Skip to main content

aku neg!

sepi banget belakangan ini. Kantor sepi karena beberapa temanku ditarik ke meaulaboh NAD untuk siaran dari stasiun mini disana. TRus beberapa temanku yang di lapangan juga pada kesana. termasuk romy teman di segala masa.

Mugel juga disana. kerja untuk PBB. hanya beberapa kali dia sms. katanya sih dia baik2 aja. tapi kalo kuhubungi pasti telponnya mailbox melulu. sms terakhirnya bilang kalo dia menikmati kerjanya disana dan akan mencari kartu lain agar mudah dihubungi. tapi aku malah dah dua hari ini ga menerima kabar darinya. mugel keadaanmu gimana hikssssssss

aceh...kapan persoalanmu usai? sejujurnya aku sudah mulai neg. ga teve, radio, koran, majalah, semua tempat bertuliskan dan berkisah tentangmu. setiap jengkal tanah yang kulewati aku melihat spanduk yang menyerukan namamu. Mulai dari bibir bayi hingga nenek yang uzur pun membicarakanmu. AKU NEG! bisa gila aku jika terus dibombardir persoalan ini. TUhan, aku mengasihi saudara-saudaraku dia aceh.sumpe. tapi kali ini aku benar-benar letih bahkan hanya untuk sekedar mendengar. aku perlu istrahat sebentar saja. semoga TUhan mengerti isi hatiku.


Comments

Unknown said…
cobalah ceritakan padaku tentang teman segala masa itu nop. apakah sesosok teman yang bisa menerimamu apa adanya, baik tentang sebuah kejelekan maupun kebaikannya?.ceritakanlah padaku tentang itu nop..
nop, jangan lagi menangis tentang aceh. aceh itu memang seperti itu, selalu dirundung malang. jangan membenci siapapun ketika tsunami terganjal darurat militer

Popular posts from this blog

Trying to be honest. Be real fellas

 Aku melompat-lompat dalam bicara. Kukeluarkan semuanya. Kukatakan semauku jelas. Prinsip jujur memang menakutkan. Kejujuran itu langka kawan. Temannya bernama pengorbanan. Aku menaruh hormat kepada diriku dengan meletakkan kejujuran diatas segalanya. Aku bisa kehilangan karena aku jujur. Aku bisa diturunkan karena aku jujur. Direndahkan, dipandang aneh, tak disukai adalah akibat lain kejujuran. Tapi jujur juga manis dan menenangkan. Kejujuran membuat beberapa hal jadi lebih mudah buat dijalankan.  Jadi kukatakan kepada anak didikku kalau mereka harus jujur. Kejujuran adalah hal pertama yang kukedepankan. Tidak mengapa menjadi bodoh dan tak tahu apa-apa karena bodoh itu temporary. Tidak selamanya yang bodoh seterusnya  bodoh kalau dia mau belajar. Tapi kejujuran itu karakter. Perlu kerja keras untuk  mengubahya. Ratusan buku pun tidak akan mengubahmu.  Aku sangat menyayangkan kalau mahasiswa melakukan salin tempel dalam tugas kampus. Kalau tugas sederhana saja p...

Bimbel Starla

Aku buka bimbingan belajar semester ini. Iyah! Buka les kecil-kecilan buat anak PAUD, TK dan SD kelas 1- 6.  Setelah tertunda setahun lamanya, aku memutuskannya untuk mulai. Dan suami entah gimana ceritanya diam saja dan malah ikut buatin iklan bimbelku pakai Canva. Aku happy karena berarti izin sudah turun 😉 Ini bentukannya... Double happy malah karena yang daftar lumayan rame. Ada 4 siswa yang daftar hahaha. Yah ramelah untuk ukuran yang iklannya hanya kuposting di status wa pribadi saja. Malah ada yang ngomong begini, " Kenapalah baru buka sekarang"  Ini bukan pertanyaan ya melainkan pernyataan karena memang sudah lama ditunggu tapi ga pernah diujudkan, Ditunggu karena memang aku sebakat itu ngajar hahahaa... Itu kata mereka ya. Jadi izinkanlah aku mengucapkan syukur kepada Tuhanku karena sekali lagi,  Dia membuat jalanku terbuka menjadi berkat bagi banyak orang.. Wish me luck fellas 😉

Angkat wajahmu nak!

Pulang sekolah anakku cerita ttg guru yang mengejeknya depan kelas. Aku yang mendengar ngumpat dalam hati karena guru yang itu lagi yang melakukannya. Bukan sekali ini saja guru ybs melakukannya.  Dia juga kerap melakukannya terhadap siswa lainnya, Dan tiap kali anakku cerita, tahun ajaran berikutnya siswa tersebut pasti pindah sekolah.  Awal dulu masih saja kubilang guru tersebut mungkin punya masalah di rumah dan mungkin juga karena mereka (siswa-siswa tsb) memang keterlaluan ributnya " Namanya manusia nak. Mungkin gurumu lelah."  Tapi karena sudah berulang kali dan bertahun, akhirnya aku berkesimpulan memang itulah karakter si guru. Jadi alih-alih menghubungi si guru karena sudah merendahkan anakku secara sepihak, maka aku berusaha menguatkan hatinya.  "Kau marah?" "Iya Mak." "Kau sedih juga?" "Iya Mak." "Lebih banyak marah atau sedihnya?" "Sedih saja Mak." Lantas kubilang hanya satu cara membalasnya yakni dengan ...