Skip to main content

cinta ini membingungkan

apa bukti jika seorang pria mencintai seorang wanita. apa pula komitmen itu. apakah pacaran berarti menutup hati untuk kemungkinan cinta yang lain. jelas aku sedang masuk masa abu2. aku ga tau apa aku mencintainya sebesar dia mencintaiku. aku juga ga tau apa dia sungguh2 mencintaiku seperti yang dia katakan. aku ingin sekali menanyakannya kembali kepada dia-pria yang katanya akan menikahiku. tapi mulutku selalu terkunci. pernah aku menanyakannya sekali. tapi dia malah bertanya kenapa aku meragukannya. dengan sederhana aku katakan aku tidak tahu.

lantas aku cerita kepadanya tentang seorang pria. dia marah dan menuduhku tidak setia. aku jelas bingung. dia bilang dia cemburu dan meminta tidak bercerita tentang pria manapun. aku pun diam. apa cemburu adalah bukti rasa cinta. lantas, apakah itu berarti aku tidak mencintainya karena aku tidak keberatan dan tidak cemburu dengan semua cerita dia tentang wanita2 yang mendekatinya. aneh sekali aku.

mungkin aku tidak mencintainya. tapi tidak juga. kok kenapa kadang aku bisa rindu dengannya. atau itu terjadi karena aku telah terbiasa dengan dirinya. bukan karna cinta tapi karna faktor kebiasaan.

ugh, cinta ini membingungkan.

Comments

Unknown said…
jangan apatis lah kalo pacar tidak berada disampingmu nop. dan jangan lah bersedih bila segala masa yang terlampaui telah pergi darimu.
kadang aku bingung, pria mana sih yang berani berkata seperti itu?. itu fitnah nop.
cinta itu tidak membingungkan, cuma agar sedikit menggilakan.
yossie said…
Rindu bukan Cinta....cinta mungkin rindu, tapi bukan sebaliknya...

Popular posts from this blog

Trying to be honest. Be real fellas

 Aku melompat-lompat dalam bicara. Kukeluarkan semuanya. Kukatakan semauku jelas. Prinsip jujur memang menakutkan. Kejujuran itu langka kawan. Temannya bernama pengorbanan. Aku menaruh hormat kepada diriku dengan meletakkan kejujuran diatas segalanya. Aku bisa kehilangan karena aku jujur. Aku bisa diturunkan karena aku jujur. Direndahkan, dipandang aneh, tak disukai adalah akibat lain kejujuran. Tapi jujur juga manis dan menenangkan. Kejujuran membuat beberapa hal jadi lebih mudah buat dijalankan.  Jadi kukatakan kepada anak didikku kalau mereka harus jujur. Kejujuran adalah hal pertama yang kukedepankan. Tidak mengapa menjadi bodoh dan tak tahu apa-apa karena bodoh itu temporary. Tidak selamanya yang bodoh seterusnya  bodoh kalau dia mau belajar. Tapi kejujuran itu karakter. Perlu kerja keras untuk  mengubahya. Ratusan buku pun tidak akan mengubahmu.  Aku sangat menyayangkan kalau mahasiswa melakukan salin tempel dalam tugas kampus. Kalau tugas sederhana saja p...

Bimbel Starla

Aku buka bimbingan belajar semester ini. Iyah! Buka les kecil-kecilan buat anak PAUD, TK dan SD kelas 1- 6.  Setelah tertunda setahun lamanya, aku memutuskannya untuk mulai. Dan suami entah gimana ceritanya diam saja dan malah ikut buatin iklan bimbelku pakai Canva. Aku happy karena berarti izin sudah turun 😉 Ini bentukannya... Double happy malah karena yang daftar lumayan rame. Ada 4 siswa yang daftar hahaha. Yah ramelah untuk ukuran yang iklannya hanya kuposting di status wa pribadi saja. Malah ada yang ngomong begini, " Kenapalah baru buka sekarang"  Ini bukan pertanyaan ya melainkan pernyataan karena memang sudah lama ditunggu tapi ga pernah diujudkan, Ditunggu karena memang aku sebakat itu ngajar hahahaa... Itu kata mereka ya. Jadi izinkanlah aku mengucapkan syukur kepada Tuhanku karena sekali lagi,  Dia membuat jalanku terbuka menjadi berkat bagi banyak orang.. Wish me luck fellas 😉

Angkat wajahmu nak!

Pulang sekolah anakku cerita ttg guru yang mengejeknya depan kelas. Aku yang mendengar ngumpat dalam hati karena guru yang itu lagi yang melakukannya. Bukan sekali ini saja guru ybs melakukannya.  Dia juga kerap melakukannya terhadap siswa lainnya, Dan tiap kali anakku cerita, tahun ajaran berikutnya siswa tersebut pasti pindah sekolah.  Awal dulu masih saja kubilang guru tersebut mungkin punya masalah di rumah dan mungkin juga karena mereka (siswa-siswa tsb) memang keterlaluan ributnya " Namanya manusia nak. Mungkin gurumu lelah."  Tapi karena sudah berulang kali dan bertahun, akhirnya aku berkesimpulan memang itulah karakter si guru. Jadi alih-alih menghubungi si guru karena sudah merendahkan anakku secara sepihak, maka aku berusaha menguatkan hatinya.  "Kau marah?" "Iya Mak." "Kau sedih juga?" "Iya Mak." "Lebih banyak marah atau sedihnya?" "Sedih saja Mak." Lantas kubilang hanya satu cara membalasnya yakni dengan ...