Skip to main content

Posts

Angkat wajahmu nak!

Pulang sekolah anakku cerita ttg guru yang mengejeknya depan kelas. Aku yang mendengar ngumpat dalam hati karena guru yang itu lagi yang melakukannya. Bukan sekali ini saja guru ybs melakukannya.  Dia juga kerap melakukannya terhadap siswa lainnya, Dan tiap kali anakku cerita, tahun ajaran berikutnya siswa tersebut pasti pindah sekolah.  Awal dulu masih saja kubilang guru tersebut mungkin punya masalah di rumah dan mungkin juga karena mereka (siswa-siswa tsb) memang keterlaluan ributnya " Namanya manusia nak. Mungkin gurumu lelah."  Tapi karena sudah berulang kali dan bertahun, akhirnya aku berkesimpulan memang itulah karakter si guru. Jadi alih-alih menghubungi si guru karena sudah merendahkan anakku secara sepihak, maka aku berusaha menguatkan hatinya.  "Kau marah?" "Iya Mak." "Kau sedih juga?" "Iya Mak." "Lebih banyak marah atau sedihnya?" "Sedih saja Mak." Lantas kubilang hanya satu cara membalasnya yakni dengan ...

Aktifitas Pertama Bimbel Starla

Jadi kan ya, Senin tanggal 4 Agustus 2025 aku mulai bimbel Starla ( aku udah cerita soal ini di postingan sebelumnya yah). Nah karena memang niatku mau kasih yang terbaik, jadi aku sungguh-sungguh lakukan tugasku ngajar dan buat laporan disertai dokumentasi fotonya di WAG Bimbel Starla.  Berikut laporannya yah fellas Namanya Gio, kelas VI SD. Pas aku izin mau ambil foto eh dia langsung pose serius banget. Padahal aslinya lemas-lemas sepanjang pelajaran hahaha. Tapi It's okey lah ya secara jadi bagus kan buat promosi bimbel Starla hihi Ini kelompok anak kelas IV SD. Anal laki-laki yang kaos kuning namanya Jeje sedangkan yang kaos merah garis-garis hitam adalah Marsel. Nah, si Marsel ini periang anaknya. Pas ditanya siapa yang berkenan pimpin doa sebelum kelas dimulai, dia malu-malu gitu tunjuk tangan tapi masih dengan malu bilang, "Aku ga pandai kali buat doa tapi aku bisa." Duh, aku langsung happy banget karena aku tuh suka banget kalau anak-anak tuh bisa doa. Kloplah den...

Bimbel Starla

Aku buka bimbingan belajar semester ini. Iyah! Buka les kecil-kecilan buat anak PAUD, TK dan SD kelas 1- 6.  Setelah tertunda setahun lamanya, aku memutuskannya untuk mulai. Dan suami entah gimana ceritanya diam saja dan malah ikut buatin iklan bimbelku pakai Canva. Aku happy karena berarti izin sudah turun 😉 Ini bentukannya... Double happy malah karena yang daftar lumayan rame. Ada 4 siswa yang daftar hahaha. Yah ramelah untuk ukuran yang iklannya hanya kuposting di status wa pribadi saja. Malah ada yang ngomong begini, " Kenapalah baru buka sekarang"  Ini bukan pertanyaan ya melainkan pernyataan karena memang sudah lama ditunggu tapi ga pernah diujudkan, Ditunggu karena memang aku sebakat itu ngajar hahahaa... Itu kata mereka ya. Jadi izinkanlah aku mengucapkan syukur kepada Tuhanku karena sekali lagi,  Dia membuat jalanku terbuka menjadi berkat bagi banyak orang.. Wish me luck fellas 😉

Tipe Orang yang Posting Story WA

Buat status di whatsapp itu seperti bumerang. Ditulis serius, audiens menanggapi dengan candaan, Dibuat hanya sekedar candaan, eh ditarik too serious. Jatuhnya jadi hilarious ya kan Padahal status wa-ku hanya untuk kalangan terbatas saja, itupun masih disalaharti. Makanya itu menulis wa tidak terlalu menarik karena seperti ada kewajiban membalas pertanyaan orang-orang tentang status yg diposting. Kalaupun dijelaskan, belum tentu terima. Akhinya jadi perdebatan. Kalau tak nulis,  ditanya apa sudah dihide status wa dari  dia hahaha... Bgitulah lika liku per-online-nan ini.  Tipe  orang yang posting story wa itu kan bermacam-macam 1. Yang seperti wartawan online..Apa yang dilihatnya, dilakukannya  itu yang diposting 2. Yang hanya lagi pengen saja. Lagi cocok dirasanya yang dia jumpa video atau tulisan orang lain di medsos, yah dicomot jadi story wa sendiri. Intinya ga selalu tentang yang terjadi in real time 3. Yang suka cek ombak. Ini tipe orang yang pengen tahu s...

Ini Novita Sianipar

 Memulai sesuatu yang sudah lama ditinggalkan itu-mendebarkan! Setelah vakum bertahun lamanya, dan setelah mengalami perubahan yang signifikan di semua segi dalam hidup ini, memulai kembali menulis di blog itu- mendebarkan! Apa yang harus ditulis ? Apa yang harus dibagikan? Semenarik itukah kehidupanku sekarang ini ? Bahagiakah aku atau sekedar menjalaniny? Menjawab ini dan menjabarkannya dalam bentuk tulisan yang bisa saja akan dibaca oleh anak bungsuku itu- mendebarkan! Aku - sebagaimana aku selalu bilang dengan lantang-  yang selalu ingin menjadi buku yang terbuka; entah mengapa seberjalannya waktu dengan pertambahan usia dan pengalaman, aku mendapati menjadi buku terbuka itu-mendebarkan! Mendebarkan hingga aku menyadari itu yang menjadi daya tarik untuk memulai lagi. Let see, apa yang aku tuliskan berikutnya.  Beranikan dirimu. Ini masih kamu, Ini Novita Sianipar

Trying to be honest. Be real fellas

 Aku melompat-lompat dalam bicara. Kukeluarkan semuanya. Kukatakan semauku jelas. Prinsip jujur memang menakutkan. Kejujuran itu langka kawan. Temannya bernama pengorbanan. Aku menaruh hormat kepada diriku dengan meletakkan kejujuran diatas segalanya. Aku bisa kehilangan karena aku jujur. Aku bisa diturunkan karena aku jujur. Direndahkan, dipandang aneh, tak disukai adalah akibat lain kejujuran. Tapi jujur juga manis dan menenangkan. Kejujuran membuat beberapa hal jadi lebih mudah buat dijalankan.  Jadi kukatakan kepada anak didikku kalau mereka harus jujur. Kejujuran adalah hal pertama yang kukedepankan. Tidak mengapa menjadi bodoh dan tak tahu apa-apa karena bodoh itu temporary. Tidak selamanya yang bodoh seterusnya  bodoh kalau dia mau belajar. Tapi kejujuran itu karakter. Perlu kerja keras untuk  mengubahya. Ratusan buku pun tidak akan mengubahmu.  Aku sangat menyayangkan kalau mahasiswa melakukan salin tempel dalam tugas kampus. Kalau tugas sederhana saja p...

Lagu Favorit

Bila Engkau tak besertaku Kutak mau berjalan Kuperlu Tuhan pimpin langkahku  Dengan kasih karuniaMu Pimpin langkahku setiap waktu Berjalan dalam rohMu Nyatakan Tuhan kemuliaanMu Dan berjalanlah denganku -----‐-------------------‐------------------------- Lagu ini senantiasa jadi berkat bagi hidupku. Menguatkan aku disaat sulit. Meneguhkan hatiku saat aku bingung mengambil keputusan. Mendorongku untuk percaya bahwa Tuhan akan ada seperti apapun jalan didepan.  Malam ini aku mendengarnya lagi di akhir khotbah ibu pdt. Debby Bajzir. Lagu ini sangat istimewa karena sebagai anak tunggal dengan orang tua yang bolak balik sakit dan opname di rumah sakit, lagu ini memberikan jaminan bahwa aku tak pernah benar- benar sendiri. Usai dengar khotbah, aku masuk ke kamar dan melihat dua anakku tidur pulas.; aku melihat penyertaan Tuhan disana. Melihat laptop yang seharian kupakai mempersiapkan bahan kuliah di meja, aku juga melihat kebaikan Tuhan disana. Siapalah aku ini ? Apa yang sudah kup...

Dunia yang Bising

 Dunia ini memang sudah bising. Semua seperti berlomba bersuara. Bahkan dalam hening pun, otak masih saja bising dengan teriakan-teriakan yang gaduh menuntut untuk didengar duluan. Aku ga suka dunia yang bising. Keheningan sejak dulu adalah atmosfir yang kucintai. Aku bisa menikmatinya dengan hanya mendengarkan suara nafasku saja. Namun aku merasakan semakin dewasa, aku mulai kehilangan keistimewaan menikmati keheningan. Bahkan dalam diam pun, aku bisa melakukan percakapan tak putus. Dari satu cerita ke cerita lainnya, otakku saling melempar tanya, mencari jawaban dan kesemua cerita itu tidak pernah punya ujung karena sekali lagi kukatakan, aku tidak punya kendali membungkam otakku untuk diam. Keheningan menjadi mahal dan istimewa. Dia serupa seperti Tuhan; ada disana tapi tak bisa disentuh. Suara-suara gila yang ingin didengar ini telah merusak hening yang kusuka. Kenapa dunia ini menjadi bising. Kenapa semua harus bicara bersamaan. Kenapa diam pun ikut berbicara bising kalau diam...

Gila Nonton Doraemon

 Setelah berkali-kali gagal login di komputer, maka aku masuk pakai handphone. Entah apa masalahnya sampai aku ga bisa masuk ke blog ini pakai komputer. Nah, hari ini aku mau bercerita sedikit tentang kekesalan hatiku. Kesal karena anakku suka sekali nonton Doraemon. Mulai dari yang ada subtitle bahasa Indonesianya, film yang english native hingga Japan nativenya. Semua dibabat. Hebatnya lagi, si sulung bahkan memakai setelan subtitle otomatis yang disediakan di youtube. Gila ya...Meski terjemahannya terjun habis kebanyakan tidak nyambung dengan adegan yang sedang berjalan, anakku tetap aja melotot nonton sambil mulut komat-kamit membaca cepat teks terjemahan otomatis tadi. Karena dia masih kelas 1 SD, maka sesungguhnya aku mengapresiasi siasatnya tadi untuk tetap bisa menikmati kartun kesayangannya itu. Yah, anggap aja memang latihan baca. Balik soal kekesalan hatiku adalah dia betah menonton dari pagi sampai malam. Dan malam selalu diwarnai drama cemberut karena kuminta matiin tv...

Bulan Baru Profesi Baru

Memulai menulis lagi seperti mengambil pisau berkarat yang sudah lama dibiarkan dalam kolong lemari. Jariku menekan tuts komputer dengan cepat tapi tidak secepat miliaran ide yang saling berebut ingin dikeluarkan. Begitu banyak yang ingin ditulis. Betapa banyak yang ingin dibedah satu persatu. Jadi izinkan aku memulainya dengan kemampuan seorang ibu-ibu yang sudah lama hanya berkutat di dapur tanpa pernah melihat dunia luar. Itulah aku saat ini..Setidaknya seminggu sebelum aku menemukan dunia lain yang somehow disodorkan kepadaku di akhir bulan September 2021. Untuk itu aku berterima kasih atas  kesempatan yang diberikan oleh orang yang mengenal siapa aku, buat mereka yang mengenal aku dari orang lain, dan buat mereka yang memang memberikan kesempatan ini padaku secara cuma-cuma. Apapun alasannya, aku tahu ini hadiah terbaik yang bisa kuperoleh di usia 40-an ini.  Tuhan tentu saja yang mengontrol semuannya. Dengan kepercayaan yang tetap kuupayakan seperti anak kecil; aku perca...

Janji yang Ditepati

  Jumat lalu (30/10), suamiku lulus CPNS. Perasaan senang, haru bercampur di hati. Menengok ke belakang, kami memang patut mengucapkan syukur karena perjalanan CPNS dia yang tidak mudah. Sejak daftar di bulan Nov 2019, berkas suamiku ditolak karena dinilai tidak memenuhi syarat kompetensi bidang sesuai ijazah. Padahal sebenarnya sama sih hanya saja, karena dia lulusan kampus Belanda, maka tidak ditulis eksplisit di lembar ijazah dengan kompetensi yang disyaratkan. Aku nanya ke dia, apakah itu bisa diperjelas dan ternyata panitia seleksi memberi waktu seminggu untuk melakukan sanggah atas ketidaklulusan. Dan kami memakai waktu sanggah itu. Singkat cerita, dia kemudian dinyatakan lolos seleksi berkas. Wah, kami senang sekali sampai pakai berurai air mata. Terima kasih Tuhan. Kami memang sejak awal udah mendoakan hal ini dan berharap penuh kalau suamiku lulus. Jadi waktu awal ditolak, kok ya rasanya langsung nggak enak banget. Kayak nggak ada harapan. Untunglah kami sempatkan buat s...

Belajar Jadi Orang Tua

 Anakku yang sulung kini berusia 6 tahun. Sudah TK B dan mulai bisa mengeja kata-kata. Ada rasa haru, bangga, sedikit kuatir dalam membesarkannya. Namun rasa terbesarnya ialah kesadaran penuh bahwa aku kini bukan si lajang lagi tapi sudah jadi ibu. Menjadi orang tua seperti orang tuaku dulu. Suatu peran yang ternyata tidak semudah dan seenak kubayangkan. Ian, anak sulungku itu meniru habis sifat bapaknya yang berdarah Jawa Solo. Sudah dapat dibayangkan benturan yang kuperoleh dalam membesarkannya dalam lingkungan Batak Toba dimana orang-orangnya keras dan terus terang dalam menyampaikan sikap dan pikiran mereka.  Aku jujur harus kerja ekstra keras untuk mendidiknya jadi pribadi yang mengambil sisi yang positif saja dari latar belakangku dan bapaknya. Jadilah anak itu menjadi ruang percobaanku; yang sering membuatku menangis malam-malam ketika aku sadar aku melakukan kesalahan namun yang kadang membuatku berani tepuk dada, karena Ian menjadi gen yang lebih dari anak-anak s...

Mari kita Bercerita Lagi

Beberapa hari ini Tuhan mengingatkanku kembali untuk mengisi blog ini. Dulu, blog ini aku isi dengan cerita keseharianku sebagai jurnalis, anak tunggal, perempuan batak lajang yang jumplitan menemukan teman hidup. Isinya jadi macam-macam. Berwarnalah menurutku. Blog ini juga merupakan teman curhat yang setia menampung apa saja; yang biasanya lebih lugas untuk kutuliskan daripada kuceritakan ke orang lain, Yah, namanya juga benda mati. Sesukaku menulis tanpa takut diprotes. Hal yang kuyakini sebagai sumber nikmat melepaskan galauku pada masa lajang. Dan setelah aku sekolah lagi ke kota Brighton, Inggris di musim semi tahun 2011, aku tidak lagi rajin mengupdate blog ini, Kesibukan mahasiswa baru di negeri perantauan membuat hari-hariku full tenggelam dalam buku dan aktifitas kampus. Tamat di bulan September 2012, aku pun disibukkan dengan perencanaan pulang dan menikah yang kuadakan di pertengahan bulan Juli 2013. Dan and so on, and so on....bejibun peristiwa terjadi, dan terbengkalai to...

Bapak yang terhebat

Tidak semua orang memiliki bapak yang baik bukan? Akupun begitu. Setidaknya itu yang kupikirkan selama puluhan tahun sampai suatu ketika bapak mengalami masa kritis dan kehilangan kemampuannya yang paling sederhana sekalipun, misalnya untuk mengambil air minum. Sejak bapak hanya bisa terbaring, dan aku harus mengganti pampersnya dua kali sehari atau lebih, itu berarti aku juga harus mengerjakan beberapa tugas lain yang biasanya dilakukan bapak, beberapa tugas yang kuanggap begitu ringan dan sangat tidak masuk akal   kalau hanya tugas itulah yang mampu dia kerjakan. Namun kemudian ternyata tugas itu tidak ringan dan membuatku terengah-engah dalam melakukannya. Bapaklah orang yang selalu saja memperbaiki perabot-perabot yang rusak di rumah, membuat gantungan paku di dapur, ruang tamu, kamar mandi, kamar – dimana saja -   agar semua barang-barang terletak dengan rapi, alih –alih terhampar berserakan di meja ruang tamu atau dapur yang sempit. Bapak juga yang menggunting ...

Website baru "Renungan Si Burung Pipit"

Hello, aku ada kabar baik nih... Aku punya blog yang baru dan kali ini aku mengisinya setiap hari. Boleh dibaca di http://burungpipit.net/  Blog ini merupakan blog perdana dan rintisan untuk beberapa blog lainnya yang kuharap bisa memberkati kita semua. Oh ada juga lho fan page nya, bisa diakses di https://www.facebook.com/burungpipitindonesia?ref=hl Semoga berkenan meluncur kesana ya. Namun aku akan tetap mengisi blog ini kok. Jangan kuatir hihihi... I love you all..

Ditolak

Hari ini mendapat jawaban....DITOLAK!  Begitu tahu kalau itu jawabannya, lemas juga badan ini. Sebanyak apapun kata penghiburan, tidak satupun yang benar-benar mampu memberi jawaban mengapa. Tapi mungkin memang tidak perlu jawaban karena besok akan ada berkat yang lain; pekerjaan yang lain. Itu yang kutahu dan kukatakan dengan pasti. It is well. Go sleep and the sun will shine tomorrow morning. It means still there is a hope... Gnite people...

Mengampuni untuk diampuni

    Hari ini aku bertemu denganMu Ayah. Suatu pertemuan yang tidak kusangka karena terus terang saja aku sedang terburu-buru untuk mengantar temanku ke stasiun kereta.  Jadi meski aku memasuki rumahMu, aku tidak mempersiapkan diri untuk bertemu denganMu. Aku pikir, aku hanya ingin mampir saja - mengisi daftar hadir, kalau bisa dibilang begitu. Jadi aku duduk di kursi belakang dihalangin dua buah tempok dan kumpulan kepala manusia yang berwarna hitam. Posisi yang sempurna, pikirku. Namun ketika lagu itu mengalun-lagu yang aku nggak tahu judul dan liriknya-, aku mulai berpikir, "It's good. " Aku mulai mengikuti liriknya dan entah kenapa air mataku mulai turun. Oh NO! Aku nggak boleh menangis. Bukankah hari ini aku memakai maskara dan aku tidak yakin apakah itu waterproof. Jadi, aku menahannya dengan melirik ke kanan dan kiri dan mulai menghitung berapa orang yang datang dengan pasangannya (Oh yeah, aku tahu ini tak ada hubungannya, tapi setidaknya ini bisa mengal...

Benarkah kamu adalah yang kamu pakai ?

Suatu kali aku ditanya teman satu rumahku dimana dia bisa membeli coat. Refleks aku menjawab Primark (sejenis pusat perbelanjaan Matahari kalau di Indonesia). "You can get a coat there in good price," Eliza, roomateku itu menatapku. Sambil mengambil selai coklat Nuttela aku menambahkan,"But for branded coat with cheaper price, charity shop will be better. I bought some stuff from there. So, many branded stuff are provided. Sometime in half price, if you are lucky" Besoknya dia sudah pake jaket yang keren dan bermerek. Aku nggak nanya dia beli dimana karena tentu saja itu bukan urusanku. Minggu depannya, dia mengajakku ke kota (disebut kota karena emang tempat tinggalku di desa; Desa Falmer). Turun dari bus, kami segera ke mall. "I want go to Zara," kataku. Dia melihatku aneh begitu dan bertanya, "What for? There is no good there." What!!! Terus Eliza menatapku seakan-akan pandanganku tentang apa yang disebut barang bagus dan tidak bagus...

Sebulan tanpanya

Besok sudah tanggal 1 Oktober, officially kami (aku dan suami) sudah berpisah selama 1 bulan. Dia balik ke Belanda dan daku kembali ke Medan. Tidak terasa juga waktu berjalan tau-tau udah selesai aja September, tapi tetap masih ada November, Desember dan Januari yang harus dijalani sendirian. Februari masih terasa amat sangat jauh dan tidak tersentuh, padahal bulan itulah yang kami tunggu karena aku akan ke Belanda menyusulnya. Dan mengapa terasa tidak benar menunggu waktu berlalu dengan cepat sementara banyak bulan yang bisa diisi dengan sesuatu yang lebih real daripada menghitung waktu. Akh! Berpisah dengannya memang menjadi kebiasaan sejak masa pacaran. Namun berpisah dengannya dalam status suami istri adalah hal yang berbeda. Bukan karena kemudian kami bisa melakukan hubungan suami istri makanya itu berbeda, tapi ada rasa yang berbeda -seakan aku tidak menjadi utuh tanpanya-. Dengan demikian terpenuhilah Firman Tuhan, "..mereka bukan lagi dua melainkan menjadi satu tubuh....