Skip to main content

Tahap 3 Ford Foundation

Maafkan aku karena tidak teratur memposting..Ini dia terusan ceritanya

Aku kemudian menerima amplop putih dari Ford Foundation yang mengatakan aku lulus tahapan berikutnya yakni tahapan tes TOEFL. Aku langsung lemas. Oh tidak, pikirku. Aku sama sekali buruk dalam perkara itu.

Inilah yang kemudian kulakukan. Sebagai jurnalis dan juga memiliki aktifitas di gereja, aku memang harus pandai-pandai membagi waktu untuk persiapan TOEFL. Jadi, aku membeli buku TOEFL Cliff (yang warna kuning itu), mempelajarinya dan setiap sore usai bekerja jam 5 sore, aku latihan menjawab soal-soal yang ada di Cliff plus soal-soal yang aku dapat dari searching di internet (keyword: soal-soal TOEFL). Puji Tuhan pada masa itu ada kak deti yang bantuin untuk menjelaskan grammar.

Namun kuakui itu memang bukan soal yang mudah antara bagi waktu untuk belajar. Jadi ketika tiba harinya untuk tes itu, aku sama sekali tidak yakin aku bisa melakukannya dengan baik karena memang sebelumnya aku tidak pernah ikut persiapan ujian TOEFL.

Ada hal yang perlu aku bagikan ketika menghadapi tes ini. Pertama, datanglah 30 menit sebelum tes karena kau bisa memilih duduk dimana. Menurutku duduklah berseberangan yang tidak terlalu jauh dengan speaker karena di bagian listening, akan memerlukan suara yang jelas terdengar. Ada kalanya kita akan menemukan kesulitan mengartikan pembicaraan yang berlangsung saat tes listening karena mungkin saja yang diucapkan adalah idiom (peribahasa) karena itu perlu diperhatikan nada bicaranya untuk memberi peluang kita tahu jawaban yang akan kita pilih.

Kedua, jangan terlalu terintimidasi dengan penampilan orang lain. Percayalah penampilan bisa menipumu. Terkadang karena kita melihat orang lain berpakaian lebih bagus, rapi dan menenteng map atau kertas-kertas atau mereka terlihat serius menekuni buku, lantas kita langsung drop. Jangan yah karena itu bisa membuat mental kita jatuh sebelum berjuang. Rileks saja.

Ketiga, waktu menjawab ujian jangan celangak celenguk ke peserta yang lain. Serius saja dengan soal yang di depan karena bisa jadi ketika melihat kiri kanan itu juga akan mempengaruhi mental kita dalam ujian.

Keempat, kalau ujian sudah usai kalau bisa berkenalanlah dengan peserta lain karena melalui mereka bisa mendapatkan informasi mengenai tahapan berikutnya, berbagai pengalaman soal hunting beasiswa dll.

Dalam kasusku sih, aku sangat beruntung berkenalan dengan dua orang peserta lain. Karena aku orangnya malas melihat pengumuman di website, dari seluruh tahapan kelulusan kedua orang ini yang kerap meneleponku memberitahu kalau aku lulus masuk tahapan berikutnya. Kedua orang ini juga masuk hingga tahapan wawancara, jadi sejak itu hidupku dipermudah dengan telpon mereka haha.

-----------

Sejauh ini mama dan bapak tidak memberi komentar apapun soal kelulusanku. Aku juga tidak mengatakan apapun karena aku tidak tahu apakah aku bisa menyelesaikan pertandingan ini dengan baik. Dan ditahapan menunggu pengumuman aku juga mendaptakan mimpi.

Ini dia mimpiku.

Aku berada di suatu ruangan dan disana aku melihat banyak bola besar warna-warna terpantul melambung ke atas trus terpantul ke lantai dan melambung lagi..begitu terus yang kulihat. Uniknya setiap bola mempunyai daya pantul berbeda dan semakin lama semakin lemah daya pantulnya dan akibatnya semakin rendah tingkat melambungnya. Namun sebuah bola orange terus saja pantul dan naik melambung makin tinggi, dan semakin dia memantul semakin tinggi dia. Aneh sekali karena bola lain justru semakin lama semakin lemah daya pantulnya dan menurutku itu logis karena memang begitulah hukum fisikanya.

Kataku, "Mengapa bola orange itu berbeda dan memantul lebih tinggi dari yang lain?"
Lantas seorang pria yang baru kusadari berada disebelahku mengatakan ini: "Karena dia telah dipantulkan dari dalam lubang yang paling dalam,"

--------------------------

Sejujurnya aku belum mengerti apa maksud perkataan pria itu tapi sejauh yang berhasil kurenungkan hingga detik ini aku menangkap kalau bola orange itu adalah hidupku. Yah dia benar! Aku telah begitu jauh dijatuhkan oleh penderitaan hidup ini. Seumur hidupku sejak kecil hanya Tuhan yang tahu bagaimana aku melalui hari-hariku. Aku hanya bisa katakan, jika bukan karena Tuhan aku mungkin sudah memilih mengakhiri hidupku karena begitu pahitnya.

-------------------------

Ketika itu aku yakin sekali kalau mimpi bola orange itu adalah pertanda awal apapun yang kulakukan akan mendatangkan promosi. Aku juga yakin kalau aku akan mendapatkan beasiswa Ford. Tapi sebulan lewat, dua bulan lewat, dan masuk bulan ketiga aku mulai ragu dan kuatir apakah aku lulus. Keadaan di rumah juga semakin memburuk, pekerjaan apalagi. Sampai di suatu pagi saat menuju kantor, tiba-tiba di hatiku muncul pertanyaan ini, "

"Kalau lihat jalan didepanmu ?"
"Iya, "Jawabku. " Jalan yang sama. Rambu lalu lintas yang sama, pohon yang sama, papan reklame yang sama. Masih seperti yang kemarin."
"Semuanya terlihat sama kan dan seakan tidak ada yang baru dan seakan semuanya akan terus terlihat seperti itu,"
Aku mengangguk.
"Meski begitu, DIA sedang membuat yang baru padamu hanya saja tidak terlihat seperti jalan ini,"
Dan lagu ini langsung tersebut dimulutku, God will make away where there seems to be no way...

Lagu ini kunyanyikan sambil berurai air mata dan besoknya pulang kerja, aku mendapatkan amplop putih lagi. Isinya aku lulus dan ikut tahapan wawancara...

Tuhan luar biasa!

Comments

Popular posts from this blog

Tipe Orang yang Posting Story WA

Buat status di whatsapp itu seperti bumerang. Ditulis serius, audiens menanggapi dengan candaan, Dibuat hanya sekedar candaan, eh ditarik too serious. Jatuhnya jadi hilarious ya kan Padahal status wa-ku hanya untuk kalangan terbatas saja, itupun masih disalaharti. Makanya itu menulis wa tidak terlalu menarik karena seperti ada kewajiban membalas pertanyaan orang-orang tentang status yg diposting. Kalaupun dijelaskan, belum tentu terima. Akhinya jadi perdebatan. Kalau tak nulis,  ditanya apa sudah dihide status wa dari  dia hahaha... Bgitulah lika liku per-online-nan ini.  Tipe  orang yang posting story wa itu kan bermacam-macam 1. Yang seperti wartawan online..Apa yang dilihatnya, dilakukannya  itu yang diposting 2. Yang hanya lagi pengen saja. Lagi cocok dirasanya yang dia jumpa video atau tulisan orang lain di medsos, yah dicomot jadi story wa sendiri. Intinya ga selalu tentang yang terjadi in real time 3. Yang suka cek ombak. Ini tipe orang yang pengen tahu s...

Bapak yang terhebat

Tidak semua orang memiliki bapak yang baik bukan? Akupun begitu. Setidaknya itu yang kupikirkan selama puluhan tahun sampai suatu ketika bapak mengalami masa kritis dan kehilangan kemampuannya yang paling sederhana sekalipun, misalnya untuk mengambil air minum. Sejak bapak hanya bisa terbaring, dan aku harus mengganti pampersnya dua kali sehari atau lebih, itu berarti aku juga harus mengerjakan beberapa tugas lain yang biasanya dilakukan bapak, beberapa tugas yang kuanggap begitu ringan dan sangat tidak masuk akal   kalau hanya tugas itulah yang mampu dia kerjakan. Namun kemudian ternyata tugas itu tidak ringan dan membuatku terengah-engah dalam melakukannya. Bapaklah orang yang selalu saja memperbaiki perabot-perabot yang rusak di rumah, membuat gantungan paku di dapur, ruang tamu, kamar mandi, kamar – dimana saja -   agar semua barang-barang terletak dengan rapi, alih –alih terhampar berserakan di meja ruang tamu atau dapur yang sempit. Bapak juga yang menggunting ...

Bimbel Starla

Aku buka bimbingan belajar semester ini. Iyah! Buka les kecil-kecilan buat anak PAUD, TK dan SD kelas 1- 6.  Setelah tertunda setahun lamanya, aku memutuskannya untuk mulai. Dan suami entah gimana ceritanya diam saja dan malah ikut buatin iklan bimbelku pakai Canva. Aku happy karena berarti izin sudah turun 😉 Ini bentukannya... Double happy malah karena yang daftar lumayan rame. Ada 4 siswa yang daftar hahaha. Yah ramelah untuk ukuran yang iklannya hanya kuposting di status wa pribadi saja. Malah ada yang ngomong begini, " Kenapalah baru buka sekarang"  Ini bukan pertanyaan ya melainkan pernyataan karena memang sudah lama ditunggu tapi ga pernah diujudkan, Ditunggu karena memang aku sebakat itu ngajar hahahaa... Itu kata mereka ya. Jadi izinkanlah aku mengucapkan syukur kepada Tuhanku karena sekali lagi,  Dia membuat jalanku terbuka menjadi berkat bagi banyak orang.. Wish me luck fellas 😉