Skip to main content

Posts

Si Zahya

Namanya Zahya. Awalnya kukira namanya Jaya. Yang aku tahu tak banyak nama memakai awalan Z kecuali Zakaria atau Zainuddin. Makanya aku pikir namanya Jaya. Dia tinggi, putih, dan untuk ukuran pria, dia termasuk besar. Ups! Tubuhnya gals bukan yang itu hahahhaahha. Dia suka bola. Dia bahkan membuat lambang chelsea di screen saver hapenya. Dia mengatur sedemikian rupa pola makan dan tidurnya hanya agar dia bisa selalu mengikuti jadwal pertandingan bola. Dia bahkan nggak sanggup nyalain teve sejak kekalahan telak Chelsea di tangan MU. Nggak tahan dengar komentator ngulas kekalahan tim kesayangannya itu. Zahya, pria yang unik. Adrenalinku selalu naik turun menghadapinya. Meski kebanyakan naiknya daripada turunnya, tetap saja bersamanya semua hari bisa berlangsung tak terduga. Bicara dengannya bisa menghabiskan banyak waktu dan aku sering menyesali waktu itu berlalu dengan cepat. Dia selalu berbicara dengan tempo yang cepat dan berapi-api. Dia langsung dengan apa yang dikatakannya tidak ped...

Bang Folden - Mentor yang Luar Biasa

Pria ini namanya Folden. Dia mentorku di multimedia GBI rayon 4. Begini nih wajahnya nunggu mobil gereja untuk angkut barang dari HDTI nuju Medan Plaza. Aku memanggilnya abang meski usianya jauh dibawahku. Dia memanggilku kakak. Jadi, kalo orang dengar panggilan diantara kami memang rada aneh. Folden banyak membantu saat aku baru putus dengan kekasihku. Dia dengarin aku, nasehatin aku dan berusaha membuat suasana hati riang gembira. Aku menyayanginya karenanya. Sewaktu bagian punggungku bermasalah, dia mengangkat sebuah bangku agar aku bisa duduk seraya bertugas di kamera utama. Sesuatu yang nggak pernah terjadi di kamera utama. Dia juga buru2 membereskan peralatan kamera yang kupakai padahal sebagai anak training aku yang harus melakukannya. Dia mengantarkan roti dan anggur saat aku terluput oleh diaken waktu perjamuan kudus, menyimpankan makanan bagianku, membawa tas bentuk kotak motif bunga berwarna merah jambu milikku dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya mendorong maju ...

Novita Jolie

Foto ini diambil waktu nungguin mobil pelayanan yang ga kunjung datang. Bang Baskim jutek banget waktu motret. Maklum beliau baru kelar 3 shift pelayanan dan nyambung lagi di GBI Medan Plaza. Bang Baskim bilang, rompi pelayanan kami saingan dengan rompi petugas dishub (andai bang Obed mendengarnya hahahhahhaha). Iyah sih, aku juga bete pake rompi ini. Soalnya membuatku cowok banget. Percuma pake kemeja putih dengan detail feminin; kan tertutup rompi. Yah, rompi ini membuatku tampak gagah Tapi kita harus belajar kan liat sisi positifnya. Jadi kubilang saja, aku dah mirip Angelina Jolie di Tomb Rider hahahhahhahaha...

Thank God, mama sehat

Mama ingin sekali bermenantu. Tapi dia tidak secerewet dulu menyuruh untuk menikah atau yah setidaknya bertanya siapa yang kini mendekatiku. Mama sekarang lebih manis. Dia tidak begitu sering lagi membicarakan soal si anu yang bakal menikah, kehebohan apa yang sedang dialami keluarga yang bakal menikah and so on. Mama yang ini lebih kalem. Mama banyak berubah. Mama bilang dia sudah siap untuk segalanya. Aku tahu yang mama maksud. Aku juga sama siapnya. Aku pikir memang sudah waktunya. Hanya aku sedih membayangkan nggak ada mama saat hari bahagia itu tiba. Suatu hari – saat mama dalam titik paling gelap dalam hidupnya – aku menghadap DIA sang pemilik kehidupanku. Waktu itu aku katakan pada DIA, “Baiklah Tuhan, terserah Kau saja. Aku nyerah. Kalau Tuhan mau ambil mama, silahkan saja. Tapi tidak dalam keadaan dia sakit. Ambilah dia saat dia sehat. Aku tidak ingin seumur hidupnya semua orang melihat mama sebagai pesakitan. Aku ingin mama dan orang-orang yang mengenal keluarga kami punya ...

Bali dan Mas Ipung

Pengalaman pertama di Bali ditorehkan oleh mas Ipung. Dia menjemputku di pelabuhan (aku nyeberang dari Jogya) dan setelah mentraktirku makan siang di rumah makan kesayangannya; dia mengantarku langsung ke Kuta. Duh kayak baru kemarin kejadiannya saat aku duduk beralaskan sandalnya yang lebar makan tim tam sambil memandang langit pulau dewata yang memerah di ujung tepian Kuta. Aih mas Ipung…. baiknya dikau. Mas Ipung juga yang ngantarin sampai ke rumah mas Rama. Masih keinget rona keterkejutan di wajahnya saat tahu aku bakal nginap di rumah mas Rama. “Emang Rama siapa? “ tanyaku polos. Mas Didik – temannya mas Rama –hanya nyebutin kalo Rama dan istrinya adalah pekerja seni di Bali. Mas Didik yang mengatur agar aku dapat penginapan gratis dan ternyata Rama malah ngizinin aku di rumahnya. “Dia itu fotografer terkenal non. Dia sering pameran di luar negeri. Fotografer internasional gitu,” jelas mas Ipung. Tapi aku menganggapnya biasa saja. Aku punya Johnny TG, Arbain Rambe, Rully Resuma da...

kandidat calon suami

Kita nggak boleh gegabah bilang cinta. Justru masa yang paling nikmat adalah proses ke arah itu. Menebak dia suka kita apa kagak, bersiap ketemu dengan yang kita taksir, pusing dengan tingkah laku yang ditaksir yang kadang nggak jelas ngirim sinyalnya atau ketawa-tawa nggak jelas hanya karena dikirimi sms isinya hi…. Aku ingin sekali lagi melewati proses itu. Tapi aku belum. Ingin sih tapi yah belum jadi jangan dipaksakan. Sepertinya aku telah siap untuk jatuh cinta lagi. Setelah patah hati yang membuat runyam keluargaku, aku yakin aku siap menyambut cinta. Ups, aku baru ingat. Aku nggak punya kandidat. Hanya dua orang yang well bisalah dikompromikan tapi kan keduanya jelas banget nggak suka aku. Jadi, berarti kosong. Hm, let me see….kayaknya aku punya deh. Meski bukan kriteriaku tapi aku sayang bapaknya. Yah iyalah bapaknya kan amangboruku. It’s mean kalo co itu adalah paribanku. Orang yang digariskan menjadi pasanganmu karena adat. Seperti apa yah keberadaan anak itu sekarang. Sebu...

Dicintai kekasih sahabat

Akhirnya terungkap juga. Setelah diam hampir setengah tahun kebenaran akhirnya terungkap juga. Memang harus sabar kuncinya. "Emang loe lebih cantik dari gue ? Emang gue kalah pintar dari elo? Narsis amat sih loe Nov. Nggak mungkinlah dia suka kau. Dia hanya ingin berteman denganmu karena kamu adalah sahabatku," Suara perempuan itu seakan nyata benar teriak di depanku. Nyatanya dia ada disana - di Batam. Sedangkan aku yah ada di Medan. Tapi intonasinya nggak usah disangsikan lagi. Dia marah. Aku milih untuk bungkam. Yah gimana untuk menjelaskannya, aku memang nggak punya bukti kuat kalo kekasihnya menyukaiku. Tapi mengajakku makan siang, makan malam, nanyain kabarku tiga kali sehari; come on apa itu nggak bisa dijadikan bukti. Tapi yah sudahlah. "Yah aku minta maaf tapi sekali lagi pertimbangkanlah yang kukatakan. Dia nggak baik untukmu," "Hanya karena dia mencintaiku, itu kan masalahmu?!" Begitulah....aku pun berhenti berkomentar mengenai hubungan mereka. ...

Reaksi Hamba Tuhan Saat Hal Buruk Terjadi

“Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.” Perkataan Ayub ketika Tuhan mengizinkan iblis mencobai dia dengan tulah, penyakit kehilangan harta, keluarga dan para sahabat. (Ayub 23 : 10) “Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari tanganmu ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.” Perkataan Sadrakh, Mesakh dan Abednego ketika raja Nebukadnezar memerintahkan mereka untuk menyembah patung emas. Jika tidak disembah mereka akan dimasukkan ke perapian yang sangat panas. (Daniel 3 : 17 – 18) “Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; darimanakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.” Perkataan Daud ketika dia dikejar-kejar Raja Saul yang ingin membunuhnya. (Mazmur 121 : 1 – ...

Tinggalkan dia

"Kita nggak sedang bicara soal pengalaman kamu, " Pria itu mengatakannya lagi. Seingatku yang kedua kali dalam sejam pertama pertemuan kami. Ugh, aku sebel dia bilang itu. Aku nggak pernah protes kalo dia bicara soal ceweknya. Aku juga nggak pernah protes kalo dia cerita apa saja meski ujung2nya aku akan nanya, "jadi apa inti cerita kamu " "Kamu lagi dekat dengan siapa sekarang ?" tanyanya. Seketika itu aku ingin lenyap dari hadapannya. Apa yang dimaksud dekat? pacar? gebetan? sahabat istimewa atau apa? Apa indikator yang dimaksud dekat? Apa selalu berhubungan dengan orang yang sama dapat dikatakan dekat? Apa harus ketemu secara teratur? Apakah dengan mengirim sms kepada orang yang sama setiap hari tak peduli dibalas atau tidak; bisa disebut dekat? Kalo ya, seharusnya dia sudah tahu jawabnya. Akh, aku nggak begitu ingat lagi jawabku atas pertanyaannya. Tapi bagiku sendiri yang disebut dekat adalah dia selalu ingin berhubungan denganku. Tanpa harus punya a...

Ini ibuku

Aku kagum pada ibuku. Wanita yang telah rela rahimnya kutempati dan mengurusku hingga kini, tentulah wanita perkasa yang baik hati. Mungkin saja dia adalah malaikat. Ah tidak, dia bukan malaikat. Dia hanya perempuan biasa. Ibuku penuh dengan kekurangan. Dia bukan tipe ibu yang bisa kau banggakan di depan teman-temanmu, rekan kantormu atau pacar barumu. Tapi dia tetap ibuku. Suatu ketika aku membawa ibuku ke mall. Aku ingin membelikannya sepatu. Dengan hati-hati aku menyorongnkan sepatu bertumit rendah ke kakinya yang mulai mengerut. Sepatu itu pas, indah di kakinya. Sempurna. “Berapa harganya? “ bisik ibuku. Aku tersenyum. Ah ibu ni lah..Bukankah aku yang bayar kenapa tanya harga. “Nggak mahal kok hanya 125 ribu perak, “ Ibu membuka sepatunya “Nggak enak sepatu ini. Nggak bagus,” Aku tidak mengerti. “ Tapi kulihat bagus kok. Inikan kain bahan. Lembut dan pastinya nyaman,” “Sudahlah, ayo kita cari yang lain saja. Aku beli daster saja ya,” Ibu menarik tanganku cepat. Pramuniaga yang seja...

Buat Kamu Novita

Hidup memang tidak selalu berjalan seperti yang kita inginkan. Namun apapun yang terjadi hidup sebenarnya indah; tergantung cara kita melihatnya. Aku memang tidak selalu mendapatkan yang kuinginkan. Namun belajar bersyukur untuk yang bisa didapatkan membuat hidup lebih bisa dijalani. Aku tidak ingin mengeluh. Aku juga tak ingin menyerah. Meski pilihan menyerah kelihatan lebih mudah untuk dilakukan tapi tetap berjuang adalah pilihan yang membuatku menghargai hidup ini. Aku menjadi seperti yang sekarang ini bukanlah hasil yang instan. Namun aku adalah hasil pilihan yang kulakukan setiap hari. Jadi, sekarang aku berhati-hati menentukan pilihan karena hari ini dan esok aku ingin disebut yang berbahagia. Sahabat sejati tidak selalu hadir disampingku ketika badai itu datang tapi aku tahu dia selalu mendorongku membuat pilihan yang benar. Hal yang paling membuatku nyaman adalah mengetahui jika dia yang kuanggap sahabat ada di saat2 paling kelam dalam hidupku. Sering kali kita bersusah payah u...

Pelangi Buat Novita

Ugh, ayo Nov! Berharap lagi. Jangan berhenti. Mungkin besok ada jawabannya. Ugh, ayo Nov!Jangan bersedih. Gembira sajalah. Ini pilihanmu. Kamu yang nentukan. Ugh, ayo Nov!Pasti ada jalan keluar. Optimis donk honey. Yakin okey! Ugh, ayo Nov!Mundur dan menyerah; itu bukan kamu. Kamu tegar. Ingat kan. Ugh, ayo Nov!Jika tidak ada yang peduli mengapa kamu sedih. Yang penting kamu jalan terus. Ugh, ayo Nov!Berhenti lihat ke belakang. Come on, pintu baru menunggu untuk kamu buka. Nov, jika hari semakin buruk; awan hitam dan petir menghiasi biasanya bakal ada pelangi yang segera bersinar. Hanya saja jangan menyerah. Jangan berhenti berharap. ditulis saat berada dalam titik terendah. Sekali lagi

Yesua Hamasia -Yesuslah Tuhan

"Ma, ayo kita menghadap Tuhan. Tapi pagi ini jangan minta apapun yah. Ayo kita menyembah saja," Mama sih nggak tanya kenapa tapi aku tahu dia menungguku mengatakan sesuatu. "Ma, selama ini kan kita selalu minta selalu minta terrrusss. Coba bayangkan kalo aku dekat sama mama tapi aku selalu minta selalu minta terus. Bukan karena pengen dekat mama tapi karena pengen mama memberikan apa yang kuminta. Gimana ma, nggak enak banget kan?" Mama mengangguk. Aku mulai menyembah dengan pujian dan mama...ya ampun Dia berkali-kali menguap. "Ma, ayo donk. Hormati Tuhan. Nggak sopan ma," "Masih ngantuk.." ----------------------------------------------------------------------------- Hatiku sedih sekali pagi ini. Aku merasakan kepedihan yang mendalam mengenai doa yang selalu kunaikkan bertahun-tahun. Doa yang selalu berisi permintaan. Aku menjadi si pencari berkat. Aku tahu tidak ada yang salah dengan meminta kepada DIA yang empunya segalanya. Tapi aku si manusia...

temulak 2008

Ugh, si mama kumat lagi tuh nyediain temulawak, "ayo diminum biar sehat," gitu alasannya. heran yah si mama ni. masa anaknya sesubur ini yang makin ndut dianggap masih kurang sehat, kurang berisi. " Yah udah biar kulitmu makin bagus,"alasannya yang lain. Yang ini sih kayaknya dapat dibenarkan tapi masa harus dalam bentuk cairan kental coklat dengan rasa yang membuatku malah ngerasa jadi orang yang sakit. "udah diminum belon?" Mama ngintip dari balik pintu. "Iyah entaran ma. Ni juga lagi teleponan, "elakku. Sebenarnya bisa saja kan aku minum sambil juga berteleponan tapi aku hanya mengulur waktu mencari cara melenyapkan temulawak itu. Kalo binggo anjingku masih ada, aku dah hibahkan eh tepatnya paksa dia meminumnya. meski dia kaing-kaing tapi kan mending dia yang kupaksa daripada aku yang minum. Aku memang akhirnya minum cairan itu juga tapi dengan ritual menutup hidung, meminumnya dan menimpanya dengan secangkir besar air putih. hari ini, mama bu...

penikmat bola

Aku sih bukan mania bola tapi semalam betah juga nonton bola. meski ga tahu siapa lawan siapa dan berapa scorenya tapi yang penting adalah pemainnya cakep2 hihihihihi... aku tidur jam 3 senin dini hari aku memang bukan penikmat bola. apa serunya sih ngeliat orang-orang saling lari, rebut benda bundar itu kalo akhirnya hanya untuk ditendang. aih, kagak ngerti dah. tapi belakangan permainan ini sedikit menarik perhatian karena .... akh entahlah, aku hanya berpikir keren juga kalo aku tahu soal bola. hm, aku ngantuk.

Belajar dari hidup Hana

Pagi ini aku belajar dari kehidupan Hana. Perempuan mandul yang karena doanya masuk di kirbat Allah memperoleh anak bernama Samuel. Hana adalah istri pertama Elkana, seorang Lewi. Alkitab memang tidak menceritakan kenapa Elkana mempunyai dua istri tapi melihat latar belakang masyarakat disana, bisa jadi itu terjadi karena Hana tidak juga mempunyai anak. Nah, madunya Hana yakni Penina setiap harinya selalu mengolok-olok dan menyakiti hati Hana karena memang Penina bisa melahirkan anak bagi Elkana. Hana melewati harinya dengan kesedihan mendalam. Tetapi alih-alih mengeluhkan ketidakadilan yang menimpanya, Hana justru membawa persoalannya kepada Allah. Menjerit dalam tangisan yang dalam meminta dengan sangat agar Allah membuka rahimnya.. Dan Allah pun mengabulkannya... Alkitab lagi-lagi tidak mencatat berapa lama waktu yang diperlukan Hana untuk mengubah hatinya Allah. Namun Alkitab mencatat dengan baik ketulusan hati Hana, pengharapannya yang terajut indah dalam untaian doa dan penyembah...

silahkan registrasi ulang ke...

Teman-teman mulai bulan Maret 2008, aku tidak lagi mengaktifkan no 0813 6162 7940. Jadi selagi masih ada waktu silahkan melakukan registrasi ulang ke nomor tersebut untuk disimpan ke nomor yang baru. Maaf, aku tidak bisa mempublikasikan nomor yang baru itu melalui blog demi keamanan dan kenyamananku. Aku sangat menghargai jika teman-teman segera merespon pengumuman ini sebagai tanda niat baik dan tulus untuk terus berhubungan denganku. Aku secepatnya akan menghubungi nomor teman-teman segera setelah aku mendapat pemberitahuan registrasi ulang melalui sms atau telepon. Maaf jika aku akan mengabaikan misscalled dan lain sebagainya yang kuanggap mengganggu dan tidak sopan. Jadi maafkanlah jika kemudian, atas kelalaian teman-teman tidak segera melakukan registrasi ulang, teman-teman tidak lagi bisa menghubungiku. Tanggung jawab bukan ditanganku lagi tapi di tangan teman-teman. Aku tidak ingin dipersalahkan jika kemudian teman-teman dirugikan atas kehilangan kesempatan berhubungan dengank...

tanyain aku donk

Gempa berkekuatan 7, 3 sc melanda Medan Rabu sore. Setelah berhamburan keluar dengan panik, seisi kantor langsung ribut menghubungi atau dihubungi orang yang dikasihi. Sementara aku ? Aku bergegas masuk, langsung reportase ke Jakarta dan sesudahnya meluncur secepat kilat ke kantor Kompas. Sejak gempa hingga aku pulang semua orang masih ribut mencari tahu keadaan orang-orang yang dikasihi. Sementara aku ? Aku langsung mengedit berita, membuat tor buletin, dan siaran. Beberapa sms memang masuk bertanya soal gempa, tapi begitu deh nggak satu pun yang bertanya apakah aku baik2 saja. Jakarta, Batam, Bandung bahkan Manado hanya bertanya bagaimana Medan. Apa yang rusak? Halo.............. Si Tio, rekan kantor - pasca gempa malah jadi senyum-senyum nggak jelas gitu setelah pria yang belakangan ini sibuk bertelepon ria dengannya terdengar kuatir menanyakan keadaannya. " Aduh Nov, dia ngos-ngosan menuruni 173 lantai sambil meneleponku bertanya apakah aku baik2 saja." "Oh ya?...

14 kasih sayang di tahun tikus

Jam 00.15 Wib..."Hai Happy Valentine. Aku mencintaimu. GBU" Itu sms pertama yang kudapat hari ini. Dari siapa? Dari teman gereja. perempuan. Hm, baiklah. Jam 08. 48..." Giggles, secrets, sometimes tears...Friend through the years...Happy Valentine's Day my friend..." Nah ini dari dia yang kukasihi. 1-0 buatmu di tahun 2008. Selamat ya. Jam 08.54..."Cuaca hari ini menurut BMG Sorgawi akan ada hujan berkat, topan kegembiraan, kabut kedamaian, embun kasih sayang dan salju sukacita bagi setiap orang yang mengasihiNya. Happy Valentine ya." Ini dari sahabatku Yosri. Hayo siapa berikutnya? Jam 16.10..."Hi Happy Valentine ya..." Kalo yang ini dari pria yang pernah kutolak yang sehari kemudian nembak teman dekatku. Ih, nggak banget deh kamu. BASI LOE! Dan masih ada beberapa jam sebelum hari menggenaskan ini berlalu. waks! -------------------------------------------------------------------------------------- P.S : Coba tebak apa yang kukenakan hari in...

Mas Bakir

Aku tahu kalo suatu hari kelak Mba akan dipindahtugaskan ke daerah lain. Tentu saja aku tahu karena memang seperti itulah sistem di Kompas. Tapi aku tidak tahu ketika dia pergi, aku akan begitu sangat kehilangan. Seharusnya tidak ada perasaan apapun ketika dia pergi. Dia bukan siapa-siapaku. Tapi hati brengsek ini telah terlanjur sayang. Mataku juga seakan telah sepakat dengan hati; mereka menghujaniku dengan melodi kepedihan yang membuat pikiran terkenang akan semua hal baik dan manis yang dilewati (Ayolah vie, dia hanya pindah kota bukan mati!!!) aku merasa begitu konyol. Semua orang pasti akan menertawakanku. bagaimana mungkin aku sebegitu merasa kehilangan buat seseorang bernama Bakir. Tapi aku bisa apa?! Mas Bakir menghujaniku dengan banyak kasih. Dia memperbolehkanku duduk di kursinya, mengerecokinya saat dia kejar deadline, mengelap kacamatanya, mengangkat telponnya (ya iyalah, la wong aku produsernya hihihihi), memegang kepalanya (ketika pertama kali dia hampir mencukur botak r...