Skip to main content

Belajar dari hidup Hana

Pagi ini aku belajar dari kehidupan Hana. Perempuan mandul yang karena doanya masuk di kirbat Allah memperoleh anak bernama Samuel.

Hana adalah istri pertama Elkana, seorang Lewi. Alkitab memang tidak menceritakan kenapa Elkana mempunyai dua istri tapi melihat latar belakang masyarakat disana, bisa jadi itu terjadi karena Hana tidak juga mempunyai anak.

Nah, madunya Hana yakni Penina setiap harinya selalu mengolok-olok dan menyakiti hati Hana karena memang Penina bisa melahirkan anak bagi Elkana.

Hana melewati harinya dengan kesedihan mendalam. Tetapi alih-alih mengeluhkan ketidakadilan yang menimpanya, Hana justru membawa persoalannya kepada Allah. Menjerit dalam tangisan yang dalam meminta dengan sangat agar Allah membuka rahimnya..

Dan Allah pun mengabulkannya...

Alkitab lagi-lagi tidak mencatat berapa lama waktu yang diperlukan Hana untuk mengubah hatinya Allah. Namun Alkitab mencatat dengan baik ketulusan hati Hana, pengharapannya yang terajut indah dalam untaian doa dan penyembahannya yang sempurna kepada Allah yang nyata-nyata sejak awal menutup kandungannya.

Hana tidak menjadi lemah oleh keadaannya. Hana menjadi penyembah bahkan ketika keadaan seakan-akan dibiarkan oleh Allah untuk memusuhi dia. Hana menjadi perempuan yang berhasil menyentuh hati Allah dan membuat DIA -sang pemilik segalanya mengubah pikiraNnya akan garis takdir yang telah ditentukan atasnya.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Aku pun sedang masuk dalam kelas yang pernah diikuti Hana. Bukan kerinduan memiliki seorang anak namun kerinduan membentuk keluarga Ilahi.

Aku berdoa, aku pun dapat menyentuh hatinya Allah. Terima kasih Hana buat rekam jejak yang indah yang tertulis dalam kitab Nabi Samuel – anakmu. Terima kasih karena telah bersabar dan bertahan hingga kesudahannya.

Comments

Popular posts from this blog

liputan ke aceh

aceh... akhirnya aku menjejak kaki juga ke serambi mekah itu. dan hatiku menangis. dalam. rick paddcok-rekanku-jurnalis kawakan dari LA Times memegang tanganku. "it's ok rick, " aku menepis tangannya. kaki terus melangkah.pelan. tiap langkah hanya tangisan yang dalam. aku menghela napas. berat. sementara pastorku-Sukendra Saragih menangis pilu. raut wajahnya -God! aku tau betapa tersiksanya dia melihat ini semua. 9 tahun ia bolak-balik aceh. ratusan ribu kali. hanya untuk satu visi agar ada hidup baru yang mengalir di aceh. tapi hari ini.. gelombang tsunami meluluhlantakkan negeri ini dan menyeret ratusan ribu jiwa ke neraka. aku menarik napas lagi. kali ini lebih dalam. tapi yang terjadi aku malah muntah. Rick memegang pundakku,"are you ok vie" aku meraih lengannya. aku hanya bisa mengangguk pasrah. dan aku pun memulai liputanku. aku disana seminggu. ada banyak hal yang ingin kuceritakan. tentang kehilangan. tentang rasa sepi.tentang keputusasaan. tentang ...

Sedikit curhat ama seorang novie..

Kalo kamu...cowo impian kamu kaya gimana nov? Kalo gw...yang pasti dia seorang wanita (hehehe...iyalah)...tunggu belon selesai...dia seorang wanita yang cantik. Terus, dia harus punya suara yang bagus. Dan, gw suka cewe yang bisa maen piano, well ga terlalu jago gpp...yang penting suaranya aja harus bagus. Cewe yang manja, tapi juga bisa ambil keputusan untuk hal-hal yang penting. Yang bisa mengasihi gw apa adanya. Typicall working woman, supaya bisa menghargai sebuah jerih payah dalam mencari uang. Susah kalo punya cewe yang nantinya cuma nongkrong di rumah doang...biasanya sih jadi cewewet and cemburuan banget. Dan...cinta Tuhan. HUaaaaaaaaaaah ada ga ya wanita seperti itu ?????

Aku senang kau bahagia

Sore ini aku main ke blogmu. Kau masih saja seperti dulu. Masih saja bisa membuat tersenyum, mengernyit dan menggelengkan kepala dengan segala cerita didalamnya. Aku senang kau bahagia. Aku senang hidupmu sepertinya lengkap. Kau masih saja menyebutnya bidadari dan meski itu membuat iri, tetap saja aku suka kau masih menyebutnya begitu. Aku tahu betapa kau sangat mencintainya. Persahabatan kita memang aneh. Kalau ada tali dan ditarik lurus mungkin tidak akan pernah bisa benar-benar lurus dan mulus. Tali itu berkali-kali putus meski tentu saja entahkah kau ataukah aku yang kemudian menyambungnya lagi. Begitu terus. Aku masih ingat ketika aku menjumpaimu di bogor beberapa tahun silam. Kau menjemputku dengan mobil papamu dan mengajakku beli gorengan sambil hujan-hujanan. Namun kita bahagia. Lantas kita mutar-mutar mencari tempat lokasi bakso yang enak zaman kau masih SMA dulu (aku baru kepikirin sekarang, mengapa harus cari lokasi bakso yang tak jelas lagi dimana keberadaannya padahal di ...