyaan, Mengapa dokter itu ga pernah jelasin sesungguhnya apa itu SJS. Meng...