Skip to main content

Posts

Kamis Pagi

pria yang ada di sebelahku namanya bang Yul dari harian Sumut Pos. Dia salah satu Journalist Announcher di acara medan First Channel. Pasangan dia, bang Ferry - Kabiro Metrotv Sumbagut. Mau tahu jam berapa ketika foto ini diambil? Jam 7 pagi langsung di studio Prapanca. Diambil oleh Kak Hana-penyiar yang lagi on duty (sst...kak Hana belum mandi hihihii). Gilanya lagi, acara foto2 terus saja berlangsung saat sesi wawancara dengan para narasumber :)

Tuhan, adakah Kau bersamaku hari ini. Aku takut sekali

Tuhan, pagi ini kantorku ramai sekali.sebenarnya aku pengen lari bersembunyi sejauh mungkin tapi apakah itu bisa menjadi jalan keluar. Tuhan, pagi ini semua orang berbicara tidak juntrungan. asumsi, prediksi, kritikan bahkan saling judge menjatuhkan yang lain agar dirinya terpilih menjadikan hari ini terlihat "menyeramkan" Tuhan, sisi hatiku yang lain bilang aku harus mengatakan sesuatu. mengapa aku terdiam ketika semua orang berbicara. Tuhan, bisakah Kau yang berbicara untukku. Tuhan, aku butuh seseorang di sampingku saat ini tapi hm..sepertinya hari ini Kau izinkan aku menghadapinya sendirian karena Kau ingin mengajarkanku sesuatu. Apa judul topik kita hari ini Tuhan ? Andai kutahu dan aku bisa mempersiapkan diri. Tuhan, tadi pagi ketika aku menghadapMu, aku katakan aku siap menerima berita terburuk sekalipun. tapi Tuhan, jujur aku nggak siap. Bisakah Kau memegang tanganku? Aku takut sekali Tuhan, masihkah Kau bersamaku ? Jika yah, aku tenang sekarang. Semua akan baik-baik...

serikat pekerja

Otakku terus saja dikuras seperti orang lagi menggali sumur. Awalnya memilih bungkam hingga memutuskan bangkit untuk melawan. Emang kau siapa heh?! pertengahan tahun 2003 saat tugas ke Jakarta, entah guyon atau memang serius teman2 ngusulin mendirikan serikat pekerja. "kok aku?" "karena kau yang bisa melawan.Lihat saja gimana reaksi big boss gitu kau bilang apartemen kosong nggak ada makanan," "itu artinya aku bakal dimutasi ke jakarta donk." "ya iyalah. Masak serikat pekerja networking kita dimulai dari daerah. Lebih bagus dipusat, kan kantor kita ada di pusat." "gaji kalian berapa?" Mereka menyebukan angka dan plus plus yang lain. Aku segera menolak. Angka itu nggak terlalu jauh dari gaji yang kuperoleh di daerah. Untuk apa pindah, pikirku waktu itu. lagipula kesejahteraan kantorku relatif besar untuk skala Medan. cukuplah, timbangku lagi. tahun 2004... "guys, gimana kalo kita buat serikat pekerja ?" usulku di suatu sore us...

rencana nikah

semalam bapakku entah emang direncanakan atau nggak, dia bertanya pada kekasihku. "Jadi kapan?" "secepatnya tulang," "dimana nanti tinggal ? disini saja yah?' Kekasihku melirik kepadaku sambil tersenyum yang nggak jelas gitu. aku mengelus punggungnya. "nikahnya dimana ? di Medan aja," kata bapakku lebih menyerupai perintah. "ibu bapak minta di jakarta Tulang," dan pertanyaan terkait lainnya terlontar terus. aku menghela napas panjang. benar aku mengelus punggungnya- berusaha menguatkannya terhadap agresi pertanyaan bapak. tapi jujur aku malah... sebulan lalu... "kau beruntung mendapatkannya. dia baik." kata ibuku. "jadi aku beruntung bu ?" balasku menerawang. Ibuku mengangguk cepat. "jadi akhirnya aku akan berakhir dengannya," ujarku pelan berusaha tidak terdengar ibu. Bukannya marah, ibu malah mengelus rambutku, "aku tahu yang kau maksud nang," "aku nggak tahu bu. hanya saja aku berpikir hm,...

saat memilih

Mugel... sudah lama nggak nyebut nama itu. "pilih mana Vie ? Jkt, Jogja, Sby, Palembang, Semarang ?" Mugel ada di Jogja sekarang. Sudah hampir dua bulan dia disana. Seperti apa dia sekarang. Masih bekerja di lembaga internasional itu juga kah ? telah menikah kah dia ? "pilih mana Vie ? Jakarta atau Medan ? " Sebentar sebentar Mugel bisa ada dimana saja, " Medan adalah rumah keduaku Vie, " begitu katanya. Aku percaya itu karena dengan cintanya, dia menyebut rumahnya di kawasan Setia Budi sebagai lovely home. "pilih mana Vie ? Jakarta, Bandung, Jogja, Bali atau terserah dimana saja kau suka" Tetapi tetap saja Mugel terbang secepat elang meninggalkan sarangnya. Lovely home hanya ditempatinya paling banyak dua kali dalam setahun. Bunga-bunga kesayangannya layu nggak ada yang menyirami dan suatu ketika, ada bangkai kucing tepat di pintu rumahnya, "Vie, jika ada waktu tolong donk liat2 rumahku,"pintanya via telpon. Aku mengangguk cepat. 08524...

Gila versi Kita

Bule..... Ada insiden beberapa hari yang lalu.. Aku, Novita, dan Hetty nginep di hotel tempat Novita (seorang teman lama yang sedang berkunjung ke jakarta) di kawasan Cikini. kami bertiga teman waktu muda (kuliah,red) dulu. dulu, kami pernah punya prinsip (awas..dont try this at home..); lakukan saja kegilaan di mana kamu berada selama: 1. tidak ada orang yang kamu kenal atau kamu sukai, 2. selama kamu tidak berpikir/niat untuk kembali lagi ke tempat itu..dulu, kami sering sekali melakukannya. beberapa sih terjadi dengan mulus dan beberapa mengakibatkan hal yang memalukan.. dan we did it again... aku, novita, dan hetty. kita lagi sarapan di hotel. yah, kami melakukan kegilaan (itu istilah yg sangat tepat bagi kami) lagi. kami makan sebanyak-banyaknya. tetapi kami tidak menyadari kalo ada sepasang mata biru milik seorang bule sedang mengawasi kami bertiga. setelah kenyang, kami bermaksud kembali ke kamar dan berjalan menuju lift. ternyata ada seorang bule yang tingginya mungkin 2 meter ...

kangen kamu

Ga mudah jadi kekasihnya.tapi juga ga sesulit yang seharusnya jika aku sedikit lagi mau bersabar dan belajar menerimanya. bertengkar lagi. Dua kali dalam bulan ini. Berapa pulsa telpon yang kita habiskan untuk pertengkaran yang well...(gimana mau nikah sayang...jika terus2 an begini) Kau dimana, aku dimana. "bang, seru banget deh pertemuan tadi. Mau dengarin nggak?" "tentu donk. gimana hasilnya? "bla bla...bla...." "kayaknya seru banget yah. Ntar kita ketemuan yah." "tadi kan udah." protesku. siang memang kami ketemu. ketemu dia sekedar ngambil eh tepatnya minjem flash disknya. niatnya malemnya kerja lembur nyiapin artikel yang tertunda karena listrik padam. "Yah adek...."suaranya terdengar jadi nggak semangat. Aku ketawa ngakak. "Yah udah ketemuan deh. Jam berapa? dimana? " "Ketemu di rumah kamu aja. Kamu dah mau pulang kan? Langsung pulang yah. Ntar aku nyusul." "Yah udah.aku tunggu." Klik! dan baru...

percakapan sepasang kekasih.jangan ditiru!

aku punya seribu satu rangkaian kata yang ingin kuucapkan tapi kenapa aku malah memilih diam saat mendengar suaramu di ujung telpon... "gimana bapak?" "baik" "aku mendoakannya semalam" "oh...thanks kalo begitu." "coba tanyakan apa dia memang sudah baikan?" "yah, ntar kutanya." "kamu nggak kerja?" "nih kerja pake laptop kamu." "aku lagi ngedit nih" "oh.." "hm, apa lagi yah?" diam "yah udah ntar sore kita ketemuan yah." "hm..." "thanks yah dek." klik! percakapan paling membosankan yang pernah kulakukan dan percakapan itu justru kulakukan dengan pria yang mengaku sebagai kekasihku-katanya hiks...

what's up E ?

kjkn hari ini terima message FS dari emil... Hm, baru sekarang kerasa kangennya. awalnya sih kupikir dia sudah nikah.bukan apa-apa...emil kan dari zaman bahuela pengennya cepat nikah. aku habis dicaci makinya karena ga kunjung nikah juga. padahal dia orang yang ingin kuajak nikah hihihihihi atau hiksss hikss... ya enggaklah! emil adalah pria terakhir yang akan kunikahi jika memang ga ada laki-laki lain di dunia ini. aku dan dia ibarat arrggghhhhhhhhh...ga tu deh.bawaannya berantem mulu. itung-itung...emil dan aku puluhan kali terlibat dalam proyek dan pelayanan yang sama. sampe2 yang lain bilang dimana ada novita pasti ada emil. tapi yah itu tadi, kita selalu saja dalam banyak hal ga sepakat. ada aja yang dipertentangkan tapi justru katanya (kata banyak orang yang menilai) disitu kekuatan tim yang ada kaminya. pertentangan ini menghasilkan hal yang konstruktif. emil bagiku adalah keajaiban. dengannya (diluar bicarakan proyek pelayanan) dia lumayan dapat meneduhkan hatiku yang lebih ser...

bingung

Dia menanyakannya lagi. Kapan kita menikah? Kemarin ketika itu terlontar dari bibirnya, mataku langsung mengerjap bahagia tapi kini… Kapan? Dia? Dimana? Dia ? Pesta ? Dia (lagi!) Adat? Dia (benaran dia?!) … Jelas, logikaku makin tajam ketika itu muncul ke permukaan. “Aku kemarin mabuk, tapi kini dah sadar,”elakku. “Jadi maksudmu, aku yang sekarang mabuk?” Dia menatapku. Lembut sih tapi aku yakin dia mulai tidak nyaman dengan perkataanku. Aku melengos, mengambil minuman di depanku, memainkan pipetnya dan malah memilih terdiam. “Kapan maunya?” Emang siapa yang nikah sama kamu… “Kalo memang iyah, biar ibu bapakku bisa siap2” Hey, aku kan belum memutuskan menikah denganmu... “Jika memang tahun depan, biar gedungnya disiapkan sekarang. Tahu kan betapa susahnya mendapatkan gedung resepsi di Jakarta” Haik! Kamu siapa sih. Kok langsung mutusin lokasi tempat aku menikah…. Belahan jiwaku….itu yang dikatakannya menyebut keberadaanku. Lelaki lembut itu terlanjur mencintaiku. Dia memanggilku keju… ...

sakramen pernikahan

sampai maut memisahkan... "tapi hun...aku kasihan padanya. sejak nikah aku selalu sakit2an." di seberang suara itu makin terbata-bata. dalam keadaan sakit maupun sehat ... "dia memang gak bilang apa2. dia sabar dan telaten menjagaku," dalam keadaan susah dan senang ... "aku malu hun.aku menyusahkan dia saja." Dan dua pun menjadi satu... -------------------------------------------------------------------------------- "apa kamu mencintaiku?" "apa kamu serius denganku?" "apa kamu layak ditunggu?" -------------------------------------------------------------------------------- sekali waktu untuk pertama kalinya, aku berharap kamu yang terakhir...

akhirnya dia memilih aku

Ok...aku katakan ini secara langsung. akhirnya dia milih aku. Jangan tanya kenapa karena aku sendiri tidak tahu persis jawabnya.yah..yah..aku tahu semua pasti bilang aku gila karna nggak mendesak alasannya tapi sesungguhnya bukan itu yang penting khan..yang penting justru apakah aku yakin dia adalah orangnya. bagaimana jika ternyata bukan dia dan dia terlanjur memutuskan wanita itu (glek! setiap kali aku mengingat wanita itu, perutku langsung mual) jadi ini yang kulakukan... 1. aku menyakinkan diriku bahwa dialah orangnya 2. aku memaksa diriku untuk percaya bahwa tidak ada yang lain selain dia 3. aku secara berulang kali mengatakan kepada diriku sendiri, dia yang terbaik yang pernah ada 4.aku terus mengingatkan diriku bahwa jika aku dapat tertawa dengannya maka aku akan baik2 saja semalam dia bertanya, kenapa aku mencintainya... pertanyaan sederhana yang hm... sangat menguras energi. aku nggak ingat telah jawab apa. yang aku ingat kemudian justru adalah kamu memegang wajahku dan b...

Hari Ini setelah yang semalam

Ayah : Pagi sayang...gimana pagimu putri kecilku? Aku : Baik Ayah : Hanya itu... (menggelengkan kepala) kau yakin? Aku: Aku pernah kan mengalami hal yang lebih parah... Ayah: Separah apa yang semalam? Aku : (menunduk) Ga tahu. Aku telah menggunakan amunisiku yang terakhir dan kini aku prajurit tanpa senjata. Sepertinya kata menyerah menjadi kata yang menarik untukku Ayah: Kau anak ayah bukan? Aku : Yah.. (menatap mata Ayah dan memegang tangannya) Ayah: Kalau begitu kau tidak boleh menyerah! Aku: Aku seperti berada dalam sebuah jalan yang kini tak mampu lagi kujalani sendirian. Aku melihat dia dan aku pikir telah menemukannya. Aku berlari sekuat yang kubisa tetapi apa yang kulihat membuat langkahku terhenti. Aku memang melihatnya tapi dia bersama dengan yang lain. Ayah: Apa kau kecewa dan sedih anakku? Aku : Aku bohong jika kukatakan aku baik2 saja. Tapi kini aku memutuskan berhenti...dan menunggu. Aku tidak akan berlari mendapatkannya. Aku ingin dia menjemputku dan membawaku ke jalan y...

Pemandangan Indah Di Tuk-Tuk Pulau Samosir

Menikmati pemandangan indah tidak harus di sore hari. Di Desa Tuk Tuk Pulau Samosir Sumatera Utara, pemandangan indah justru terjadi di pagi hari. Udara dingin segar yang menyapa alam ditambah birunya air Danau Toba membuat para wisatawan rela melepaskan selimutnya dan dengan bertelanjang kaki berjalan menikmati suasana pagi. Desa Tuk Tuk merupakan tempat tujuan wisata yang paling banyak dikunjungi di Pulau Samosir. Jaraknya hanya sekitar satu jam perjalanan dari Kota Parapat yang ditempuh dengan menyeberang memakai kapal Feri. Selain pemandanan alam baharinya yang masih asri, Tuk-Tuk juga menyimpan banyak tempat wisata yang sayang jika dilewatkan. Ada Huta Raja Sillagan Ompung Batu Ginjang (sebuah perkampungan dari keturunan Raja Sillagan). Anda dapat melihat chair stone yakni kursi yang terbuat dari batu-tempat para tetua adat rapat sebelum menjatuhkan hukuman pasung terhadap warga yang melanggar adat istiadat yang telah ditentukan. Ada Air terjun atau disebut Water Fall. Ada Danau S...

Pagi Hari Di Tepi Danau Toba

Foto 1. Pagi Hari Di Tepi Danau Toba Wisatawan dengan anaknya menikmati pagi hari di dermaga penyeberangan kapal penumpang di Desa Tuk Tuk Pulau Samosir Sumatera Utara. Tuk-Tuk merupakan tempat tujuan wisata yang paling banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun manca negara seperti dari negara Jepang. Jerman, Prancis, Amerika Serikat dan Itali.

Kapal Pun Jadi Ajang Promosi

Foto 2. Kapal Pun Jadi Ajang Promosi Menurunnya jumlah wisatawan yang mengunjungi Desa Tuk Tuk di Pulau Samosir Sumatera Utara membuat para pemilik kapal kewalahan membiayai perawatan dan perbaikan kapal. Sebelumnya kapal ini telah pudar warnanya. Tetapi berkat bantuan dana pengecatan yang dikucurkan XL salah satu operator telekomunikasi, biaya pengecatan ini dapat tertanggulangi. Kapal-kapal kusam telah tampil menarik lagi. Tiga kali seminggu kapal ini berlayar ke Kota Parapat yakni hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Ongkosnya hanya Rp 7000 per orang. Selamat berlayar…

Usai Membersihkan Kapal

Foto 3. Usai Membersihkan Kapal Membawa penumpang menyeberang antar desa di Pulau Samosir Sumatera Utara menjadi sumber nafkah bagi kebanyakan penduduk di desa Tuk Tuk. Seperti yang dilakoni U. Sidabutar (62) yang sejak remaja menggantungkan hidupnya dari mengemudikan kapal penumpang. Kini dia telah memiliki dua buah kapal penumpang. Modal pembuatan satu kapal berkisar Rp 150 juta. Sayang, jumlah wisatawan yang terus menurun memaksanya hanya mengoperasikan satu kapal saja.

Kepastian

Kepastian. Bulan ini terasa berat sekali. Banyak hal yang kutunggu menjadi kepastian yang bisa kugemgam dan kupamerkan. Tapi aku bisa apa...DIA sang pemilikku belum juga memberikan jawaban atas semua ragu.Namun aku memilih bertahan. Meski mungkin tinggal seutas benang, tapi tinggal ini yang kumiliki untuk berjuang. Aku menghadapNya siang dan malam...memohon belas kasihNya atas hidupku. Kau harus tahu TUhan, betapa pentingnya bagiku untuk mendengar suaraMu kembali. Aku bisa saja berlari mengejar yang kuinginkan.. Tapi jika Kau tidak ada bersamaku, apa gunanya aku berlari Aku bisa saja pergi meninggalkan semua persoalan ini Tapi untuk apa... Aku justru akan kehilangan kesempatan melihat pekerjaan dasyatMu dalam hidupku "Tuhan, tolong jawab aku. Berkenanlah kembali berbicara kepadaku. PerkataanMU adalah perintah bagiku. Sauh yang kuat yang akan menyelamatkan hidupku."

hari pertama puasa

gawat!puasa pertama memang kudu waspada. tapi yah inilah yang baru saja terjadi.aku tengah asik-asiknya mengunyah kacang sihobuk (tau kan betapa garingnya kacang itu. enak banget)sampai kemudian ingat kalo hari ini aku puasa.duh! hm, ga tau juga yah...apa di agamaku, apa puasanya menjadi batal atau bisa dilanjutkan (kan nggak sengaja.) Tapi berhubung aku nggak tahu yah aku teruskan aja. Meski hiksss...sumpe..(maafin aku Tuhan), aku pengen juga membatalkannya (kan bisa diulang besok lagi). kenapa? Bayangin aja, hari ini rush banget. pergi ke lapas kelas 2 anak Medan trus wawancara, ambil beberapa back sound dan balik ke kantor lagi yang jauhnya ajubilah... belum lagi panas matahari dan perutku dah menjerit minta diisi. duh mama! ini puasa 40 hariku yang memasuki tahun ke 3. jika tahun lalu gereja yang mengagendakannya maka tahun ini atas inisiatif sendiri. sebenarnya nggak ingin puasa.sulit dan penuh tantangan. tapi gitu deh; apa yang nggak sulit kalo memang nggak dipaksakan. jadi yah m...

selasa kemarin

itor datang ke kotaku Senin kemarin. hatiku berbunga-bunga meski tahu pasti dia datang bukan untukku. nenek iting kesayangannya meninggal dunia. gugup juga rasanya mau ketemuan ama itor. rasanya hari berlalu begitu cepat sementara aku??? aku juga belum menemukan kata yang tepat untuk mengawali pertemuan kami. aku mencoba mereka ribuan skenario tapi yang well...(gile loe tor!) aku hanya menemukan kata hai, pa kabarmu hun...tapi ini pun ternyata hanya tersekat di kerongkongan. kami hanya berjabat tangan erat ketika aku melayat ke rumah duka. apa yang kutahu dari seorang itor? hm..nggak banyak.seperti kepingan puzzel; aku mengenalnya dari banyak sumber. imel, sms, telpon, friendster hingga blogspot. apa aku menyukainya? tentu! selain emang dia suka narsis dan ini yang selalu membuatku mual dan pengen muntah, selebihnya dia pribadi yang hangat menyenangkan. setidaknya selasa malam kemarin, aku ketemu dengan keluarga cemara itu. benar2 momen yang menyentuh sekaligus membuatku segera ingin p...