Skip to main content

Posts

Usaha untuk lebih kurusan

Menunggu kekasih semata wayang pulang kampus dan skype menjadi kegiatan rutin yang dilakukan. Kadang menunggunya sambil baca buku, dengar radio atau nonton film di televisi. Namun kegiatan terakhir agak dihindarkan karena kebanyakan filmnya soal mistis hiiiiii...Makanya malam ini, aku milih browshing di internet tentang cara mengecilkan paha, lengan, betis dan perut hihihi (ketahuan banget kan ndutnya). Hasilnya lumayan dan bisa diterapkan dan gratis (poin terakhir yang paling penting lol). Besok tinggal beli dumbel 3 kilo sepasang untuk latihan mengencangkan lengan. Sedangkan mengecilkan bagian yang lain cukup dilakukan dengan gerakan-gerakan sederhana yang tidak memerlukan alat apapun. Aha :) Pertanyaannya, kenapa tiba-tiba pengen menguruskan bagian-bagian tertentu ya? Hm, sebenarnya nggak tiba-tiba juga kok. Hanya saja, tadi pas beli baju baru untuk dipakai ke rumah calon mertua (hihihi..centil), pas bajunya dicoba di toko..lha, kagak bisa masuk di bagian lengan. Kalaupun bisa mas...

Gatal cacar 1

Sumpa ini bukan saya. Saya tidak setulus ini, sumpa. Saya orangnya suka pamrihan. Kalau ada yang bilang saya orangnya baik dan suka nolong, pasti deh orang tersebut ga kenal saya. Saya sih baik dan mau nolong kalau ada maunya. Hanya saja yah ga saya sebut terang-terangan soalnya itu udah jadi trade mark saya. Kalau nolong bilang mau pamrih kan orang akan milih ke orang yang profesional dari yang amatiran kayak saya, iya kan?! Percaya deh saya ini suka pamrih. Eh eh yang bilang saya pintar juga salah besar. Sumpa deh saya nggak sepintar yang anda sangka. Saya aja nggak tahu tuh mengapa kipas angin mutarnya searah jarum jam. Makanya saya mah nggak pintar. Trus kalau ada yang maksa bilang saya pintar, pasti deh orang tersebut ga pernah lihat jarum jam. Oh NO! Emang sih pintar dan bego beda tipis, makanya saking tipisnya banyak orang pintar yang berlagak bego pas dipengadilan. Udah tahu apel dan jeruk nama buah-buahan, kok kalimatnya apel washington seikat. Sejak kapan kan apel diikat b...

Pernikahan yang kuinginkan

Sejauh manapun aku merancangkannya, sesungguhnya aku menginginkan pernikahan itu. Pernikahan yang pernah hadir dalam mimpiku. Pernikahan sederhana bersama dia diantara putihnya salju, pohon pinus dan satu dua hembusan asap cerobong yang berasal dari tungku perapian yang menyala. Aku terlihat bahagia disitu, ditengah tatapannya yang tenang dan aku membalasnya dengan senyumku yang paling indah. Gaun berwarna pink muda membalut tubuhku dengan sempurna dan ditanganku ada  buket lili putih. PERFECTO. Aku hanya menginginkan pernikahan itu. Menginginkannya saja membuatku bahagia, apalagi bisa melakukannya haha.

Berani mencinta berani disakiti

Benci dan kemarahan hanyalah dua komponen yang menyerang ganas kepada mereka yang dipercaya namun merusak kepercayaan itu. Benci yang kata orang benar-benar cinta sebenarnya menunjukkan defenisi yang benar bahwa benci hanya bisa dilampiaskan  kepada orang yang benar-benar kita cintai haha. Kemarin aku menonton sebuah FTV, Si tokoh wanita bilang, "Aku tidak ingin disakiti, makanya aku tidak ingin mencintainya. " Lantas, si tokoh pria mengatakan, "Kalau kau berani mencintai, kau sedang memberi peluang untuk disakiti." Cinta dan rasa sakit hati nampaknya memang satu paket. Itulah sebabnya kitab Amsal juga menuliskannya dengan jelas bahwa orang yang paling berpeluang menyakitimu adalah orang yang paling kamu cinta dan percayai. Jadi jika memang satu paket, tentu kalimat bijak yang bisa dibentuk ialah, berani mencinta berani disakiti hahahahaha..Mengerikan.

3 pelajaran moral saat cacar air

Aku tidak bisa tidur. Perasaanku kacau dan cacar air yang hampir memenuhi seluruh permukaan tubuh dan wajahku ini membuat aku tidak nyaman membaringkan diri dan memejamkan mata. Aku marah dengan semua yang terjadi dan semakin marah menyadari aku hanya bisa mengusap-usap lembut kulitku untuk menghalau  rasa gatal ini. Aku sama sekali tidak mengerti mengapa aku mendapat begitu banyak kesulitan sejak kepulanganku ke Indonesia. Mama terus saja komplen bagaimana temanku yang telah kubantu pernikahannya, tak sekalipun mengajakku berfoto di hari pernikahannya. Sementara disaat yang bersamaan suhu tubuhku naik, asam lambungku naik dan aku mulai pusing. Komplen nyokap membuat pandanganku makin berkunang-kunang. Kami memang masih sempat ke jamuan makan, namun tubuhku mulai melemah. Untuk menutupi kemarahan nyokap, aku paksakan berdiri, berjalan dan mengajak si pengantin berfoto dengan diriku. Setelah basa-basi ga penting, nyokap dan aku masuk ke jamuan makan. Hanya butuh 10 menit bagiku un...

Apa itu kasih

Belakangan ini aku semakin sulit mengerti apa yang disebut dengan kasih. Lima huruf itu terasa begitu sulit untuk aku tangkap dan terjemahkan. Aku menerjemahkannya dengan melakukan sesuatu yang meringankan beban orang lain, namun yang diringankan menerjemahkannya dengan memanfaatkan kesempatan. Aku menerjemahkannya dengan mendengarkan tanpa mencela, namun yang didengarkan menerjemahkannya dengan mengoceh tentang diri sendiri tanpa habisnya. Aku bingung apa yang disebut dengan kasih sampai-sampai aku mulai meragu apakah aku sedang berbicara tentang kasih atau tentang kebodohan

What a crap

What a crap! Bosan juga rasanya dirumah terus dan tentu saja mulai ribet dengan 'mau dibawa kemana hidupku ini' hihihi. Setelah seharian baca buku, bolak-balik majalah and went to saloon for helping Lita booked her wedding make up, I still feel bored with everything. My mom talked about the wedding all the day and surely, she will wake up in this early morning and will talk the same topic. Wanna run and don't turn back for something that I am sure, I have no idea the answer haha..But I couldn't run from her. I should ..OH BIG NO!. I must pretend listen to her even though I look at television mostly during her talking. Gie, feeling bad just pretend rather than disagree to her opinion or story. But what the hell...I have been trying to be nice. I am totally up set .... I wish I had someone to share this burden

"Nggak perlu takut, bego!"

Sepertinya aku mengalaminya lagi. Masalah kejiwaan yang selalu saja akut kalau mau melakukan sesuatu yang besar dan tidak bisa kuprediksikan. Akh, jiwa sialan ini selalu saja menyimpan ketakutan mengenai masa depan. Padahal bukankah Tuhan telah membuktikan kesetiaaNya. Sungguh aku ini si manusia celaka. Minggu lalu dapat email untuk mengisi form kepulangan. Antara senang, sedih dan ujungnya malah kuatir itu yang kurasakan silih berganti. Senang bisa pulang, bisa ketemu orang tua, teman-teman dan jemuran di belakang rumah yang menjadi tempat aku duduk-duduk atau gelar tikar tiduran sambil baca buku. Senang juga membayangkan bisa ke pasar tradisional dekat rumah, berbecek-becek ria menawar ikan, sayur, dan tomat dengan satu tangan memegang bakwan, sate, ondel-ondel atau apalah namanya dan mulut sibuk  berdecap-decap nikmat oleh makanan sederhana yang murah tapi maknyus. Sedihnya ialah karna ternyata harus pulang, padahal udah mulai kerasan di Inggris. Sedih meninggalkan udara kot...

Semuanya baik-baik saja :)

Puji Tuhan, mama baik-baik saja. Suaranya ceria menceritakan kenakalan bapakku yang kini lebih suka kumpul-kumpul dengan teman-temannya hingga lupa akan tugasnya mencuci piring hihihi... Puji Tuhan, doaku dalam gereja didengar Tuhan. Lega hati ini. Makasih Ayah. Aku mencintaimu

Minggu yang tenang

Minggu yang tenang, hati yang tenang dan mimpi yang diam tak berwarna. Hidup harus dinikmati, meski apapun rasa yang ditawarkan. Selamat hari Minggu semuanya....Lihatlah betapa baiknya Tuhan itu

Teman durhaka

Lucu banget dunia dan lucunya mulai kerasa kejam. Aneh bin ajaib bagaimana orang suka lupa kebaikan orang lain dan benar-benar menikmati hasil kerja orang lain , dan pas kena problem saja, balik curhat, minta saran, minta tolong untuk memperbaiki keadaan. Hoi, sadar! aku bukan tukang sulap. Sadar juga, kalau semua orang nggak begitu bodohnya menerima berkali-kali dimanfaatkan. Akh, teman durhaka, ke laut sajalah. Males

Cincin part II

Udah 2 minggu ini, aku ga pake cincin. Soalnya cincinnya hilang. Ini lagi kepikiran mau beli cincin baru, tapi mungkin masih harus bersabar kali yah nunggu pulang ke Medan. Di rumahkan aku punya cincin hadiah ulang tahun dari mama dan inangtua Depi. Akh, September masih lama...

Aku mengucap syukur buat hari ini

Aku hanya bisa diam saat bapak bilang mama sakit dan besok akan opname. Nggak sanggup aku berbicara. Aku tahu apa artinya itu. Artinya bapakku yang tua akan ikut ke rumah sakit dan menjaga mama sepanjang hari dan kalau malam baru pulang ke rumah untuk tidur. Sedangkan mamaku harus pasrah sendirian saja di rumah sakit karena memang tidak ada orang lain yang bisa diharapkan menjaganya. Bapak memang harus pulang ke rumah karena kesehatannya juga tidak terlalu baik. Jadi yah begitulah. Sejujurnya aku berharap banyak pada keluarga besar atau teman-teman dekat atau teman di gereja untuk merawat orang tuaku selama di Inggris. Bukankah mereka mengenal orang tuaku dan menyebutku sebagai saudara mereka. Namun yah seperti biasa keluarga besar hanya muncul untuk perayaan kesenangan dan meminta materi dan lain sebagainya. Dan teman dekat atau teman gereja hanya kumpulan orang bodoh yang hanya bisa mengatakan 'aku mengasihimu' dengan bibirnya tapi tidak dengan tangannya untuk merawat orang...

6 tahun yang lalu

Malam ini aku teringat sesuatu. Pesan nyokap tentang  bentuk cincin dan ukuran jari. Aku browsing ke internet. Perkembangan cincin kawin ternyata tidak banyak berubah; masih kayak...  Yah kayak 2006 lalu... 2006 lalu, saat itu aku lagi nemani kekasih nonton. "Dek, kita nikah tahun ini ya," Dia bilang begitu saja. Aku tidak yakin apa responku saat itu. Yang pasti ada gejolak,"Kawin?" Lantas kayak umumnya orang mau nikah, kami mulai bicarakan konsepnya, rumah, pekerjaan, anak-anak dan lain sebagainya. Sejak itu pula, jadi tergoda untuk lihat model cincin kawin, model kebaya, undangan, souvenir dan yah lain sebagainya. Namun justru dekat harinya, semua bubar. Kayak orang rame nonton layar tancap yang bubar waktu hujan datang. Tinggallah aku dengan semua hal yang telah direncanakan. Meninggalkan aku dengan sejuta masalah yang datang beruntun. Mulutku terkunci. Aku menangis tanpa ada lagi air mata. Sungguh tidak mengerti mengapa hal buruk terjadi pada ora...

Pria dibalik pintu

Dia kayak ada disana, dibalik pintu.Dia berdiri disana mematung, ga berbuat apa-apa; tidak juga mengetuk. Sudah berapa lama dia disana? Kenapa ga juga mengetuk? Apa yang ditunggunya? Padahal aku menunggunya Dengan sabar dan dengan tak sabaran Dengan helaan nafas yang tertahan dan juga helaan nafas yang memburu. Tapi aku memang tinggal di ruangan ini hanya untuk menunggunya karena pernah kucari dia, kemana saja yang bisa kucari. Namun dia ga ada. Ternyata dia disitu dibalik pintu; pintuku yang tidak juga diketuknya. Apa sih yang ditunggu? Akh, biarkan dia mengetuk karena dia tahu kalau pintuku akan selalu terbuka untuknya Jika dia mengetuk

FOKUS VITA

Jika kemalasan itu berupa bentuk fisik maka pengen kugebuki dia karena telah berhasil membuatku tidak juga bisa maksimal mengerjakan disertasiku dan seperti biasanya selalu saja kupunya alasan untuk  membenarkan mengapa ketidakmaksimalan itu terjadi. Akh! Alasan lagi..Malasnya...Sebenarnya lebih baik jika aku pergi keluar belanja atau jalan ke pantai, k ke kastil Lewes yang dekat rumah atau sekalian deh manjat tebing Seven Sisters trus kalau udah lelah masukkan kaki ke tepi lautnya dan kemudian balik ke rumah dalam keadaan jiwa tenang daripada natap layar komputer, baca jurnal bentar, nulis dikit, ngelengok kiri bentar, ke kanan bentar, baca lagi (yang tadi sebenarnya sudah dibaca) terus klik yahoo dan blas! udah jam 7 malam saatnya pulang ke rumah dan ternyata olala hanya 200 kata yang diproduksi dalam satu hari. Terus jiwa juga masih lelah, emosi naik, kuatir menjadi-jadi terus mimpi buruk tentang pas ngumpulan disertasi yang ketika mau dikumpul cuman kover dan judulnya doang, ...