Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Novita Sianipar

Rindu Kamu

Masih banyak yang ingin diceritakan, namun diseberang sana kamu terus saja berbicara. Akh, baru semalam kita tak saling bertatap, sudah segunung selembah rasa rindu ini. Kamu terus saja berbicara, aku mendengarnya seperti nyanyian mendayu yang menelusup ke paru-paru dan memberikan sedikit nafas baru. Aku benaran kangen kamu. Setelah 15 menit berbicara, kita menutup pembicaraan sambil mengatakan I love you, hatiku langsung gamang kembali. Seperti pintu yang ditutup sepihak. Aku tidak tahu apakah kau merasakan hal yang sama. Cinta memang aneh. Cinta membuatmu nyaman namun membuatmu sakit karena merindu.                                            ditulis saat kangen abang...

Suara adzan: Tinggal menunggu waktu saja

Saya tertarik sekali membahas tentang pidatonya pak Wapres, Boediono yang menyatakan kalau suara adzan tidak perlu diperdengarkan keras-keras. Pidato yang diucapkan beliau di depan para ulama ini langsung menuai kecaman luas dari masyarakat Muslim Indonesia. Saya tertarik karena persoalan ini mengingatkan saya tentang topic esai yang baru saja saya serahkan sebagai tugas akhir di kampus. Saya cerita sedikit mengenai tugas saya tersebut. Tugas saya itu adalah menggarap perbandingan antara bunyi lonceng di Perancis pada abad ke 19 dan bunyi kentongan pada masyarakat Indonesia. Ada beberapa fakta yang menarik saya temukan: Pertama, Baik lonceng maupun kentongan sama-sama dikenal pada awal abad ke 19. Pada awal abad ke 19, listrik belum ditemukan sehingga belum ada peralatan elektronik ataupun media social seperti yang kita kenal saat ini. Baik masyarakat Perancis (khususnya yang berada di country side), dan masyarakat Indonesia masih memanfaatkan alat komunikasi tradisional berupa ...