Skip to main content

Posts

mama sayang

mama sayang.... pagi ini aku berharap mama nggak nangis lagi. tapi mama melakukannya lagi. aku memeluk berusaha menegarkan tapi di lubuk hatiku yang paling dalam aku berteriak, tolong hentikan. mama sayang.... aku mengerti harapanmu. aku mengerti tiap butir tangisanmu. tapi ini sangat menyiksaku. tapi bisakah aku menghentikan tangisanmu jika justru itu membuatmu lebih legaan... mama sayang.... aku ingin sekali menyenangkan hatimu. doaku adalah melihatmu tertawa bahagia karena punya anak kayak aku. tapi maafin ku mama - karena aku telah berusaha tapi DIA sang pemilik kehidupanku belum juga memberikan anugrah itu. mama sayang... aku belajar begitu banyak hal darimu. betapa dalam dan kayanya cara mama mencintaiku. aku berutang begitu banyak dan tidak akan pernah terbayar hingga kapan pun. itulah sebabnya sekali waktu - saat ini - aku terus menghiba, berlutut, menyembah bahkan mengaiz kemurahanNya agar DIA sang pemilik kehidupanku segera memberikan apa yang mama inginkan untukku. mama saya...

foto bersejarah

aku dah lupa kapan tepatnya aku melihat foto ini pertama kali. Yang pasti itu waktu aku masih kuliah. aku males baca koran kompas. koran itu terlalu tebal kayak novel dalam ukuran gede. nggak asik banget megangnya buat orang yang se - mobile aku :) tapi justru foto ini membuatku nggak mampu beranjak. aku tersentuh. biasanya sih kalo udah begitu, yang kulakukan adalah mencari siapa yang motret tapi jujur ketika itu yang kulakukan malah memaki si fotografer. "gile nih manusia! bukannya nolongin atau ngajakin si bocah masuk mobil atau apa kek yang membuat bocah itu nggak kehujanan dan basah lagi, eh ini malah nyempatin motret dari tempat duduk mobil mewahnya." gitu deh gerutuan panjangku. aku juga mikir, apa yang dilakukan si fotografer abis motret anak itu. berlalukah? berteriak bilang, hoy! jangan main hujan ko.pulang sana! atau malah ngelempar uang seperak dua perak ke arah si bocah dan pergi begitu saja seperti mobil di depannya atau yang paling mungkin jika si fotografer in...

pria kemarin

mantan kamu. itu yang temanku juluki tentang pria berbadan kurus - yang jago motret - yang pernah jadi orang istimewa - dalam hidupku. aku nggak pernah menganggap dia mantanku. meski aku juga nggak bisa lagi menganggap dia kekasihku. jadi aku tidak membantah atau pun mengiyakan julukan itu. dua hari ini, aku berbincang dengan pria itu. tentang topik yang ga penting, tentang orang-orang yang ga penting. tentang yang semuanya ga penting untuk dibicarakan. tapi toh kami berbicara setelah hampir setengah tahun kami saling membisu. hari ini aku duduk di sampingnya. aku beritahu sesuatu kepadamu kawan. aku berdebar. sekali di sepanjang aku mengenalnya kemudian menjadi kekasihnya baru kali ini aku bergetar hebat. aku merasakan sensasi yang begitu mencengangkan. Padahal dulu dia bukan hanya duduk sampingku tapi juga menatap wajahku dalam-dalam, menggemgam tanganku erat-erat dan mengecupnya tapi aku tidak merasakan debaran itu. hari ini ketika aku duduk di sampingnya aku baru menyadari sesungg...

I Love You Pa

saban sore sejak 3 pekan terakhir, bapakku rajin banget nelpon. pertanyaannya sederhana, kau dimana? jemput bapaklah. hubunganku dan bapak membaik begitu cepat dari yang kuperkirakan. cuman hal sederhana kok yang kulakukan. tiap pagi, sediakan teh manis buatnya. trus sebelum berangkat pagi, menepuk-nepuk pipinya dan bilang, hoy bangun! udah siang ini , dan kalo ga terlalu malam pulang dari kantor, telpon tanya dia dimana dan apakah butuh dijemput. hasilnya ? Bapakku keenakan dan jadi manja hahahhahahah Tapi tak apalah. ini namanya menebus waktu-waktu yang telah hilang. Nah, manjanya bapak yang kadang mulai menganggu adalah nelpon nyuruh pulang cepat agar bisa makan malam bareng. nah, ancamannya ini yang membuatku suka mencak2. Dia ngancam nggak mau makan kalo aku nggak pulang dan nemani dia makan. sekali dua kali yah aku turuti juga. meski untuk itu beberapa acara hang out bareng teman batal mendadak. tapi kalo saban malam? Duh...si bapak! anakmu ini lagi program cari jodoh. masa jam ...

up grading my self

Kadang kita suka lupa yah menceritakan kebaikan yang telah kita terima. kita lebih cenderung untuk lebih mudah berkeluh kesah, menceritakan kejelekan dan kesialan yang terjadi. Padahal seharusnya porsinya berbanding terbalik. Dengan begitu hidup pasti akan lebih mudah untuk dijalani. Ini yang terjadi padaku. Alih-alih bersyukur untuk kesembuhan ibu yang well - mukzizat banget - aku malah sibuk berkeluh kesah andai bisa segera mendapatkan pekerjaan baru. Padahal di kantor yang telah begitu banyak mendidikku (red: memberi banyak kemudahan)harusnya aku pintar memanfaatkan kondisi itu. Namun justru pepatah rumput tetangga lebih hijau - itu yang kulakoni. jadi ini yang kulakukan sepekan mendatang : buat program baru untuk radio, re fresh program yang telah ada dan belajar menjadi produser untuk program IT ( yang terakhir agak berat karena hm, jujur aja - gaptek aku ini hihihihihihihi) apakah dengan begitu aku akan segera mendapatkan promosi? apakah dengan begitu daya jualku di bursa kerja a...

rencana mutasi

Sudah sebulan ini proyek buat cerpen untuk dilombakan di femina nggak juga kelar. Selain cape eh mati lampu. Giliran lampu on, ganti ide yang nguap entah kemana. Belakangan emang jarang nulis. Jangankan cerpen, blog atau bahkan diari aja nggak diisi lagi. Maunya apa sih nov…. Sudah seminggu ini pula bolak balik nanya Jakarta kemungkinan untuk mutasi ke cabang lain. Pilihan pertama, Jogja… Aku suka kota itu. Kota itu membuatku tenang. Aku pasti betah disana. Pilihan kedua, Bandung… Kota itu dingin. Kata bandung sendiri membuatku tertarik. Selain itu dekat dengan Jakarta, jadi kalo mau balik ke Medan, sepertinya lebih mudah. Pilihan ketiga, Manado… Aku punya cinta disana. Dulu. Hm, mungkin yah mungkin saja aku dapat menemukan cinta yang baru disana Dari 3 pilihan, justru Jakarta mempunyai peluang paling besar, mengapa? Jakarta pusat informasi Jakarta masih membutuhkan darah baru Mereka pernah menawarkannya Tapi aku nggak suka Jakarta. Dari dulu, sejak pertama kali menjejakkan kaki kesana...
Pagi-pagi si mus wartawan teve lokal ngejemput ke kantor, "Hoy, ayo. demonya dah mulai tuh," demo lagi. kapan sih kita didengar tanpa harus demo. "come on guys, masa kita jadi wartawan demo. cari yang lainlah. yah ngasih solusi gitu," itu yang kukatakan sepekan lalu saat hampir saban hari demo anti PLN dilakukan. Tapi aku pergi juga waktu mus bilang kali ini demonya pasti bagus. emang pernah?! katanya massa nya 300 orang lebih. katanya bakal rame. katanya...yah itulah si mus. kadang aku berpikir ... 1. mungkin aja sebenarnya si mus inilah penggerak demo di kota medan 2. mungkin juga si mus ini orang yang tugasnya ngajak wartawan agar ngeliput demo itu dan untuk itu dia bayar atau yang ... 3. dia memang hobi liputan demo alias sudah addited. napa aku punya pikian begitu...karena dia jago banget ngepromosiin setiap demo agar teman2 mau meliputnya. lebih jago dari marketing profesional d. aku pun berangkat. dan benar saja teman2 wartawan dah merapat. "wah cuma d...

I miss you Ida Monroe

Aku sayang banget sama kamu. kalo nggak ada kamu, lewatlah aku. Bulan ini berat banget yah hun. waktu kamu bilang, come on Novie, tinggal 21 hari lagi, masa kamu nggak bisa tahan, aku pikir iyah juga yah. masa sih aku harus nyerah. nggak donk. cinta kan nggak hanya pria itu. masih ada pria luar biasa yang mau berjalan bersamaku seumur hidup sampai maut memisahkan atau sampai Kritus datang kedua kalinya. So, aku memutuskan untuk melakukan lagi fobiku.motret! Aku nggak punya banyak waktu hun. tapi kau bilang, lakukan semua hal seakan kamu nggak hidup lagi esok hari. jadi ini yang kulakukan.motret bunga2 di rumahku. hm, aku senang banget. kamu benar. aku menemukan surga baru yang patut aku syukuri. sesuatu yang dulunya tidak kusadari indah tapi kini membuatku ngerasa jadi wanita yang diberkati.makasih hun. aku sayang banget ama kamu. thx udah jadi sahabat yang terbaik dan terkonyol yang pernah ada. I miss you Ida Monroe...

katanya kamu pacar aku

katanya kamu pacar aku. katanya aku berubah sejak pacaran ama kamu. katanya lagi aku mendadak lebih happy sejak dekat dengan kamu. tapi aku nggak ngerasa tuh. tapi kenapa pula musti orang lain yang bilang kita pacaran. kenapa bukan kamu atau aku. aku cape pacaran. aku bosan pacaran. aku mau menikah. dengan kamu atau dengan yang lain. ga menjadi soal asal # syarat dan ketentuan berlaku.

Beri aku keberanian

Jika ibu ga ada aku pasti mati. Nggak tahu kenapa tiba2 saja tanpa alasan yang jelas, angin duduk nyesak ke ulu hati (ibu yang bilang itu angin duduk. aku ga tau. yang kutau ada pusaran yang aneh nyesak di sekitar ulu hati) aku terbangun jam 3 pagi dengan rasa sakit yang tiba2. aku bahkan harus ngesot mencapai kamar ibu dan membangunkannya. anehnya ketika itu - ketika kupikir aku pasti mati- aku malah bilang, Tuhan jangan sekarang. Come on...besok aku baru mau memulai menggarap buku baru dan pameran foto kesultanan Deli. Ayolah Tuhan...beri aku kesempatan. Setidaknya sekali lagi saja...Ayolah, setidaknya sampai aku bertemu dengannya dan bilang sekali lagi kalo aku mencintainya amat sangat. Tuhan, tolong jangan sekarang.Aku belum siap. Kau tahu aku masih belum membereskan beberapa perkara dengan ... (di otakku langsung terlintas gambar beberapa orang yang pernah dan masih melukai perasaanku). Aku harus membereskannya sebelum menghadapMu Nyatanya aku ga mati. aku baik2 aja sekarang. ibuk...

turunkan harga..gitu aja kok repot

Aku sebenarnya males bicara politik. Tetapi aku tergelitik banget ngeliat Amien Rais mengakui dia dan tim kampanye memakai dana non budgeter DKP. Mendadak dia disebut pahlawan. Dan hari ini SBY dengan resmi mengumumkan kalo dia dan timnya tidak memakai dana sepeser apapun seperti tudingan Amien - kalo semua pasangan capres di pemilu 2004 pasti mendapatkan aliran dana DKP. aku nggak akan mengomentari soal pernyataan dua tokoh penting di negeri ini. apa gunanya coba?! nggak ngaruh banget. Hm, besok minyak goreng dah turun nggak yah....

ketemuan dengan emil

Emil pulang ke Indonesia. Dia pulang karena adiknya nikah. Hanya 2 hari saja dia ada. Selebihnya harus segera balik ke Filipin. Dia ngajak ketemuan. Dia nggak banyak berubah. Mungkin hanya tambah beberapa kilo, tapi selebihnya tetap aja sama. Tinggi dan tukang cerita. Dia bilang dia mau menikah November ini, tanggal 4. “Emang cewekmu November juga kayak aku,” Dia tertawa kecil Giginya udah rapi dan putih sekarang. Nggak kayak dulu, coklat dan berlubang-lubang. “Ya enggaklah Nov. Aku milih bulan Nov justru karena sebagai kenangan untukmu. Yah karena akhirnya bukan denganmu aku menikah.,” Aku melongo bego. “Maksudnya apa sih?” “Yah, kita sudah sangat lama saling kenal. Aku bahkan lebih kenal kau Nov dibanding pacarku. Hanya karena nggak jodoh aja kita makanya kita nggak nikah.” Emil memang selalu begitu. Jago berkata-kata. Aku jelas nggak tersanjung. Mulut Emil sih kurang layak dipercaya jika menyangkut wanita. Simpanannya banyak. “Kalau aku sih dipastikan bakal nolak dijodohkann dengan...

Ketidaktaatan membuat celanaku basah

Ketidaktaatan Membuat Celanaku Basah “Kenapa sih vie, kamu nggak taat suara Tuhan?! Jelas banget kan kalo tadi Tuhan bilang tunggu sebentar. Hujan emang deras tapi cuman sebentar. Tuh kan karena nggak taat celana kamu basah total. Hanya nunggu 10 menit, hasilnya berbeda. Air hujan nggak akan menyentuhmu.“ Seharusnya aku menaati suara itu. Tapi aku malah nekat menerebos hujan sambil doa kencang-kencang, Tuhan tolong hujannya dihentikan. Aku punya alasan mengapa tetap nekat. “Tuhan, masa Kau tidak tahu kalau sejak akhir April hujan terus mendera Medan ?! Hujannya lama dan membuat kota menjadi banjir. Jika aku nggak pergi sekarang, aku nggak akan pernah tiba untuk rapat majalah gereja. Ayolah Tuhan, ini kan untuk pekerjaanMu juga,” Jadi, alih-alih memilih berteduh di rumah sakit tempat mbak Embun melahirkan (aku baru bisa menjenguknya sore ini ), aku malah mengambil jaket hujan dan pergi ketika hujan masih berupa rintik-rintik. Hanya butuh 5 menit, hujan deras menerpaku, petir mengguncan...

Pria Aneh

Hari ini aku ketemu dia. Aku hanya berani menatapnya dari jauh. Mau negur kok rasanya berat. Dia aneh sih. Hm, atau sebenarnya yang aneh itu malah aku. Sebulan lalu… “ Kau sakit yah? Pening ? Kenapa ? “ cowok itu tiba2 saja ramah dan perhatian gitu. Bukannya berterima kasih aku malah diam aja. Cowok itu aneh. Keren sih tapi yah tetap aja aneh. Lebih suka menjengkelkan daripada menyenangkan. Kecuali poin dimana dia selalu ada saat kubutuhkan. Selebihnya sangat menjengkelkan. “Kau ini gimana sih?! Kerja atau main2 kesini? “ gitu katanya tanpa melihat mukaku yang sembab karena baru menangis. Bukannya menjawab aku malah mengeluarkan D70 ku dan mulai motret. “ Amatir gini hasilnya. Baru belajar kemarin sore yah?!” kritiknya lagi. Kali ini di depan teman2. Ratusan foto yang terpampang di laptopnya dikritik. SELURUHNYA. “ Bagus kok hasilnya. Aku suka. Belajar dimana? Aku suka takjub ngeliat cewek bisa motret.” Teman cowok aneh itu – yang jauh lebih keren – tapi yang bakal menikah tahun ini hi...

hai Pablo

Pablo, aku masih saja mengkuatirkanmu. Meski kau bilang kau baik-baik saja, tapi bagaimana mungkin aku yakin jika kelakuanmu begitu. Pablo, hidup ga selalu di atas. Meski aku pun tak tahu pasti apakah tersingkir dari jajaran teratas orang penting di negeri ini termasuk "hidup di bawah" Pablo, kau bilang ingin ketemu denganku. Berkali-kali ke Medan, kita tetap saja nggak ketemu. Aku ke Jakartapun, kau malah ada di Samarinda (atau dimana Pablo? Karena begitu banyak kota yang bisa kau singgahi dalam satu hari. Jadi ketika aku tahu dia yang selalu kau temani itu tak menjabat lagi - aku pikir akan lebih muah untuk berjumpa denganmu. Tapi sepertinya aku salah, Pablo... Aku ngerasa kau semakin jauh. Mendekat pun aku tak mampu. Aku ingin merangkulmu Pablo dan bilang semua akan baik2 saja. Pablo, aku mengenalmu dan dekat bukan karena apa yang kau punya. Tetapi karena kau membuatku nyaman. Aku mengasihimu sebagai sahabat. Kau masih ingat, ketika kita sama-sama menceritakan ketololan Sy...

kacamata

Mata ini makin parah saja.Kalo nggak dipake yah pusing. sebel.ribet. sepertinya aku harus nambah min nya lagi. "kok dah pake kacamata sih,"tanya seorang teman. "He eh neh. Udah uzur," "Makanya tidur lampunya dimatikan non. Belum apa-apa dah pake kacamata,"ujar hm...well...seorang pria yang kemarin malam nyantroni rumahku "nggak kok. ini karena suka baca sambil tidur aja," akh, aku males banget dengan benda yang sekarang selalu bertengger kayak burung parkit di wajah. "Betulin dulu kacamatannya, non" Aih saking sibuknya liputan, nggak nyadar kalo kacamata dah ga berada di orbitnya. ampun... pekan kemarin lebih parah, kok bisa2nya pake kacamata sambil ngoreng ikan. tapi kok yah kesannya profesional gitu. glek! vie, nyadar donk....ga ada hubungan masak pake kacamata dengan profesional. rabun yah rabun aja nek xixiixixiixi yah beginilah aku sekarang. hm, kapan yah bisa beli contac lens.warnanya? HIJAU! aku suka karena warna mata "para ...

gamang

Ini bakal menjadi minggu kedua ibu nggak di rumah. Tadi dia meneleponku. Suaranya bergetar. Tapi katanya dia tidak menangis. Meski begitu, aku mengenal ibuku. Wanita itu bukan pribadi yang bisa menyembunyikan perasaannya. Apalagi ibu? Apa lagi keresahanmu? Sampai kapan ibu? Malam ini aku enggan pulang. Aku takut mendapati diriku menatap kosong lagi dinding2 kamar. Aku harus jujur. Aku bohong kalau mengatakan semua baik2 saja. Aku tidak kuat lagi menanggung semua ini. Aku tidak tahu lagi apa yang harus kulakukan. Apa yang harus kuteriakkan dalam doaku. Apa yang dapat kusyukuri dari semua peristiwa yang terjadi. Tuhan, adakah Kau bersamaku hari ini? Aku gamang sekali.

apa yang hendak kukatakan padamu kawan

Lama aku termenung setelah menerima sms itu. aneh! aku hanya bisa bilang kata egois! Padahal dibenakku yang sederhana jutaan kata berkelebat ingin terlontar. aku belajar mengartikan semuanya dengan menatap lurus ke depan. Apa yang hendak kukatakan kepadamu kawan... Aku nggak perlu berteriak untuk menyatakan apa yang kurasakan. rasa kecewa ini menjalar cepat memenuhi seluruh urat syaraf. berteriak pun ga ada guna sekarang. kau telah melakukannya dengan kesadaran penuh. kau menjatuhkanku begitu dalam. jika saja yang melakukannya bukan kamu kawan. jika saja yang melakukannya bukan kamu yang kuanggap belahan jiwaku, aku pasti masih bisa tegak berdiri. apa yang hendak kukatakan padamu kawan...

www.okezone.com

www.okezone.com Senin, 09/04/2007 15:44 WIB Nekat Berenang, Tubuh Andre Terbujur Kaku di Dasar Sungai MEDAN - Peringatan warga untuk tidak berenang di Sungai Denai, Medan, Sumatera Utara, tidak digubris Andre (11), warga Jalan Panglima Denai, Kelurahan Amplas, Kecamatan Medan Amplas, Sumatera Utara. Akibatnya, Andre menemui ajal saat berenang karena terseret arus ke dasar sungai sedalaman 2 meter.Salah seorang warga yang menemukan Andre pukul 13.30 WIB, Nuel (27) mengaku, tidak sengaja menemukannya. "Saat itu saya sedang mengukur kedalaman lubang, tidak sengaja mengenai tubuh Andre. Kemudian dengan bantuan warga lain, tubuh Andre bisa kita bawa ke piggir sungai," ujar Nuel saat ditemui di lokasi kejadian, Senin (9/4/2007).Dia menambahkan, saat itu warga sempat memberikan bantuan pernafasan (CPR). "Namun, tubuh Andre sudah membiru dan tidak bisa tertolong," imbuhnya.Sementara itu, ibunda Andre, Dewi Astuti (38), yang kaget anak keduanya telah tiada sempat pingsan. Wa...

sakyan

Tuhan selalu bekerja dengan caranya yang unik. Dan setiap hari aku menyukai apa yang dia lakukan. Aku baru saja ditelepon sakyan. pria itu selalu membuatku tertawa. minggu kemarin dia memangkas rambutnya. aku syok; hampir tidak mengenalinya. Dia terlihat lebih muda dan jeans biru (yang menggantikan celana bahan kebangsaannya) yang dikenakannya membuatku pangling. Dia pamer. Dia bilang dia terlihat lebih muda jadi umur 17 tahunan. 'Enak aja!" tangkisku." Kalo kau 17 an, berarti aku jalan dengan keponakanku. Kan kau yang abangan," Dia tertawa saja. Aku suka dengar nadanya. Terkadang aku berpikir sakyan ini malaikat yang lagi menyamar. tapi aku pikir lagi, ga mungkin itu. Pertama, dia suka minta ditraktir. apalagi ketika mulai tanggal 2 feb ampe 19 maret dikatakan bulan adar yakni bulan memberi. eh dia bilang ini bulan memerasku. dasar..........! Kedua, dia itu sudah haji.Yup!Sakyan itu sudah haji. Jangan pernah berharap dia mau memboncengmu jika kau wanita. jadi kupiki...