| Apa yang lebih menyenangkan daripada mandi hujan dalam perjalanan pulang ke rumah. Aku selalu suka momen itu. Aku selalu suka hujan. Ehm, nggak selalu sih tapi jika dipersentasikan aku suka hujan daripada cuaca yang lain. Ehm, mungkin tepatnya aku ini si penggila hujan. Yah kecuali poin aku harus nguras rumah jika hujannya terlalu lebat hahahahha. Aku suka hujan. Hujan itu membuat aku merasa dicintai. Ketika airnya turun mengenai kepalaku trus turun membasahi setiap senti tubuhku aku seperti dipeluk, dibanjiri dengan aliran cinta yang deras namun lembut menyentuh kulitku. Duh, kamu ngerti nggak sih yang kumaksud? Enggak? Samalah! Aku juga enggak. Aku hanya mau bilang aku suka hujan titik. Jadi berhubung diluar lagi hujan, aku memutuskan pulang. Hujan....aku datangggggggggggggg |
aceh... akhirnya aku menjejak kaki juga ke serambi mekah itu. dan hatiku menangis. dalam. rick paddcok-rekanku-jurnalis kawakan dari LA Times memegang tanganku. "it's ok rick, " aku menepis tangannya. kaki terus melangkah.pelan. tiap langkah hanya tangisan yang dalam. aku menghela napas. berat. sementara pastorku-Sukendra Saragih menangis pilu. raut wajahnya -God! aku tau betapa tersiksanya dia melihat ini semua. 9 tahun ia bolak-balik aceh. ratusan ribu kali. hanya untuk satu visi agar ada hidup baru yang mengalir di aceh. tapi hari ini.. gelombang tsunami meluluhlantakkan negeri ini dan menyeret ratusan ribu jiwa ke neraka. aku menarik napas lagi. kali ini lebih dalam. tapi yang terjadi aku malah muntah. Rick memegang pundakku,"are you ok vie" aku meraih lengannya. aku hanya bisa mengangguk pasrah. dan aku pun memulai liputanku. aku disana seminggu. ada banyak hal yang ingin kuceritakan. tentang kehilangan. tentang rasa sepi.tentang keputusasaan. tentang ...
Comments