Skip to main content

Posts

kamu kalah kawan!

"baru nemuin pak sby yah?" office girl kantor tersenyum lebar melihat aku datang. aku cuman bisa tersenyum, meletakkan ransel hitam di kursi dan menghela napas panjang. "katanya pak sby bagi2 sembako" "nggak akh.ngapain juga dia bagi2 sembako."aku menselonjorkan kaki. "itu tetangga saya bilang.dia bilang orang2 pada datang ke lapangan merdeka karna pak sby mau bagi2 sembako." aku tersenyum miris. kasihan. dua hari menjelang sby datang, beberapa ruas jalan ditutup tanpa pemberitahuan. alhasil jalanan macet. mending kalo ada yang jaga. ini kagak. "dia yang mau datang, masyarakat juga yang makin disusahkan," keluh salah seorang pengendara sepeda motor yang terpaksa mepet kearahku menghindari mobil yang datang dari arah berlawanan. "susah gimana bang?"tanyaku simpatik. pengen tahu juga tanggapan masyarakat dengan kedatangan sby. "tengok ajalah dek. semua sudah susah, eh dia datang pun lebih menyusahkan. mending kalo datang ba...

aku akan melanjutkan hidupku

sekali untuk seumur hidupku aku menyembah di kaki mama dengan berurai airmata. aku katakan penyesalan karena telah membawa pria itu kedalam kehidupan keluarga kami. mama menarikku, memelukku, "bukan boru. bukan kau yang salah. mama yang terlalu sayang sama dia. padahal dia nggak sayang sama kita." aku semakin terisak. "aku minta ampun ma." seumur hidupku hanya perkara ini yang paling kusesali. mengenal seorang pria yang kemudian mengajakku menikah, melamarku di depan ibu bapakku, mengatakan rencana itu kepada keluarganya dan justru mendekati bulannya tanpa alasan yang jelas dia meninggalkanku untuk menikah dengan pacarnya. lantas aku siapanya? cukup lama aku tidak berani membuka cerita ini ke blog. tapi malam ini aku melakukannya dengan satu alasan : AKU AKAN MELANJUTKAN HIDUPKU aku sakit hati dengan yang terjadi. lukaku bertambah parah karena mama yang sudah sangat menyayangi pria itu malah jatuh sakit berbulan-bulan. semuanya semakin parah karena keluarga besarku...

pengen kayak putri

lucu yah kucing-kucing ini. kemarin aku iseng motretnya. abisnya nggak pernah motret binatang kecuali binggo- anjingku. mereka lagi main di halaman kantor walikota medan. dulunya sih si putri saja yang berani berkeliaran di kantor walikota. aku nggak pernah melihat jantannya. tapi lama nggak ke kantor walikota, eh gitu mampir malah lihat si putri sudah punya anak banyak. emang sih sempat sekali waktu ketika aku ke kantor walikota nyari kepala dinas, kak Tini - cleaning service pemko bilang kalo si putri sudah hamil. aku malah nggak ngeh gitu. hanya balas cekikikan dan bilang, "nggak hamil kak. tapi bunting." setelah itu aku melupakan kasus si putri. dan sekarang setelah aku melihat gambar ini baru kepikir, si putri siapa yang hamili ya eh maksudku siapa yang buntingi yah? emang ada kucing lain yang aku nggak tahu?? "emang namanya putri ?" tanya bang Sakyan - rekanku dari sindo. "he- eh.."balasku mengiyakan. "Tau darimana?" "Lho? yah aku tahu...

19 November ini

"ntar anakku ga boleh ketemu samamu." suara Yenni terdengar serius di ujung telpon. "emang napa? aku kan ibu babtisnya,"balasku ga mau kalah. yenni dan aku teman di lapangan. maksudnya sama-sama jurnalis. dia di media indonesia. "yah karena itu; ntar anakku kau kristenkan," aku langsung tergelak gila."kan bagus!" "Bagimu!!"bantahnya cepat. yenni dan aku selalu berusaha saling menarik untuk masuk dan mempercayai agama yang masing-masing kami peluk. tapi seberapa keras pun kami berdebat bahkan saling mengejek ajaran yang kami pahami sebagai jalan ke surga, tapi nggak pernah membuat kami terpisah. dan entah kenapa sejak dia mengandung dia selalu mengucapkan hal yang sama "aku nggak ingin anakku ketemu samamu," "kenapa ?" tanyaku jika dia mengatakan hal itu. lagi. "aku nggak ingin dia sepertimu." "Lho?" aku mendelik sewot. "Aku kan baik yen. Pintar, cantik, rajin doa, baca alkitab, punya atm di b...

dia kencing

akh, entah udah blog keberapa yang kubuat malam ini. tapi aku masih pengen nulis dan nulis. sebenarnya sih karna males pulang aja. kantor udah kosong. tinggal aku, penyiar 2, satpam satu, kalo ob? ntah! pacaran kali. hari ini untuk pertama kalinya aku masuk ke ruang kerja wakil walikota medan. wawancara khusus dengannya. "Dia dua kali kencing, "bisikku ke Denny, wartawan sumut pos saat wakil walikota itu kembali permisi ke kamar mandi. Dia mengernyit aneh, "Kok malah bahas itu?" "Kan yang lain kau udah tahu,"sambarku."lagipula, mana tau aja itu bagus untuk warna tulisanmu hihihihihihi" Dia ngedumel. "aku mau buat hasil wawancara ini dalam bentuk tanya jawab." "baguslah. jangan lupa tuliskan dia dua kali kencing sejak kita wawancarai karena gugup."jelasku. Dia mengernyit lagi dengan ekspresi lebih aneh. "darimana kau tahu dia kencing karena gugup?" "maksudmu dia diabetes?" "Hah?" aku menggelengkan ...

kapan giliranku?

"Nov, kamu kapan main ke rumahnya? Cici kan nggak punya anak perempuan. Sibuk banget nih ngurusin pernikahan adiknya Awie tanggal 11 ini " Mamanya Awie merengut nggak sabaran. aku langsung memberikan janji surga, "iyah deh ci. aku pasti datang, yah." "Nov, kau bantu2 di rumah yah waktu kakakku merit tanggal 18 ini. pake kebayamu itu. kau yang jadi penerima tamunya." Nih sms nya mustafa. balasannya, "ok d. aku senang kok dilibatkan dalam pernikahan kkmu." "Nov, ada undangan dari rezer tuh untukmu. dia jadi nikah tanggal 11 ini. kau harus datang." sapa Rini- rekan kantor sesaat aku nyampe di kantor. "tiketnya gimana nov? suamiku udah ditelpon kantornya disuruh cepat masuk kerja," tetangga depan rumah - yang baru 2 hari nikah dan harus segera balik ke jakarta trus membombardir pertanyaan sama. ---------------------------------------- aku senang dilibatkan dalam pernikahan teman2 dan kenalanku. aku senang menjadi bagian dari kebah...

pelajaran hari ini

"kamu benaran mau dicariin cowok?" temanku yang nggak bisa disebut namanya melongo bego nggak percaya. sekali lagi aku mengangguk yakin. "Lho?! Jadi kenapa kemarin kuajak merit, kau nggak mau ?" gantian aku yang melongo. "emang kapan kau mengajakku merit?" "kemarin sebelum aku menikah." aku benar2 terbodoh,"emang kau sungguhan?" dia melengos kesal,"Yah iyahlah Nov. Ngapain juga aku main2 ngajak anak orang merit." "Kok aku nggak ngeh kalo kau sungguhan?" Dia mengacak rambutku; sayang. "anak bego!tau gitu kan kita yang nikah." "tapi kan kau mengatakannya kayaknya sebulan sebelum kau menikah ? Gimana sih ? Udah deh nggak usah sarap kau." "justru itu. aku menikah dengannya karena kau menolak menikah denganku." "Jadi kalo aku katakan yah?" "Yah kamu sekarang yang jadi istriku." "Tapi waktu itu kan kamu bilangnya sambil becanda," "Becanda gimana?! aku tuh ser...

aku suka hujan

Aku suka mandi ujan. Udah lama banget ngak melakoninya. dan tadi - pulang liputan - aku melakukannya. aku bahkan tanpa malu mengangakan mulutku lebar-lebar menampung air ujan dan meminumnya. aku melakukannya sambil melarikan si merah dengan kecepatan tinggi. kubiarkan saja sopir si sedan hitam yang di samping jadi keliatan kayak slow emotion melihat aksi seronokku. sampai di parkiran kantor, bukannya segera masuk; aku malah sekali lagi- dengan kesadaran penuh - menengadahkan wajah ke atas dan sekali lagi menelan langsung air ujan yang menghujam masuk tak beraturan. rasanya nikmat dan GRATIS. aku suka hujan. aku hanya mau bilang itu.

mimpi ciuman

seharian ini aku senyum-senyum sendiri teringat mimpi dua malam terakhir ini. idih gimana bisa sih dua malam berturut-turut aku mimpi ciuman dengan dua pria berbeda. dua pria yang memang menakjubkan yang kukenal belakangan ini. kata temanku itu pertanda tidak baik, " Itu artinya kalian akan berpisah." kata temanku lainnya itu pertanda baik,"Kalau mimpinya menjelang pagi begitu biasanya bakal jadi kenyataan," apa???????????!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Oh No! Oh Yes! Glek! Ampuni aku Tuhan. Yah enggak mungkinlah. Nggak banget lagi! kenapa? karena aku udah komit nggak akan ciuman sampai di depan altar gereja dan pastornya bilang, sekarang kalian resmi jadi suami istri. muna? a little bit yeah tapi setidaknya sampai saat ini aku menepatinya. apa karena emang aku lagi kosong dan ngejomblo? Yah mungkin juga tapi nggak juga kok, soalnya jika aku mau saja, aku bisa kok melakukannya. dengan siapa? Yah dengan seseorang yang hingga kini masih menempati ruang utama di hatiku. Tapi toh ...

guci keberuntungan

pagi-pagi harusnya ke lapangan ikut pak sekda sidak pns, eh ini malah cek imel, main fs dan buat tulisan di blog. tapi emang masih rada males. apalagi semalem cape banget ngejar-ngejar dua orang paling penting edisi bulan ini. tapi semakin hari semakin baik. semuanya lebih berasa nikmat. mungkin karena koleksi kecengan yang makin nambah dan harapan kerja di tempat yang baru. semalam waktu pastor bilang minta apa yang kamu inginkan, well...rasanya seperti orang gila nyebutin begitu banyak hal yang paling kuingin.semangatnya ngalahin pembalap f1. pengen rumah yang luas, banyak pohonnya, ada kolam renangnya, ada sungai kecil, ada rumah pohon. pengen punya mobil. apa aja asal warna merah. pengen punya perusahaan sendiri, pengen nikah tahun ini dengan co yang paling tajir, co yang tergila-gila dan memujaku ampe mampus, co yang mencintaiku dan keluarga, yang bisa membuat mamaku tertawa, yang bisa ngimbangin bapak kalo ngomong, yang nggak akan ninggalin aku, terima aku apa adanya dan memperta...

Cermin

Pecahan kaca seakan menyerpih Menjadi butiran kecil Yang kapan saja bisa kuhirup Aku tidak suka Kenapa kau harus bertanya lagi Aku sudah bilang tidak suka Butiran tadi menyenangkan untuk dilihat Berkilau dan menarik Namun aku tidak suka Perangai ku mulai menjadi Aku melompati kaca itu dan terjatuh Ternyata lompatanku kurang jauh Baiknya kubersihkan serpihan itu Siapa tahu ada yang tertarik dan suka Terlebih supaya aku tidak lagi terjatuh

Aku Tahu Sahabat...

Ketika kau disakiti oleh orang yang kau kasihi, Aku tau rasa sakitnya... Ketika dia lebih memilih orang lain daripada kau, Aku tau rasa sakitnya... ketika tiba-tiba perasaanmu lega dan esok pagi ketika kau bangun, sakit itu muncul lagi dan akhirnya kau menangis, Aku tau rasa sakitnya... ketika kau membutuhkan seseorang untuk mendengarkanmu tapi ternyata kau tidak mendapatinya, Aku tau rasa sakitnya... sahabat, aku tau bagaimana perasaanmu saat ini. karena dulu aku pernah ada di posisimu: ditinggalkan, dibanding2kan, menangis, terluka... tapi aku cuma mau bilang, Tuhan lebih tau rasa sakit itu. Dia pernah ada di posisimu, bahkan jauh lebih sakit dari yang kau rasakan saat ini. kalau Dia menolongku sehingga aku masih hidup sampai saat ini, aku tau Dia juga akan melakukannya untukmu... karena satu hal: Dia mengasihimu... sahabat, Dia menerimamu apa adanya, tapi Dia tidak akan membiarkanmu hidup apa adanya... taken from lita's blog

pergi aja kalo kau mau. aku nggak peduli!

"gitu aja kamu mundur." "aku nggak mundur." "Nyatanya kamu berubah sejak baca blogku. pasti soal pernikahan itu kan." "nggak kok." "Yah terserah." "pokoknya tulis aja semua kejadian hidupmu dalam blog, aku pasti baca." klik! aku nggak pernah bertanya langsung kenapa dia berubah sejak baca blogku. katanya dia sibuk (seakan sebelum baca blog ku dia nggak sibuk saja. alasan tau!). bisa saja aku bertanya tapi untuk apa. aku cape . kalo dia serius yah syukurlah, kalo nggak yah pergilah. nggak masanya membuang waktu buat orang-orang yang nggak mau terlibat serius denganku. it's a real deal.

tahun ini nggak ikutan puasa

tahun ini aku nggak ikut puasa. ada perasaan aneh juga karena setelah 3 tahun berturut turut ikut ritual agama seberang (emang sungai vie hahhahhahah) tapi tahun ini kagak. dan aku nggak punya alasan kenapa nggak ikut. males kali. ato cape kali. soalnya setahun ini seminggu sekali pasti ada aja alasan sehari untuk berpuasa. kebanyakan sih karena emang gereja menggariskan sabtu adalah hari doa puasa. tapi emang sih dibandingkan tahun2 lalu, tahun ini aku kebanyakan puasa. dikit2 puasa.dikit2 puasa.lama-lama lagi. paling cepat tiga hari. paling lama 14 hari trus berhenti seminggu trus puasa panjang lagi. sampai mama heran, "vita!puasa terus apa nggak sakit?emang minta apa sih dari TUhan?" dan mama benar! semua puasa yang kulakukan karena aku sedang ngotot2 an dengan Tuhan tentang banyak hal dan satu hal penting. (nggak usah dijabarkanlah apa aja itu). sampai kemudian, suatu pagi, mamaku bilang ini, "apa Tuhan nggak marah kau memakai puasamu untuk memaksakan kehendakmu?...

mama sayang

mama sayang.... pagi ini aku berharap mama nggak nangis lagi. tapi mama melakukannya lagi. aku memeluk berusaha menegarkan tapi di lubuk hatiku yang paling dalam aku berteriak, tolong hentikan. mama sayang.... aku mengerti harapanmu. aku mengerti tiap butir tangisanmu. tapi ini sangat menyiksaku. tapi bisakah aku menghentikan tangisanmu jika justru itu membuatmu lebih legaan... mama sayang.... aku ingin sekali menyenangkan hatimu. doaku adalah melihatmu tertawa bahagia karena punya anak kayak aku. tapi maafin ku mama - karena aku telah berusaha tapi DIA sang pemilik kehidupanku belum juga memberikan anugrah itu. mama sayang... aku belajar begitu banyak hal darimu. betapa dalam dan kayanya cara mama mencintaiku. aku berutang begitu banyak dan tidak akan pernah terbayar hingga kapan pun. itulah sebabnya sekali waktu - saat ini - aku terus menghiba, berlutut, menyembah bahkan mengaiz kemurahanNya agar DIA sang pemilik kehidupanku segera memberikan apa yang mama inginkan untukku. mama saya...

foto bersejarah

aku dah lupa kapan tepatnya aku melihat foto ini pertama kali. Yang pasti itu waktu aku masih kuliah. aku males baca koran kompas. koran itu terlalu tebal kayak novel dalam ukuran gede. nggak asik banget megangnya buat orang yang se - mobile aku :) tapi justru foto ini membuatku nggak mampu beranjak. aku tersentuh. biasanya sih kalo udah begitu, yang kulakukan adalah mencari siapa yang motret tapi jujur ketika itu yang kulakukan malah memaki si fotografer. "gile nih manusia! bukannya nolongin atau ngajakin si bocah masuk mobil atau apa kek yang membuat bocah itu nggak kehujanan dan basah lagi, eh ini malah nyempatin motret dari tempat duduk mobil mewahnya." gitu deh gerutuan panjangku. aku juga mikir, apa yang dilakukan si fotografer abis motret anak itu. berlalukah? berteriak bilang, hoy! jangan main hujan ko.pulang sana! atau malah ngelempar uang seperak dua perak ke arah si bocah dan pergi begitu saja seperti mobil di depannya atau yang paling mungkin jika si fotografer in...

pria kemarin

mantan kamu. itu yang temanku juluki tentang pria berbadan kurus - yang jago motret - yang pernah jadi orang istimewa - dalam hidupku. aku nggak pernah menganggap dia mantanku. meski aku juga nggak bisa lagi menganggap dia kekasihku. jadi aku tidak membantah atau pun mengiyakan julukan itu. dua hari ini, aku berbincang dengan pria itu. tentang topik yang ga penting, tentang orang-orang yang ga penting. tentang yang semuanya ga penting untuk dibicarakan. tapi toh kami berbicara setelah hampir setengah tahun kami saling membisu. hari ini aku duduk di sampingnya. aku beritahu sesuatu kepadamu kawan. aku berdebar. sekali di sepanjang aku mengenalnya kemudian menjadi kekasihnya baru kali ini aku bergetar hebat. aku merasakan sensasi yang begitu mencengangkan. Padahal dulu dia bukan hanya duduk sampingku tapi juga menatap wajahku dalam-dalam, menggemgam tanganku erat-erat dan mengecupnya tapi aku tidak merasakan debaran itu. hari ini ketika aku duduk di sampingnya aku baru menyadari sesungg...

I Love You Pa

saban sore sejak 3 pekan terakhir, bapakku rajin banget nelpon. pertanyaannya sederhana, kau dimana? jemput bapaklah. hubunganku dan bapak membaik begitu cepat dari yang kuperkirakan. cuman hal sederhana kok yang kulakukan. tiap pagi, sediakan teh manis buatnya. trus sebelum berangkat pagi, menepuk-nepuk pipinya dan bilang, hoy bangun! udah siang ini , dan kalo ga terlalu malam pulang dari kantor, telpon tanya dia dimana dan apakah butuh dijemput. hasilnya ? Bapakku keenakan dan jadi manja hahahhahahah Tapi tak apalah. ini namanya menebus waktu-waktu yang telah hilang. Nah, manjanya bapak yang kadang mulai menganggu adalah nelpon nyuruh pulang cepat agar bisa makan malam bareng. nah, ancamannya ini yang membuatku suka mencak2. Dia ngancam nggak mau makan kalo aku nggak pulang dan nemani dia makan. sekali dua kali yah aku turuti juga. meski untuk itu beberapa acara hang out bareng teman batal mendadak. tapi kalo saban malam? Duh...si bapak! anakmu ini lagi program cari jodoh. masa jam ...

up grading my self

Kadang kita suka lupa yah menceritakan kebaikan yang telah kita terima. kita lebih cenderung untuk lebih mudah berkeluh kesah, menceritakan kejelekan dan kesialan yang terjadi. Padahal seharusnya porsinya berbanding terbalik. Dengan begitu hidup pasti akan lebih mudah untuk dijalani. Ini yang terjadi padaku. Alih-alih bersyukur untuk kesembuhan ibu yang well - mukzizat banget - aku malah sibuk berkeluh kesah andai bisa segera mendapatkan pekerjaan baru. Padahal di kantor yang telah begitu banyak mendidikku (red: memberi banyak kemudahan)harusnya aku pintar memanfaatkan kondisi itu. Namun justru pepatah rumput tetangga lebih hijau - itu yang kulakoni. jadi ini yang kulakukan sepekan mendatang : buat program baru untuk radio, re fresh program yang telah ada dan belajar menjadi produser untuk program IT ( yang terakhir agak berat karena hm, jujur aja - gaptek aku ini hihihihihihihi) apakah dengan begitu aku akan segera mendapatkan promosi? apakah dengan begitu daya jualku di bursa kerja a...

rencana mutasi

Sudah sebulan ini proyek buat cerpen untuk dilombakan di femina nggak juga kelar. Selain cape eh mati lampu. Giliran lampu on, ganti ide yang nguap entah kemana. Belakangan emang jarang nulis. Jangankan cerpen, blog atau bahkan diari aja nggak diisi lagi. Maunya apa sih nov…. Sudah seminggu ini pula bolak balik nanya Jakarta kemungkinan untuk mutasi ke cabang lain. Pilihan pertama, Jogja… Aku suka kota itu. Kota itu membuatku tenang. Aku pasti betah disana. Pilihan kedua, Bandung… Kota itu dingin. Kata bandung sendiri membuatku tertarik. Selain itu dekat dengan Jakarta, jadi kalo mau balik ke Medan, sepertinya lebih mudah. Pilihan ketiga, Manado… Aku punya cinta disana. Dulu. Hm, mungkin yah mungkin saja aku dapat menemukan cinta yang baru disana Dari 3 pilihan, justru Jakarta mempunyai peluang paling besar, mengapa? Jakarta pusat informasi Jakarta masih membutuhkan darah baru Mereka pernah menawarkannya Tapi aku nggak suka Jakarta. Dari dulu, sejak pertama kali menjejakkan kaki kesana...