Skip to main content

Posts

Rencana hari ini

Aku masih ngantuk dan sepertinya percuma saja tidur karena perut sudah mulai berkerut minta diisini. Hari ini memang hari yang mungkin sangat sibuk karena harus mengejar tayang menyelesaikan research proposal  sebagai bagian dari pengerjaan disertasi. Ah ya, tadi setelah berhasil merampungkan 1000 kata dan mengirimkanya ke Rachel Cole, aku sempat berupaya tidur namun tidak lelap dan malah mimpi buruk. Akh, masih saja perkara teman-teman rumah ini mengganggu pikiranku. Semogalah Tuhan memberikan jalan keluar yang terbaik bagi kami semua. Amin. Nah dalam pertemuan dengan Rachel, beberapa ide yang telah kutuang rapi dalam bentuk tulisan dibabat habis olehnya. Beberapa teori yang memang belum kucantumkan dipertanyakan. Lha iyalah masak disertasi ndak punya teori untuk menguji hipotesis hahaha... Perempuan itu memang cerdas. Aku menemukan banyak pencerahan dan semakin banyak kekuatiran mengenai kemampuanku untuk mengerjakan disertasi ini.  Mungkin yang harus kulakukan ...

Still Believe

I am looking forward what will God do in my life. So many miracles happen and I am totally be blessed. Even today, when papa is still sick in hospital; I thank to my God who provides strength for us in different ways. Well, this is a new day. I keep God's promises that He will never let me alone. I love you Daddy...

Roh Sekuler

Ya Allahku, hari ini aku diingatkan kembali tentang roh sekuler. Aku mengaku dengan jujur kalau hatiku mulai berubah, cara pandangku melihat sesuatu berubah dan reaksiku atas sesuatu menjadi berbeda pula dibandingkan ketika aku masih di Indonesia.  Sungguh, pada awalnya aku tidak tahu kalau yang kualami ini disebut dengan roh sekuler, namun pembicaran hari ini dengan kk Deti membuatku yakin, hatiku sedang dikhamiri dengan roh jahat ini. Ya Allah, memang selubungnya tipis sekali. Di Inggris ini, aku belajar menjadi pribadi yang mandiri, berani berargumentasi, berani menuntut hak, pintar membungkus kelemahan dengan cara mempresentasikannya dengan bungkusan menarik dan yang paling penting adalah bagaimana untuk diterima oleh lingkungan pergaulan. "Kau tidak perlu menjadi orang yang baik bagi orang lain. Kau cukup tidak perlu menjadi jahat kepada orang lain. " Begitulah pesan yang kuterima dan sempat kuamini karena memang itulah yang kualami langsung. Ketika aku baik dan be...

Rindu Kamu

Masih banyak yang ingin diceritakan, namun diseberang sana kamu terus saja berbicara. Akh, baru semalam kita tak saling bertatap, sudah segunung selembah rasa rindu ini. Kamu terus saja berbicara, aku mendengarnya seperti nyanyian mendayu yang menelusup ke paru-paru dan memberikan sedikit nafas baru. Aku benaran kangen kamu. Setelah 15 menit berbicara, kita menutup pembicaraan sambil mengatakan I love you, hatiku langsung gamang kembali. Seperti pintu yang ditutup sepihak. Aku tidak tahu apakah kau merasakan hal yang sama. Cinta memang aneh. Cinta membuatmu nyaman namun membuatmu sakit karena merindu.                                            ditulis saat kangen abang...

Suara adzan: Tinggal menunggu waktu saja

Saya tertarik sekali membahas tentang pidatonya pak Wapres, Boediono yang menyatakan kalau suara adzan tidak perlu diperdengarkan keras-keras. Pidato yang diucapkan beliau di depan para ulama ini langsung menuai kecaman luas dari masyarakat Muslim Indonesia. Saya tertarik karena persoalan ini mengingatkan saya tentang topic esai yang baru saja saya serahkan sebagai tugas akhir di kampus. Saya cerita sedikit mengenai tugas saya tersebut. Tugas saya itu adalah menggarap perbandingan antara bunyi lonceng di Perancis pada abad ke 19 dan bunyi kentongan pada masyarakat Indonesia. Ada beberapa fakta yang menarik saya temukan: Pertama, Baik lonceng maupun kentongan sama-sama dikenal pada awal abad ke 19. Pada awal abad ke 19, listrik belum ditemukan sehingga belum ada peralatan elektronik ataupun media social seperti yang kita kenal saat ini. Baik masyarakat Perancis (khususnya yang berada di country side), dan masyarakat Indonesia masih memanfaatkan alat komunikasi tradisional berupa ...

Mengapa siswa melakukan penembakan di sekolah

Penembakan yang dilakukan seorang siswa terhadap rekan-rekannya di sekolah menjadi hal yang berulang kali terjadi. Banyak pihak kemudian mempertanyakan tingkat kewarasan si siswa tersebut, latar belakang keluarganya dan alasan-alasan lain yang bisa menjelaskan mengapa seorang siswa tega menghujani rekan-rekannya dengan tembakan membabi buta tanpa arah dalam hitungan menit. Dari sekian banyak alasan, hal yang kini menjadi sorotan dunia internasional ialah kasus bullying. Kasus yang kental bernuansa fisik. Tulisan saya ini mengajak anda masuk ke alam pikiran si pelaku ( meski saya lebih cenderung menyebutnya si korban ) yang saya dasarkan dari pengalaman saya bersekolah di Inggris setahun terakhir ini. Saya saat ini menempuh pendidikan master bidang media di Universitas Sussex, Inggris. Tepatnya di kota wisata Brighton. Saya mempunyai harapan yang cukup besar ketika memilih Inggris sebagai tujuan studi saya. Saya membayangkan akan mendapatkan system pendidikan yang berbeda dari sarj...

A lesson from a train Ticket

I get a big lesson today. A lesson about my deepest heart. It humiliates me but as far as everyone can take any lessons from it..so let it be. I had conference today and before the day, I have booked train tickets go to Senate House (it is a part of University of London). After conference ( as I planned), I will straight a way go home but my classmate took me out for dinner. Well, I couldn't refuse it because my stomach had been singing after a few hours sitting in the conference, so yeah..I went with her. The restaurant was big, clean and tidy. As I never taste any english breakfast, so I tempted to order a full english breakfast ( even it was evening hahaha). I asked a waitress if the restaurant could provide english breakfast in the evening, the waitress just smiled and said yes, indeed. On the other hand, my classmate ordered sandwich with mozzarella cheese and one big corn soup. It was a really great dinner. We shared so many gossips hahaha and personal things in life. We did ...

Mazmur 119 : 140

JanjiMu sangat teruji, dan hambaMu mencintainya

Huw, pemuda menarik di kota Lewes

Selamat pagi. Baru bangun neh, tapi udah doa lho. Pagi ini mau cerita soal persahabatanku dengan Huw, pemuda Inggris yang kutemui di British Heart Foundatio; sebuah charity shop di kota tua Lewes, Inggris. Huw masih berusia 23 tahun, tampan, dan menarik. Dia juga cerdas dengan nilai 3A yang berarti setara cum laude di Indonesia. Oleh karena cerdas itulah, dia ditawari beberapa beasiswa oleh pemerintah negara-negara Eropa seperti, Belanda dan beberapa negara kecil di Eropa timur. Beasiswa ini tidak meliputi biaya keseluruhan, hanya menanggung biaya keringanan uang kuliah. Kira-kira sepertiganya besaran uang kuliah. Lumayanlah bila dibandingkan kuliah di Indonesia yang miskin beasiswa namun kaya akan beasiswa untuk mahasiswa miskin. Hal menarik yang ingin aku ceritakan ialah bagaimana Huw ini sangat gemar mempelajari bahasa-bahasa baru. Beberapa bahasa asing dia kuasai meski masih tingkat dasar misal bahasa Perancis, Jerman dan Rusia. Khusus untuk bahasa Rusia, dia sampai ikut ambil p...

Pertama di 2012

Hari ini melelahkan sekali. 7 jam lamanya duduk dan belajar cara lay out koran. Aku memang sempat makan tapi tak sepenuhnya habis karena memang tidurku juga tidak nyenyak. Akh, kalau sudah begini rindu sekali aku dipeluk mama sampai tertidur atau kakiku dipijat-pijat bapak sembari dia nonton. Kangen sekali kepada dua orang tuaku. Kemarin mimpi bertemu mama dan menangis di pelukannya. Mimpi itu menyadarkanku kalau aku sedang stress. Aku tidak bahagia. Aku ingin segera menyelesaikan kuliahku dan pulang. Lelah rasanya pengen mengutarakan semua yang di benak ini tapi harus ditahan karena keterbatasan bahasa. Lelah untuk terus belajar mengerti orang-orang baru dan lelah dengan ketidakpastiaan hubungan yang sedang kubina. Andai saja aku bisa kembali ke masa silam..Andai saja aku bisa memperbaiki segalanya. Malam ini leherku tegang, mataku pun tidak bisa dipejamkan. Semoga besok ada harapan baru yang membuatku tersenyum..Amin

Agama tidak membawamu ke surga

Sudah lama aku merasakan ini, lama sekali. Perasaan diperlakukan tidak adil oleh saudara sebangsa setanah air Indonesia. Itulah sebabnya saya tak begitu suka main di ranah yang satu ini, ranah yang bisa membuat orang yang tak kenal Tuhan, Allah (apapun sebutannya ) atau orang yang bahkan tak pernah berdoa, sembayang (apapun sebutannya) atau orang yang bahkan tidak pernah membaca Alkitab, Alquran (apapun sebutannya) bisa menjadi pahlawan, martir, jihad (apapun sebutannya). Dan kalau pun masih saja di malam natal ini saya tetap disodorkan artikel, perdebatan 'bisakah mengucapkan natal pada orang Kristen ' atau 'gereja dilarang dibangun diatas jalan yang berbau agama tertentu ' atau polisi masih saja harus berjaga-jaga saat umat Kristen harus merayakan natal dan hal hal lainnya....TERUS TERANG SAYA MUAK! Saya bosan harus diam. Saya bosan hanya bisa menyimpan isi kepala saya, isi hati saya kalau saya muak dengan semua yang terjadi. Saya bosan berusaha mengabaikannya. Saya...

Efek nulis di Kompasiana Part 1

Kemarin malam (kalau bahasa Medannya 'semalam' haha), usai publish tulisan pertama di Kompasiana, langsung pamer ke kekasih. Eh dia belon onlen padahal udah jam 10 malam waktu UK dan jam 11 malam waktunya dia di Londo (Belanda maksudnya). Tapi sepuluh menit kemudian dia nongol lengkap dengan mie instan kuah yang mengepul asapnya ( hahaha..lebay..gimana pulak, bisa lihat asapnya via skype haha)... "Yang, udah lihat belon tulisanku di Kompasiana ?" Dia yang masih sibuk dengan mie kuahnya, melirik bentar dan masih ngrasa ngrusu nyari kursi. "Akh! Pake lama!" "Yah bentar dek, ini juga mau duduk dulu, " La iyah juga ya, pikirku. Dia harus duduk tenang, letakkan mie kuahnya, baca tulisanku dengan tenang baru bisa kasih pendapat. Jadi kuputuskan untuk bersabar dengan klik masuk lagi ke fesbuk. Trus menit kelima dia ketawa--lama lagi. Aku curiga dia kemasukan hahaha...lebay! "Eh yang, ketawa napaan? Tulisanku jelek ya?" "Tulisan kamu lucu.....

selamat hari mamak

Sudah seharian ini aku mondar-mandir di depan Mac namun tidak juga bisa kumulai tulisan bertema ibu. Mungkin memang karena topiknya hari ibu dan bukannya hari mamak. Jadi tak sedikitpun ide melintas tentang sosok ibu di benak ini. Akhirnya kuputuskan tidur dan kini duduk lagi di depan Mac. Menit ke-10, aku tuliskan sesuatu tapi tidak yakin, tulisan itu yang kumau. Aku ingin menuliskan sesuatu buat mamakku: bukan ibu. Jadi kuputuskan main ke situs Kompasiana. Ada beberapa tulisan tentang ibu disana, tapi tak ada soal Mamak. Nah, benarkan, yang diminta tulisan itu soal ibu bukan mamak..batinku Tapi sudahlah, aku tak peduli lagi. Aku akan menuliskan soal Mamakku. Usiaku 33 tahun sekarang. Usia yang tidak menyenangkan bagi perempuan lajang batak sepertiku. Bagi mamakku, usia ini seperti beban yang terlampau berat untuk disandangnya. Seingatku, tidak pernah mamak ‘menyiksaku’ karena suatu hal yang dia inginkan. Mamak adalah perempuan sederhana yang selalu saja bisa mencukupkan dirinya bahka...

nemu bule di malam natal

Kemarin malam ketemu bule di natalan gereja. Wah ni bule sejak datang ampe pulang bawaannya mau ngobrol mulu. Asik sih cuma rada geer dikit soalnya doski cute haha..Alamak! But anyway, daku tak tau namanya. Kayaknya sih namanya Tom. Tom saha, daku ndak ingat betul. Awal ngobrol waktu daku ambil wine trus kue yang tak kumengerti rasanya, tapi berhubung lapar bin binung ndak punya teman ngobrol, daku pura-pura aja asik makan minum sambi mata sok penuh perhatian lihat dekor gereja ampe kemudian doski negur. Awalnya lagi ni, daku ga yakin dia ngajak daku ngobrol. La wong banyak bule, banyak yang tampangnya lebih menjanjikan untuk diajak ngobrol, jadi daku kagak yakin ni bule benaran ngomong kepadaku. Eh ternyata benaran dia ngajak ngobrol. Alhasil, ngobrol daku dengan bahasa Inggris menclat menclot hahahaha... Nah yang anehnya waktu di ibadah, doski ikut pembacaan alkitab di depan dan doski berbahasa Spanyol. WHAT! ni cebong ternyata spain to? Tak kirain british. Ampe kemudian pas acara b...

Menjelang siang 2

Matahari bersinar cerah siang ini. Meski tidak sehangat yang kuharapkan namun cukup menghibur di masa autumn. Rasanya tidak ingin menyianyiakan siang yang cerah ini. Rasanya semangat melahap 7 buku tebal yang kupinjam Sabtu siang di kampus. Aku sudah membaca satu diantaranya berjudul "The Selling of 9/11". Buku yang menarik karena membahas bagaimana bencana nasional menjadi komersial. Sayangnya tidak banyak membantu dengan esai yang kugarap tentang bagaimana media barat menggambarkan sepak terjang pemerintah Indonesia terkait serangan teroris di WTC Amerika Serikat 11 September 2001 lalu. Ada satu buku lain yang rasanya sudah tak sabar ingin kulahap berjudul Inside Al Qaeda: Global Network of Terror karangan Rohan Gunaratna. Buku ini menarik karena contennya berisi tentang jaringan teroris itu. Sedangkan buku lainnya (hm, gila..dimana ya aku meletakkan buku itu ?) aku pikir aku harus menghabiskannya hingga malam ini jadi besok sudah bisa buat outline esai untuk mata kulia...

Menjelang siang 1

Aneh juga rasanya membaca pikiran orang bule tentang Indonesia. Kali ini aku melakukannya lewat bacaan tebal 529 halaman berjudul, "The dark Side of Democracy". Buku karangan Michael Mann ini mengupas mengenai sisi gelap demokrasi Indonesia sejak pasca kemerdekaan. Sedikit aneh memang bagaimana penulis ini menguraikan begitu jelas kekuatan Islam yang mendominasi tapi tidak menjadi sumber utama dari demokrasi. Aha! aku suka cara dia menuliskannya. Sayangnya, aku agak sedikit kesel (tapi lebih kepada diri sendiri) karena dia lebih banyak tahu tentang negeriku daripada aku sendiri hiksssss...er Guruku (setelah menyetujui proposal esai yang akan kugarap) bilang, dia sangat tertarik tentang Indonesia. Dia ingin tahu lebih banyak lagi. Apalagi kukatakan aku ingin menguraikan apa yang terjadi dengan masyarakatku sejak Amerika Serikat secara serampangan main asal tuduh saja mengatakan Indonesia merupakan basis utama jaringan teroris di Asia. Aku juga tidak senang dengan citra negari...

Hari istimewa 2

Ayah, terima kasih buat yang semalam. Terima kasih karena tahun ini begitu istimewa sekali. Terima kasih karena aku melewati hari istimewa bersama seseorang yang sangat mencintaiku. Terima kasih karena Tuhan mengirimkan dia buatku. Pasti Ayah sangat sayang padaku hingga ayah mengirimkan dia bersama paket lainnya yang akan membuatku lengkap. Ayah, aku sangat bahagia dan aku berdoa ini untuk selamanya. Amin

Hari istimewa 1

Pagi-pagi tanggal segini biasanya mama dan bapak sudah sibuk ke kamar," Selamat ulang tahun baru, boruku." Dan setelahnya adalah mereka akan pergi ke pasar membeli ayam atau bebek untuk dimasak gulai istimewa dan seekor ikan mas yang akan dimasak arsik yummy... Tapi kali ini, aku tidak mendapatkannya karena aku berada di Inggris. Aku juga belum menelelpon mereka. Pulsaku habis hiksss.. Kangen nyokap. Kangen bokap. Sedang apa mereka ya ? Apa mereka merayakan hari jadi ini tanpa aku ?

Harus bisa

Hati ini resah. Sangat resah malah. Ada yang salah tengah terjadi di hidupku dan aku ingin menyudahinya. Harus bisa! TUhan sudah terlalu baik mengantarku sampai ke Inggris. DIA pasti berharap aku memberikan yang terbaik dalam hidupku. Harus bisa!

Ketika bapak menangis

Ada anggapan di masyarakat kalau cowok nggak boleh menangis. Ada yang lebih ekstrim mengatakan cowok yang nangis itu perempuan alias banci. Kenapa cowok nggak boleh nangis ? Kenapa kata menangis seakan diperuntukkan bagi kaum perempuan. Apa menangis menunjukkan kelemahan ? kalau begitu hipotesisnya, bisa jadi kesimpulannya perempuan adalah kaum yang lemah. Awalnya aku juga beranggapan serupa. Apalagi bapak mendidikku seperti mendidik anak laki-laki. Maklumlah anak tunggal. Jadi alih-alih dibelikan boneka, mainan di masa kecilku adalah pistol-pistolan mulai dari pistol air, karet hingga ketapel. Aku juga punya koleksi guli dan bahkan berhasil menjadikan guli sebagai sumber uang jajan sampingan karena guli hasil kemenanganku selalu saja kujual ke pihak yang kalah hihihihihi. Aku juga jago manjat pohon, masuk sungai mencari ikan atau balapan sepeda... Bapak juga selalu saja mengajarkan padaku agar jangan pernah menangis."Anak bapak nggak boleh nangis. Dunia ini kasar, jadi jangan per...