Skip to main content

Posts

Kelas "Bergantung Penuh dengan Tuhan"

Malam ini ada satu bintang di langit. "Keren banget ya Vie," ujar Rini dari belakang. Aku dan Rini baru pulang dari acara talkshow di sebuah hotel. Aku membonceng Rini. "Lihat tuh, awannya kayak pulau Jawa gitu. Eh, ternyata ada bintangnya lagi. Gila" Rini makin kagum. Aku mendongak dan yeah, benaran keren.Tapi bukan itu yang bergejolak di hati. Aku hanya sedang berpikir, bintang ini apakah ada di negeri itu. Aku sedang membayangkan suatu negeri eh tepatnya negara. Negara yang aku ga pernah bayangkan sebelumnya. Tapi belakangan jadi sesuatu yang melekat sempurna kayak direkat mati. Israel. Aku terlalu sering berada diposisi sendirian kalo sedang memperjuangkan suatu yang penting sampai aku lupa rasanya dan caranya bagaimana meminta tolong. Friska - temanku - bilang kalo aku harus belajar bergantung penuh pada Tuhan. Aku mau tapi aku tidak tahu caranya. Sepanjang hidupku aku berusaha meraih banyak hal dengan tanganku. Sepanjang hidupku aku berjuang untuk tetap ada. S...

Hujan....aku datangggggggggggggggg

Apa yang lebih menyenangkan daripada mandi hujan dalam perjalanan pulang ke rumah. Aku selalu suka momen itu. Aku selalu suka hujan. Ehm, nggak selalu sih tapi jika dipersentasikan aku suka hujan daripada cuaca yang lain. Ehm, mungkin tepatnya aku ini si penggila hujan. Yah kecuali poin aku harus nguras rumah jika hujannya terlalu lebat hahahahha. Aku suka hujan. Hujan itu membuat aku merasa dicintai. Ketika airnya turun mengenai kepalaku trus turun membasahi setiap senti tubuhku aku seperti dipeluk, dibanjiri dengan aliran cinta yang deras namun lembut menyentuh kulitku. Duh, kamu ngerti nggak sih yang kumaksud? Enggak? Samalah! Aku juga enggak. Aku hanya mau bilang aku suka hujan titik. Jadi berhubung diluar lagi hujan, aku memutuskan pulang. Hujan....aku datangggggggggggggg

Aku suka hari ini dan esok

Besok aku akan bertemu dengan sahabatku Niki. Ini akan menjadi hari yang paling menyenangkan. Aku selalu tidak sabar bertemu dengan dia dan meskipun telah bertemu aku sudah tidak sabar menunggu pertemuan selanjutnya. Mengapa? Karena aku melihat diriku dalam dirinya tapi dalam keadaan yang lebih baik. Aneh? Mungkin. Tapi tidak bagiku. Niki selalu membuatku tahu bahwa aku spesial dan patut mendapatkan yang terbaik. Niki selalu tahu bagaimana menaikkan dan merendahkan egoku agar tetap membumi tanpa melupakan kalo aku rajawali. Hm, hari yang menyenangkan. Aku suka hari ini. n.b : Diposting sesaat setelah memutuskan menjadi Novita Si Gembira Hati hihihihihih

AKu ini Novita Si Gembira Hati

Dulu tiap kali aku sedih yang kulakukan adalah masuk ke lemari pakaian menangis dan teriak kuat-kuat. Kini tiap kali aku sedih yang kulakukan adalah masuk ke kamar, mengambil gitar dan membiarkan airmataku menetes bersama nada nggak jelas yang dihasilkan permainan jariku. Aku tidak mengerti kenapa sedih lebih bisa menguras tenaga dibandingkan gembira. Padahal jika aku gembira aku bisa loncat setinggi yang kubisa, lari sekencang yang kubisa atau berteriak sekuat yang kubisa. Lebih menguras energi kan? Tapi justru sedih menguras tenaga lebih dibandingkan gembira meski aktifitas yang dilakukan hanyalah meneteskan airmata dan termangu seperti orang bego. Mengapa? Mungkin saja ada saraf sedih yang langsung mereaksi tajam mengambil seluruh serum tenaga yang kupunya dan menggantikannya dengan sesuatu yang melemaskan semua otot. Entahlah, aku nggak ahli disini. Setelah aku merenung, sepanjang hidupku yang hampir 30 tahun ini aku lebih banyak sedih daripada gembiranya. Mengapa hanya kesedihan s...

Ultah Mama

Ritual hari ini bangun pagi trus ke kamar mama dan menciumnya, "hepi b'day yah ma..." Mama sih nggak ngomong apapun. Seminggu ini dia juga nggak mau bilang mau kado apa. Aih, dan hingga kini aku juga nggak punya ide apapun untuknya. "Wis, mamaku ultah. Kau ke rumah yah. Biar mama masak enak untukmu." Wismi rekanku yang di Kompas itu hanya tersenyum. Nggak bilang yah dan enggak bilang tidak juga. Alhasil aku mabur. Yah sudahlah. Padahal sebulan lalu mama nanyain dia dan pengen dia main kerumah kami lagi. "Kok dari banyak temanku, kok Wismi yang paling mama suka sampai pengen dia main kembali ke rumah, " tanyaku waktu itu. "Iyah dia pintar," pendek aja ucapan mama yang makin membuatku penasaran. Kalo soal pintar, teman2ku yang datang kerumah rata2 pintar (namanya juga novi anak yang pintar; teman2nya pintar juga donk hihihihihii). Tapi kok Wismi? Wismi hanya sekali ke rumah. Waktu itu pergantian tahun dan karena habis bantuin dia "masukin...

komen soal foto nyokap

"Gimana sih Nov, masa foto mamamu yang begitu kau posting diblogmu? Cowo yang awalnya tertarik padamu bisa ilfil punya calon mertua begitu." Itu komentar sahabatku siang tadi saat lunch bareng di Pajus (Pajak USU). Foto yang dia maksud adalah foto di blog judul Thank God. Mama sehat. "Wah gila kau. Foto bagus itu. Lama aku menunggunya," Dia mendelik nggak mengerti. " Anglenya itu lho Nov. Jelek banget sudut pengambilannya. Lagi nonton pula itu" Aku tersenyum. "Tapi untuk mengambilnya kau tahu, aku menunggu bertahun-tahun, dengan doa, puasa dan air mata." Dia tetap nggak mengerti. "Sulit sekali melihat momen mamaku tertidur sementara dia sebenarnya ingin nonton sinetron. Itu artinya mamaku bisa tidur tanpa obat tidur. Sesuatu yang butuh doa, puasa dan airmata untuk melihatnya." ------------------------------------------------------------------------------------------ Aku tidak peduli apakah akhirnya dia mengerti atau tidak dengan penjel...

Ke Rumah Calon Mertua

Hidupku kacau banget sebulan terakhir. Semua jadi salah. Bahkan hal sederhana pun bisa berbuah petaka. Aku menyesal dengan semuanya. Ngerasa menjadi jahat banget dengan orang-orang yang harusnya memperoleh cinta dan rasa respekku. Maafin aku plis. “Novi ini kan lebih Jawa dari orang Jawa. Hatinya lembut meski bicara meledak-ledak, “ Komentar itu keluar ketika aku nggak juga bisa mengeluarkan amarahku. Padahal dengan segala kekacauan yang terjadi – di luar diriku – aku berhak untuk memaki. Tapi aku nggak juga melakukannya. Aku memilih diam sebagai tanda amarahku benar2 sudah klimaks. Aih, súdala aku nggak mau membicarakannya. Pekan lalu sahabatku pergi ke Bandung menemui calon mertuanya. Dia bilang keluarga kekasihnya tidak suka padanya. Dia bilang dia pernah diusir oleh mama kekasihnya. Dia bilang dia dianggap sebagai sumber masalah bagi kekasihnya. Aku jadi teringat ketika dua tahun lalu aku mengunjungi calon mertua di Jakarta. Semuanya disiapkan. Mulai dari model rambut, pakaian, se...

Si Zahya

Namanya Zahya. Awalnya kukira namanya Jaya. Yang aku tahu tak banyak nama memakai awalan Z kecuali Zakaria atau Zainuddin. Makanya aku pikir namanya Jaya. Dia tinggi, putih, dan untuk ukuran pria, dia termasuk besar. Ups! Tubuhnya gals bukan yang itu hahahhaahha. Dia suka bola. Dia bahkan membuat lambang chelsea di screen saver hapenya. Dia mengatur sedemikian rupa pola makan dan tidurnya hanya agar dia bisa selalu mengikuti jadwal pertandingan bola. Dia bahkan nggak sanggup nyalain teve sejak kekalahan telak Chelsea di tangan MU. Nggak tahan dengar komentator ngulas kekalahan tim kesayangannya itu. Zahya, pria yang unik. Adrenalinku selalu naik turun menghadapinya. Meski kebanyakan naiknya daripada turunnya, tetap saja bersamanya semua hari bisa berlangsung tak terduga. Bicara dengannya bisa menghabiskan banyak waktu dan aku sering menyesali waktu itu berlalu dengan cepat. Dia selalu berbicara dengan tempo yang cepat dan berapi-api. Dia langsung dengan apa yang dikatakannya tidak ped...

Bang Folden - Mentor yang Luar Biasa

Pria ini namanya Folden. Dia mentorku di multimedia GBI rayon 4. Begini nih wajahnya nunggu mobil gereja untuk angkut barang dari HDTI nuju Medan Plaza. Aku memanggilnya abang meski usianya jauh dibawahku. Dia memanggilku kakak. Jadi, kalo orang dengar panggilan diantara kami memang rada aneh. Folden banyak membantu saat aku baru putus dengan kekasihku. Dia dengarin aku, nasehatin aku dan berusaha membuat suasana hati riang gembira. Aku menyayanginya karenanya. Sewaktu bagian punggungku bermasalah, dia mengangkat sebuah bangku agar aku bisa duduk seraya bertugas di kamera utama. Sesuatu yang nggak pernah terjadi di kamera utama. Dia juga buru2 membereskan peralatan kamera yang kupakai padahal sebagai anak training aku yang harus melakukannya. Dia mengantarkan roti dan anggur saat aku terluput oleh diaken waktu perjamuan kudus, menyimpankan makanan bagianku, membawa tas bentuk kotak motif bunga berwarna merah jambu milikku dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya mendorong maju ...

Novita Jolie

Foto ini diambil waktu nungguin mobil pelayanan yang ga kunjung datang. Bang Baskim jutek banget waktu motret. Maklum beliau baru kelar 3 shift pelayanan dan nyambung lagi di GBI Medan Plaza. Bang Baskim bilang, rompi pelayanan kami saingan dengan rompi petugas dishub (andai bang Obed mendengarnya hahahhahhaha). Iyah sih, aku juga bete pake rompi ini. Soalnya membuatku cowok banget. Percuma pake kemeja putih dengan detail feminin; kan tertutup rompi. Yah, rompi ini membuatku tampak gagah Tapi kita harus belajar kan liat sisi positifnya. Jadi kubilang saja, aku dah mirip Angelina Jolie di Tomb Rider hahahhahhahaha...

Thank God, mama sehat

Mama ingin sekali bermenantu. Tapi dia tidak secerewet dulu menyuruh untuk menikah atau yah setidaknya bertanya siapa yang kini mendekatiku. Mama sekarang lebih manis. Dia tidak begitu sering lagi membicarakan soal si anu yang bakal menikah, kehebohan apa yang sedang dialami keluarga yang bakal menikah and so on. Mama yang ini lebih kalem. Mama banyak berubah. Mama bilang dia sudah siap untuk segalanya. Aku tahu yang mama maksud. Aku juga sama siapnya. Aku pikir memang sudah waktunya. Hanya aku sedih membayangkan nggak ada mama saat hari bahagia itu tiba. Suatu hari – saat mama dalam titik paling gelap dalam hidupnya – aku menghadap DIA sang pemilik kehidupanku. Waktu itu aku katakan pada DIA, “Baiklah Tuhan, terserah Kau saja. Aku nyerah. Kalau Tuhan mau ambil mama, silahkan saja. Tapi tidak dalam keadaan dia sakit. Ambilah dia saat dia sehat. Aku tidak ingin seumur hidupnya semua orang melihat mama sebagai pesakitan. Aku ingin mama dan orang-orang yang mengenal keluarga kami punya ...

Bali dan Mas Ipung

Pengalaman pertama di Bali ditorehkan oleh mas Ipung. Dia menjemputku di pelabuhan (aku nyeberang dari Jogya) dan setelah mentraktirku makan siang di rumah makan kesayangannya; dia mengantarku langsung ke Kuta. Duh kayak baru kemarin kejadiannya saat aku duduk beralaskan sandalnya yang lebar makan tim tam sambil memandang langit pulau dewata yang memerah di ujung tepian Kuta. Aih mas Ipung…. baiknya dikau. Mas Ipung juga yang ngantarin sampai ke rumah mas Rama. Masih keinget rona keterkejutan di wajahnya saat tahu aku bakal nginap di rumah mas Rama. “Emang Rama siapa? “ tanyaku polos. Mas Didik – temannya mas Rama –hanya nyebutin kalo Rama dan istrinya adalah pekerja seni di Bali. Mas Didik yang mengatur agar aku dapat penginapan gratis dan ternyata Rama malah ngizinin aku di rumahnya. “Dia itu fotografer terkenal non. Dia sering pameran di luar negeri. Fotografer internasional gitu,” jelas mas Ipung. Tapi aku menganggapnya biasa saja. Aku punya Johnny TG, Arbain Rambe, Rully Resuma da...

kandidat calon suami

Kita nggak boleh gegabah bilang cinta. Justru masa yang paling nikmat adalah proses ke arah itu. Menebak dia suka kita apa kagak, bersiap ketemu dengan yang kita taksir, pusing dengan tingkah laku yang ditaksir yang kadang nggak jelas ngirim sinyalnya atau ketawa-tawa nggak jelas hanya karena dikirimi sms isinya hi…. Aku ingin sekali lagi melewati proses itu. Tapi aku belum. Ingin sih tapi yah belum jadi jangan dipaksakan. Sepertinya aku telah siap untuk jatuh cinta lagi. Setelah patah hati yang membuat runyam keluargaku, aku yakin aku siap menyambut cinta. Ups, aku baru ingat. Aku nggak punya kandidat. Hanya dua orang yang well bisalah dikompromikan tapi kan keduanya jelas banget nggak suka aku. Jadi, berarti kosong. Hm, let me see….kayaknya aku punya deh. Meski bukan kriteriaku tapi aku sayang bapaknya. Yah iyalah bapaknya kan amangboruku. It’s mean kalo co itu adalah paribanku. Orang yang digariskan menjadi pasanganmu karena adat. Seperti apa yah keberadaan anak itu sekarang. Sebu...

Dicintai kekasih sahabat

Akhirnya terungkap juga. Setelah diam hampir setengah tahun kebenaran akhirnya terungkap juga. Memang harus sabar kuncinya. "Emang loe lebih cantik dari gue ? Emang gue kalah pintar dari elo? Narsis amat sih loe Nov. Nggak mungkinlah dia suka kau. Dia hanya ingin berteman denganmu karena kamu adalah sahabatku," Suara perempuan itu seakan nyata benar teriak di depanku. Nyatanya dia ada disana - di Batam. Sedangkan aku yah ada di Medan. Tapi intonasinya nggak usah disangsikan lagi. Dia marah. Aku milih untuk bungkam. Yah gimana untuk menjelaskannya, aku memang nggak punya bukti kuat kalo kekasihnya menyukaiku. Tapi mengajakku makan siang, makan malam, nanyain kabarku tiga kali sehari; come on apa itu nggak bisa dijadikan bukti. Tapi yah sudahlah. "Yah aku minta maaf tapi sekali lagi pertimbangkanlah yang kukatakan. Dia nggak baik untukmu," "Hanya karena dia mencintaiku, itu kan masalahmu?!" Begitulah....aku pun berhenti berkomentar mengenai hubungan mereka. ...

Reaksi Hamba Tuhan Saat Hal Buruk Terjadi

“Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.” Perkataan Ayub ketika Tuhan mengizinkan iblis mencobai dia dengan tulah, penyakit kehilangan harta, keluarga dan para sahabat. (Ayub 23 : 10) “Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari tanganmu ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.” Perkataan Sadrakh, Mesakh dan Abednego ketika raja Nebukadnezar memerintahkan mereka untuk menyembah patung emas. Jika tidak disembah mereka akan dimasukkan ke perapian yang sangat panas. (Daniel 3 : 17 – 18) “Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; darimanakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.” Perkataan Daud ketika dia dikejar-kejar Raja Saul yang ingin membunuhnya. (Mazmur 121 : 1 – ...

Tinggalkan dia

"Kita nggak sedang bicara soal pengalaman kamu, " Pria itu mengatakannya lagi. Seingatku yang kedua kali dalam sejam pertama pertemuan kami. Ugh, aku sebel dia bilang itu. Aku nggak pernah protes kalo dia bicara soal ceweknya. Aku juga nggak pernah protes kalo dia cerita apa saja meski ujung2nya aku akan nanya, "jadi apa inti cerita kamu " "Kamu lagi dekat dengan siapa sekarang ?" tanyanya. Seketika itu aku ingin lenyap dari hadapannya. Apa yang dimaksud dekat? pacar? gebetan? sahabat istimewa atau apa? Apa indikator yang dimaksud dekat? Apa selalu berhubungan dengan orang yang sama dapat dikatakan dekat? Apa harus ketemu secara teratur? Apakah dengan mengirim sms kepada orang yang sama setiap hari tak peduli dibalas atau tidak; bisa disebut dekat? Kalo ya, seharusnya dia sudah tahu jawabnya. Akh, aku nggak begitu ingat lagi jawabku atas pertanyaannya. Tapi bagiku sendiri yang disebut dekat adalah dia selalu ingin berhubungan denganku. Tanpa harus punya a...

Ini ibuku

Aku kagum pada ibuku. Wanita yang telah rela rahimnya kutempati dan mengurusku hingga kini, tentulah wanita perkasa yang baik hati. Mungkin saja dia adalah malaikat. Ah tidak, dia bukan malaikat. Dia hanya perempuan biasa. Ibuku penuh dengan kekurangan. Dia bukan tipe ibu yang bisa kau banggakan di depan teman-temanmu, rekan kantormu atau pacar barumu. Tapi dia tetap ibuku. Suatu ketika aku membawa ibuku ke mall. Aku ingin membelikannya sepatu. Dengan hati-hati aku menyorongnkan sepatu bertumit rendah ke kakinya yang mulai mengerut. Sepatu itu pas, indah di kakinya. Sempurna. “Berapa harganya? “ bisik ibuku. Aku tersenyum. Ah ibu ni lah..Bukankah aku yang bayar kenapa tanya harga. “Nggak mahal kok hanya 125 ribu perak, “ Ibu membuka sepatunya “Nggak enak sepatu ini. Nggak bagus,” Aku tidak mengerti. “ Tapi kulihat bagus kok. Inikan kain bahan. Lembut dan pastinya nyaman,” “Sudahlah, ayo kita cari yang lain saja. Aku beli daster saja ya,” Ibu menarik tanganku cepat. Pramuniaga yang seja...

Buat Kamu Novita

Hidup memang tidak selalu berjalan seperti yang kita inginkan. Namun apapun yang terjadi hidup sebenarnya indah; tergantung cara kita melihatnya. Aku memang tidak selalu mendapatkan yang kuinginkan. Namun belajar bersyukur untuk yang bisa didapatkan membuat hidup lebih bisa dijalani. Aku tidak ingin mengeluh. Aku juga tak ingin menyerah. Meski pilihan menyerah kelihatan lebih mudah untuk dilakukan tapi tetap berjuang adalah pilihan yang membuatku menghargai hidup ini. Aku menjadi seperti yang sekarang ini bukanlah hasil yang instan. Namun aku adalah hasil pilihan yang kulakukan setiap hari. Jadi, sekarang aku berhati-hati menentukan pilihan karena hari ini dan esok aku ingin disebut yang berbahagia. Sahabat sejati tidak selalu hadir disampingku ketika badai itu datang tapi aku tahu dia selalu mendorongku membuat pilihan yang benar. Hal yang paling membuatku nyaman adalah mengetahui jika dia yang kuanggap sahabat ada di saat2 paling kelam dalam hidupku. Sering kali kita bersusah payah u...

Pelangi Buat Novita

Ugh, ayo Nov! Berharap lagi. Jangan berhenti. Mungkin besok ada jawabannya. Ugh, ayo Nov!Jangan bersedih. Gembira sajalah. Ini pilihanmu. Kamu yang nentukan. Ugh, ayo Nov!Pasti ada jalan keluar. Optimis donk honey. Yakin okey! Ugh, ayo Nov!Mundur dan menyerah; itu bukan kamu. Kamu tegar. Ingat kan. Ugh, ayo Nov!Jika tidak ada yang peduli mengapa kamu sedih. Yang penting kamu jalan terus. Ugh, ayo Nov!Berhenti lihat ke belakang. Come on, pintu baru menunggu untuk kamu buka. Nov, jika hari semakin buruk; awan hitam dan petir menghiasi biasanya bakal ada pelangi yang segera bersinar. Hanya saja jangan menyerah. Jangan berhenti berharap. ditulis saat berada dalam titik terendah. Sekali lagi

Yesua Hamasia -Yesuslah Tuhan

"Ma, ayo kita menghadap Tuhan. Tapi pagi ini jangan minta apapun yah. Ayo kita menyembah saja," Mama sih nggak tanya kenapa tapi aku tahu dia menungguku mengatakan sesuatu. "Ma, selama ini kan kita selalu minta selalu minta terrrusss. Coba bayangkan kalo aku dekat sama mama tapi aku selalu minta selalu minta terus. Bukan karena pengen dekat mama tapi karena pengen mama memberikan apa yang kuminta. Gimana ma, nggak enak banget kan?" Mama mengangguk. Aku mulai menyembah dengan pujian dan mama...ya ampun Dia berkali-kali menguap. "Ma, ayo donk. Hormati Tuhan. Nggak sopan ma," "Masih ngantuk.." ----------------------------------------------------------------------------- Hatiku sedih sekali pagi ini. Aku merasakan kepedihan yang mendalam mengenai doa yang selalu kunaikkan bertahun-tahun. Doa yang selalu berisi permintaan. Aku menjadi si pencari berkat. Aku tahu tidak ada yang salah dengan meminta kepada DIA yang empunya segalanya. Tapi aku si manusia...